Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KADER Persatuan Islam (Persis) khususnya generasi muda dituntut lebih
serius dalam memperdalm ilmu agama. Ini dirasa penting agar organisasi
keagamaan tersebut semakin banyak melahirkab ulama-ulama yang berpegang
teguh kepada Alquran dan Hadits.
Hal ini disampaikan Ketua Umum Persis KH Aceng Zakaria saat membuka
Sidang Dewan Hisbah Lengkap Kelima, di Bandung, Selasa (21/6). Kegiatan
tersebut juga merupakan agenda dari penyerta Muktamar Persis.
Kegiatan yang digelar di Pesantren Persatuan Islam 50 (PPI 50) Ciputri
Lembang, Kabupaten Bandung Barat ini berlangsung mulai 22 Juni 2022.
Dalam sambutannya, Aceng berharap agar PPI 50) dapat berkembang dan maju, sehingga melahirkan generasi-generasi ulama yang menjadi anggota Dewan Hisbah.
Bahkan, secara khusus Aceng berpesan agar seluruh santri yang juga kader anggota memiliki spesifikasi ilmu khusus. "Kami berharap bahwa di Persis itu ada yang khusus mendalami ilmu tafsir dan Al-Qur'an, ada yang khusus mendalami ilmu musthalah dan haditsnya, ada yang khusus mendalami ilmu kebahasaan, dan ada yang khusus mendalami sirah," katanya.
KH Aceh juga sangat berharap kader-kader di pemuda dapat mewujudkan
harapan tersebut. Terlebih, Dewan Hisbah sebagai majelis khusus harus
diisi oleh kader-kader yang mumpuni dengan disiplin keilmuan mereka.
Ketua Dewan Hisbah PP Persis KH M Romli menambahkan Dewan Hisbah ini
adalah Ruh Jamiyyah Persatuan Islam. "Oleh sebab itu, jagalah Dewan
Hisbah bersama-sama. Kedua, agar keputusan-keputusan yang diambil
memperhatikan pijakan yang sudah disepakati dan jangan keluar dari
Al-Qur'an dan As-Sunnah," tandas KH M Romli.
Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa kegiatan sidang lengkap ini dihadiri tidak hanya oleh seluruh anggota Dewan Hisbah, tapi juga
pucuk pimpinan dari badan-badan otonom, seperti PP Persistri, PP Pemuda Persis, PP Pemudi Persis, HIMA dan HIMI Persis. (N-2)
Pelajari pentingnya niat puasa Ramadan, kapan harus dilakukan, dan cara meniatkan puasa agar ibadah sah dan penuh keikhlasan.
Pemerintah resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. KH Anwar Iskandar dari MUI mengimbau umat Islam menyikapi perbedaan awal puasa dengan bijak.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Ia mengajak umat Islam menyikapi perbedaan awal puasa dengan bijak.
Observatorium Bosscha ITB laporkan hilal 1447 H belum terlihat pada 17 Februari 2026. Pengamatan hilal dilanjutkan 18 Februari sebagai rujukan awal Ramadan.
BMKG laporkan hilal 1447 H masih minus di Lombok. Pemantauan rukyatul hilal dijadwalkan 18 Februari 2026, menunggu keputusan resmi awal Ramadan.
MUI menilai perbedaan awal Ramadan 1447 H wajar secara teologis. Negara berwenang menetapkan melalui Sidang Isbat agar umat Islam seragam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved