Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
POLITEKNIK Negeri Sriwijaya (Polsri), Palembang, Sumatra Selatan bersama PT Trakindo Utama (Trakindo), penyedia solusi alat berat di Indonesia berkolaborasi untuk mendukung kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan zaman. Lewat kegiatan Trakindo Goes to Campus (TGTC), mahasiswa mendapat pengalaman baru tentang dunia industri alat berat beserta perkembangan teknologinya.
Dosen Jurusan Teknik Mesin Polsri Irawan Malik menjelaskan, perkembangan teknologi saat ini harus dilihat sebagai peluang dan harus dimaksimalkan sebaik-baiknya. Lantas, mahasiswa harus memanfaatkan kegiatan tersebut untuk bekal masa depan mereka.
“Perkembangan yang terjadi di industri jangan dihadapi dengan penuh kekhawatiran, tetapi dihadapi dengan antusias," ujar Irawan dalam keterangannya, Selasa (14/6).
Menurutnya, setiap mahasiswa perlu terus menambah pengetahuan dan meningkatkan kemampuan tekniknya. Tidak lupa mengasah karakter yang bisa beradaptasi, tangguh, mau terus belajar, dan siap menghadapi apa yang ada di depannya.
"Sehingga bisa menjadi jawaban kebutuhan sektor industri dan untuk menjadi penerus di bidangnya masing-masing," terang Irawan.
Ia juga mengungkapkan keyakinannya bahwa setiap mahasiswa Polsri siap menjawab tantangan ini.
Adapun, tema TGTC kali ini adalah 'Membangun Keahlian Teknologi Tenaga Kerja Masa Depan'. Sekitar 526 mahasiswa-mahasiswi dan staf pengajar mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari jurusan Teknik Sipil, Teknik Mesin, dan Teknik Elektro.
HR Manager Sumatra Area Trakindo Reni Mailinar Vidyasiwi Azhar mencoba memberi gambaran kebutuhan SDM tidak hanya di Trakindo, tapi di industri alat berat umumnya. Dunia industri saat ini sangat cepat sekali perkembangannya. Adopsi otomasi teknologi terbaru mengubah lanskap dunia kerja.
"Perubahan ini membawa berbagai tantangan dan kita perlu mempersiapkan diri dengan baik dengan menyiapkan berbagai keterampilan tambahan sehingga bisa menjadikan tantangan sebagai peluang,” tutur Reni.
Baca juga ; Kemendikbud-Ristek: Perlatan Lab PTN dan Alkes FK Masih Impor
Dia berbagi lebih jauh mulai dari kebutuhan hingga keahlian apa saja yang diperlukan, sehingga peluang yang ada karena kemajuan teknologi yang begitu pesat bisa dimanfaatkan dengan optimal. Hal ini diharapkan bisa mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan zaman, serta menambah wawasan mereka.
“Apa yang kita pelajari di bangku pendidikan tinggi dan apa kita pahami di awal karier, bisa sangat berbeda dalam kurun waktu 2 tahun setelahnya. Maka dari itu sangat penting bagi kita untuk memiliki keterampilan seperti soft skills untuk mendukung pengetahuan dan keterampilan teknik yang telah kita pelajari sebelumnya,” imbuhhya.
Reni menegaskan, SDM merupakan salah satu elemen kunci yang sangat mempengaruhi kinerja usaha. Untuk itu, Trakindo juga berfokus pada penguatan pendidikan karakter, selain tentunya juga meningkatkan kompetensi.
Branch Head Trakindo Prabumulih Faisal Muhdana, yang merupakan salah satu alumni Polsri, mengungkapkan pengalamannya mengenai pentingnya memiliki soft skills. Hal itu untuk bertahan dan terus bertumbuh.
“Sektor industri terus berkembang, mulai dari aplikasi teknologi, standar, hingga ekspektasi pelanggan, maka dari itu mahasiswa perlu menumbuhkan sifat adaptif. Dengan mengembangkan soft skills, kemampuan hard skills akan beriringan ikut terus bertumbuh mengikuti perkembangan zaman,” ucap Faisal Muhdana.
Kolaborasi tersebut merupakan perwujudan komitmen Trakindo di bidang pendidikan khususnya pendidikan vokasi dengan memberikan edukasi dan pembekalan kepada mahasiswa.
Selain itu juga menjadi bagian dari semangat Advancing You Forward untuk memajukan kemampuan dan kinerja semua pemangku kepentingan, termasuk pelajar, demi mencapai tujuan dan kesuksesan jangka panjang.
Kegiatan ini diharapkan membuka wawasan mengenai karier dan teknologi di masa depan, serta memotivasi untuk mampu memberikan kontribusi positif untuk masa depan yang lebih baik.(OL-7)
Kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul lahir dari sistem pendidikan yang inklusif, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Melalui PractiWork, mahasiswa tidak hanya dinilai dari sisi akademik, tetapi juga mencakup kemampuan kognitif, psikomotorik, karakteristik kepribadian, hingga minat dan preferensi kerja.
Periode paling krusial bagi perkembangan manusia terjadi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Periode ini mencakup masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
LSP Quantum HRM Internasional dan Global Communication Network Indonesia (GCNI) resmi menjalin kerja sama strategis dalam penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi kompetensi.
Musda ke-VIII Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Banten resmi ditutup dan menandai babak baru kepemimpinan organisasi kepemudaan di Tanah Jawara.
Konsep GAR hadir dari keprihatinan akan adanya kesenjangan antara teori akademik dengan tantangan nyata di lapangan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta pendatang baru pasca Idul Fitri 1447 H mempersiapkan diri dan memiliki skill, seiring ekonomi Jakarta yang tumbuh positif.
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat penyerapan tenaga kerja nasional menunjukkan tren membaik pada November 2025.
Terdapat 1.236 perusahaan industri yang menyelesaikan tahap pembangunan pada 2025 dan siap mulai berproduksi untuk pertama kali pada 2026.
Sinergi ini merupakan bukti nyata bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri mampu menghasilkan talenta berkualitas.
Sektor periklanan menyerap lebih dari 70 ribu tenaga kerja dan mencatat pertumbuhan pengeluaran iklan digital hingga 12% per tahun.
Menaker menegaskan percepatan produktivitas nasional membutuhkan keterlibatan aktif pemangku kepentingan pemerintah, industri, akademisi, profesi, dan generasi muda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved