Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Pancasila (UP) menggelar workshop Akreditasi Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (Lamemba) dan Pembahasan Kurikulum di Kampus UP, Jakarta, pada Selasa (21/6) hingga Jumat (24/6).
Workshop yang digelar secara luring dan dibuka Rektor UP Prof Dr Edie Toet Hendratno SH itu antara lain dihadiri Ketua Umum Asosiasi Program Studi S2 Akuntansi Indonesia (APSSAI) Prof Dr Abdul Halim MBA Akt.
Sekretaris Workshop Akreditasi Lamemba dan Pembahasan Kurikulum Dr.Sekar Mayangsari Ak CA MSi CMA menyampaikan workshop tersebut digelar berkaitan dengan pengembangan kurikulum berbasis outcome based education (OBE) serta sebagai bentuk sosialisasi akreditasi dari Lamemba.
"Kedua hal ini sangat penting karena kurikulum menjadi poin utama penilaian akreditasi baik nasional maupun internasional," katanya.
"Kenapa mesti berkumpul? Sebab, harus ada poin-poin untuk bisa mendapatkan learning outcome yang bisa disepakati seluruh pengelola program studi S2 Akuntansi," ujar Sekar.
"Artinya, minimal lulusan S2 Akuntansi memiliki pengetahuan, keterampilan umum, keterampilan khusus, dan sikap tertentu. Jadi mesti memiliki keunikan dan harus melebihi standar supaya bisa meraih akreditasi unggul," terang Sekar.
Ketua Panitia Workshop Akreditasi Lamemba dan Pembahasan Kurikulum Dr. Ir. Mombang Sihite MM menyampaikan workshop ini sangat penting untuk menyamakan kualitas lulusan magister akuntansi agar mampu memberikan outcome yang sesuai dengan kebutuhan industri.
"Terlebih, kebutuhan industri sudah berubah saat ini. Digitalisasi dan big data misalnya bisa menjadi bagian kurikulum ke depan," katanya.
"Jadi kita tidak lagi bisa dengan menggunakan pola lama. Karena itu, kita perlu duduk bersama agar tidak masing-masing membuat kurikulum. Memang diakui setiap program studi memiliki kekhususan, tapi juga harus ada benang merah dari program studi tersebut," jelas Mombang.
Ketua Umum Asosiasi Program Studi S2 Akuntansi Indonesia (APSSAI) Prof.Dr.Abdul Halim, MBA ,Akt, menambahkan penetapan UP sebagai tuan rumah workshop kali ini dilakukan APSSAI secara aklamasi, beberapa waktu lalu.
Baca juga: Kampus Okmin Upaya Tingkatkan SDM Pegunungan Bintang Papua
"Workshop kali ini merupakan pertemuan pertama APSSAI secara luring setelah pandemi," katanya.
Turut hadir sebagai peserta workshop yakni dari 37 perwakilan program studi S2 Akuntasi seluruh Indonesia, baik dari perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta.
Menurut Abdul, pertemuan workshop ini perlu dilakukan untuk menyamakan persepsi dalam menyusun kurikulum yang sesuai ketentuan pemerintah.
Pasalnya, dalam workshop akan muncul pemikiran-pemikiran baru, sehingga ada yang perlu disempurnakan, ditambah, dan dikurangi, lantaran kurikulum bersifat dinamis.
"Misalnya, kurikulum tidak lepas dari teknologi, bagaimana kurikulum kita ke depan. Itulah pentingnya kami menggelar pertemuan melalui workshop ini agar memiliki pandangan yang sama ke depan dalam menyusun kurikulum," urai Abdul.
Terbentuknya APSSAI tidak lepas dari upaya untuk menunjang kesuksesan program studi S2 Akuntansi dalam ikut mencerdaskan kehidupan bangsa.
APSSAI didirikan untuk mencapai tujuan kebersamaan agar pendidikan program studi S2 Akuntansi bisa berjalan searah.
Berdirinya APSSAI dirintis mulai dari proses pertemuan di Surabaya, Yogyakarta, Surakarta, dan Jakarta.
Secara legal formal, APSSAI berdiri sejak 2017. Saat ini sedikitnya 50 program studi S2 akuntansi dari perguruan tinggi se-Indonesia tercatat sebagai anggota APSSAI. (RO/OL-09)
Penguatan proses pembelajaran menjadi inti dari rangkaian Program CSR Bigger Dream Fase 3 yang digagas MMSGI bersama Yayasan Life After Mine Foundation (LINE).
Penguatan proses pembelajaran teknik yang relevan dengan kebutuhan industri menjadi fokus utama ABB Motion melalui inisiatif ABB Motion Goes to Campus.
Selain berorientasi pada murid, guru sebagai jantung perubahan di ekosistem pendidikan perlu mendapatkan perhatian serius.
TANTANGAN pendidikan di era disrupsi teknologi disoroti. Generasi sekarang dinilai mandiri secara digital tetapi rentan di bidang sosial dan emosional.
PT AXA Mandiri Financial Services menyalurkan lebih dari Rp250 juta surplus underwriting asuransi syariah tahun buku 2024 kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Lestari Moerdijat mendorong kesinambungan sektor pendidikan dan dunia usaha untuk menjawab tantangan sosial dan sektor ekonomi yang meningkat dalam proses pembangunan.
Kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul lahir dari sistem pendidikan yang inklusif, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Penguatan proses pembelajaran teknik yang relevan dengan kebutuhan industri menjadi fokus utama ABB Motion melalui inisiatif ABB Motion Goes to Campus.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa ekosistem akademik yang kolaboratif mampu melahirkan capaian kelas dunia.
PERUBAHAN sering bergerak seperti arus di laut dalam; tak tampak di permukaan, tapi cepat dan kuat menentukan arah.
SEBUAH studi Bloomberg baru-baru ini melaporkan bahwa jumlah mahasiswa asing di perguruan tinggi Amerika Serikat turun 1,4%
Peran aktif perguruan tinggi harus didorong dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) nasional agar memiliki daya saing global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved