Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KANDUNGAN senyawa epigallocatechin gallate (EGCC) dalam teh hijau ternyata bisa mengobati pasien down syndrome.
Hal itu ditunjukkan oleh penelitian Dr Mara Dierssen dari Pusat Regulasi Genomic (CRG) di Barcelona, Spanyol.
EGCC, kata Dierssen, dapat meningkatkan fungsi kognitif pada pasien down syndrome. EGCC merupakan antioksidan yang bisa melindungi tubuh dari kerusakan sel.
Selama tudi, peneliti memberi pasien down syndrome dosis harian teh hijau.
Hasilnya, kandungan EGCC mampu meningkatkan fungsi kognitif di tiga bidang, yaitu memori visual, perilaku adaptif, dan kemampuan mengontrol diri.
"Kognitif dan konektivitas fungsional dari neuron di otak diperbaiki," ujar Dr Rafael de la Torre dari RS del Mar Medical Research Institute di Barcelona, Spanyol.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Bupati Samosir Vandiko Gultom mengusulkan peningkatan daya dukung fasilitas kesehatan di Samosir agar sejalan dengan statusnya sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Pilihan mengolah pangan dengan cara dikukus membawa dampak signifikan bagi kesehatan tubuh.
Mainan dan hiburan keluarga global Mattel bekerja sama dengan Autistic Self Advocacy Network (ASAN) merilis karakter Barbie dengan autisme dalam lini Barbie Fashionistas.
Peneliti berhasil memperbaiki fleksibilitas otak tikus model Down syndrome menggunakan molekul pleiotrophin. Temuan ini menantang teori terapi otak harus dilakukan sejak dalam kandungan.
Ilmuwan berhasil menunjukkan terobosan penting dalam penelitian down syndrome dengan menggunakan teknologi penyuntingan gen CRISPR-Cas9.
Down syndrome bisa diketahui sejak awal kehamilan tepatnya mulai usia kandungan 10 minggu, dengan melakukan pemeriksaan NIPT.
Faktor seperti usia orang tua, defisiensi nutrisi, folat, dan kelainan pada metabolisme B12 diduga bisa menjadi penyebab down syndrome.
NIPT atau Non-Invasive Prenatal Testing adalah tes skrining yang dapat dilakukan sejak usia kehamilan 10 minggu untuk mendeteksi kelainan kromosom pada janin, seperti Down syndrome
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved