Kamis 16 Juni 2022, 19:09 WIB

Megabiodiversitas di Laut Indonesia Jadi Sumber Inovasi Berkelanjutan, Salah Satunya Farmasi

Mediaindonesia.com | Humaniora
Megabiodiversitas di Laut Indonesia Jadi Sumber Inovasi Berkelanjutan, Salah Satunya Farmasi

Dok. Pribadi
Peta perairan Indonesia

 

DI tengah situasi dunia yang mengalami pergeseran konstalasi politik ekonomi dari hegemoni Barat, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan kabinetnya muncul sebagai negara yang memainkan peran politik ekonomi strategis dalam konstalasi global.

Seluruh mata dunia pun memandang Indonesia sebagai suatu kekuatan baru, baik dari sisi politik ekonomi global maupun keberlanjutan ekosistim dunia. 

"Karena kebijakan nasional dan regional yang dibangun oleh Pemerintahan Indonesia, akhirnya dunia melihat bahwa Indonesia bukan lagi hanya mitra strategis, namun menjadi negara yang akan memimpin perubahan peradaban dunia. Sumber daya manusia Indonesia memiliki nilai luhur yang mampu mengikuti perubahan dengan tetap menjaga ketahanan peradaban nusantaranya. Terlebih, hingga saat ini, sumber daya alam Indonesia masih mengandung banyak sumber mineral, sumber pangan, serta sumber farmasi." ujar Pakar Kelautan dan Perikanan, Freude TP Hutahaea dalam keteranganya.

Dalam konstalasi regional, menurut pria yang akrab disapa Roy ini, perairan laut Indonesia adalah gerbang penghubung aliran barang serta berbagai jaringan pipa dan kabel dari seluruh dunia. Dan sebesar 13 persen gunung aktif di dunia berada di Indonesia. 

Aktifitas vulkanologi adalah salah satu sumber hangatnya perairan laut di Indonesia, di samping menjadi sumber mineral-mineral yang dibutuhkan biota laut, juga menghasilkan mineral tambang berharga yang terpendam di dasar laut Indonesia. 

"Dari air laut saja terdapat lebih dari 40 ion mineral seperti klorida, natrium, magnesium, sulfat, kalsium, potassium, carbon, bromide, boron, stortium, fluoride, zinc, nikel, thorium, vanadium, dan lain-lain. Belum lagi kandungan mineral pada batuan dasar laut yang hingga saat ini orientasi dan kemampuan teknologi kita baru sebatas pasir laut untuk kepentingan reklamasi, belum mencapai pengolahan/ekstraksi material baru dan langka (rare earth)," ulas Roy. 

Menurut Roy, nilai dan fungsi strategis perairan laut Indonesia di dunia tidak semata-mata sumber daya Ikan dan rumput laut yang telah banyak berkonstribusi terhadap pendapatan negara dan kesejahteraan nelayan Indonesia.
Pengelolaan potensi sumber daya laut Indonesia harus juga dilakukan secara menyeluruh dan penuh kehati-hatian, sehingga tidak menjadi salah kelola.

"Fakta dan data mengatakan bahwa Indonesia sejak masa Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit telah mengarungi lautan untuk menyatukan pulau-pulau Nusantara, dan secara geografis Indonesia adalah Negara Maritim terbesar di sepanjang garis Katulistiwa, maka karakteristik oceanografi lautan Indonesia menyimpan Mega Sumberdaya Perikanan dan Biota Laut. Sehingga sudah tepat jika Presiden Joko Widodo membangun visi kelautan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia," tegas Roy.

Baca juga : Cegah Penunaan Kulit Dini dengan Sari Buah dan Sayur

Meski demikian, Roy menjelaskan, saat ini tantangannya ialah menerjemahkan visi Poros Maritim Dunia menjadi nyata dalam arah pembangunan kelautan jangka panjang, rencana strategis jangan pendek, maupun jangka menengah serta Tahapan Rencana Aksi yang dapat diimplementasikan, diawasi serta memberikan konstribusi positif bagi masyarakat dan negara.

"Agenda Pembangunan Nasional di sektor Kelautan seharusnya bukan agenda yang disusun dalam satu malam yang menyebabkan monotasi rencana aksi yang berulang dari tahun ke tahun. Rencana aksi harus disusun secara komprehensif, membangun skenario-skenario pengelolaan antisipatif dan adaptif terhadap perubahan global, membangun dan memetakan sinergitas ekosistem internal maupun antar institusi pemerintah, membangun jejaring kerja sama antar negara yang prospektif dengan pertimbangan  prudential sehingga tidak menjadi “ranjau” yang melemahkan pertahanan keamanan dan ketahanan nasional," ulas Roy. 

Selanjutnya Roy menjelaskan, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di sepanjang garis khatulistiwa yang menjadikan Indonesia wilayah Mega Marine Biodiversiti di dunia. Semua mata dunia tertuju ke Indonesia, masa depan obat-obatan (farmasi), makanan super (superfood) masa depan, teknologi material masa depan (rare earth), dan sumber air masa depan. 

Penelitian farmakologi era sekarang banyak mengeksplorasi sumber daya perikanan dan biota laut sebagai sumber bahan farmasi baru bagi peradaban pengobatan modern. 

"Dengan kandungan kelimpahan sumber daya perairan laut Indonesia sehingga disematkan sebagai Mega Marine Biodiversiti di dunia, maka masa depan pengobatan modern dan ke depan ada di Laut Indonesia. Potensi Mega Biodiversity Laut Indonesia itu adalah terkandungnya 8.500 spesies ikan di mana 37% spesies ikan dunia ada di Laut Indonesia,  555 species rumput laut atau 5% dari species rumput laut dunia terkandung di laut Indonesia, 950 spesies terumbu karang atau sekitar 48% species terumbu karang dunia ada di Indonesia," papar Roy. 

Terumbu karang, menurut Roy, adalah rumah bagi 25% spesies biota laut. Tantangan terbesar dari potensi ini adalah belum adanya pengembangan Industri Bioteknologi dan Industri Biofarmasi berbasis sumber daya kelautan di Indonesia. 

"Hal ini dapat dilihat di pasaran obat-obatan, makanan fungsional, dll, yang masih dikuasai produk-produk impor, terutama dari Amerika dan Eropa," pungkas Roy. (RO/OL-7)

Baca Juga

DOK MI.

Tafsir Ayat Membunuh Seorang Manusia seperti Membunuh Seluruh Manusia

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Agustus 2022, 20:40 WIB
Dalam surat Al-Ma'idah ayat 32 Allah swt menetapkan bahwa membunuh seorang manusia seakan-akan membunuh seluruh...
Ist

ATVI Siap Cetak Tenaga Ahli Terampil dan Songsong Indonesia Emas 2046

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Agustus 2022, 20:29 WIB
Akademi Televisi Indonesia (ATVI) berupaya keras menghasilkan sumber daya manusia yang terampil dalam bidang media digital, broadcast,...
ANTARA FOTO/Subur Atmamihardja

Peningkatan Kasus DBD di Daerah Mesti Diantisipasi

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Senin 08 Agustus 2022, 19:48 WIB
Situasi dengue di Indonesia sampai pekan ke 30 tahun ini secara kumulatif terlaporkan 68.903 kasus dengan kematian mencapai 640...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya