Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KOORDINATOR Lapangan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) Adi Bayu Rusandi mengungkapkan operasi TMC untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan berhasil menihilkan titik panas di wilayah Sumatra Selatan dan Jambi.
"Operasi ini sudah dimulai sejak tanggal 23 Mei 2022 dan ditargetkan berjalan selama 15 hari," kata Adi saat dihubungi, Kamis (2/6).
Selain berhasil menihilkan hotspot, operasi TMC itu juga terpantau mampu meningkatkan curah hujan di wilayah Sumatra Selatan. Dari yang tadinya 28,33 juta m3 pada 30 Mei 2022 menjadi 31,87 juta m3 pada 31 Mei 2022.
Adi menjelaskan, penyemaian dilakukan dengan menggunakan pesawat Casa A-2103 dengan target penyemaian di Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Musibanyuasin, Kabupaten Tanjab Timur dan Kabupaten Muaro Jambi.
Hingga 1 Juni 2022, pihaknya telah menggunakan sebanyak 4.800 kilogram bahan semai dari total 24.000 kilogram bahan semai yang disiapkan untuk operasi TMC Sumsel dan Jambi.
"Sejauh ini TMC berjalan lancar dan tim TMC BRIN jumlah 14 personil seluruhnya dalam keadaan sehat dan aman," pungkas dia.
Baca juga: TMC Cegah Karhutla di Sumsel dan Jambi Berjalan Lancar
Terpisah, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Basar Manullang mengungkapkan masuknya musim kemarau pada Juni dan eskalasi kejadian karhutla yang meningkat di Sumatra Selatan dan Jambi membuat kita harus melakukan antisipasi sedini mungkin.
"Kami berharap pelaksanaan TMC bisa berjalan lancar dan sesuai dengan rencana yang telah dibuat. TMC akan dilakukan selama lima belas hari, semoga akan meningkatkan curah hujan sama seperti TMC di Riau kemarin," harap Basar.
Adapun, operasi TMC di Provinsi Riau pada April berhasil menambah curah hujan sebesar 15% dibandingkan dengan curah hujan historis selama 10 tahun ke belakang (2012 – 2021).
Selain itu, selama pelaksanaan operasi TMC di Riau tidak terpantau terjadi kebakaran hutan dan lahan serta tidak terpantau titik panas dengan confidence level > 80%.
Basar menjelaskan Menteri LHK telah menjadikan operasi TMC menjadi salah satu solusi permanen pencegahan karhutla selain patroli dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Operasi TMC dilakukan dengan tujuan untuk membasahi lahan gambut agar terjaga kelembabannya, menjaga tinggi muka air tetap stabil sehingga tidak mudah terbakar, mengisi kanal-kanal, embung dan kolam-kolam retensi areal guna mencegah kebakaran terutama di lahan gambut.
"Kami di sini pun terus berkoordinasi dengan pihak BNPB, BMKG, TNI, BRGM, Pemda Sumsel dan Jambi, serta pemangku kepentingan lainnya dalam pengendalian karhutla," tukas Basar.
Dia menambahkan, Manggala Agni juga terus berupaya di lapangan melakukan langkah pencegahan agar karhutla tidak terjadi dengan terus menguatkan upaya pencegahan karhutla, mitigasi bencana hidrometrologi.
"Tidak sekedar pemadaman, operasi TMC harus diperhitungkan sebagai kegiatan yang efektif untuk mengurangi terjadinya karhutla," jelasnya.
Hal paling penting lainnya, imbuh Basar, adalah edukasi kepada masyarakat agar tidak lagi membakar lahan.
"Saya berharap masyarakat juga terus ikutserta dalam upaya mencegah karhutla ke depan. Kami sudah melakukan sosialisasi terkait cara membuka lahan tanpa membakar, serta betapa pentingnya menjaga hutan dan lahan," pungkasnya.(OL-5)
UPAYA pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus dilakukan secara intensif.
Dari sebanyak 8 lokasi Karhutla di Riau, wilayah Kabupaten Pelalawan merupakan daerah yang cukup luas terdampak.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau resmi menetapkan status siaga darurat Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) per Jumat (13/2) yang berlaku hingga 30 November 2026 mendatang.
KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Provinsi Riau terus meluas dan bahkan telah menembus hingga 745,5 hektare (ha).
JUMLAH titik panas atau hotspot sebagai indikator karhutla di Riau terus melonjak. Berdasarkan pantauan terakhir satelit ditemukan sebaran titik panas yakni 336 di sumatra
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih akan berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026.
P1 (Penumbra mulai) gerhana bulan total di Sumsel akan terjadi pukul 22.26 wib, Minggu malam.
Ini kata BMKG. soal anggapan sebagian orang yang menganggap bahwa gempa Banyuasin tidak lazim karena terjadi di wilayah yang belum pernah terjadi gempa.
Sebayak tujuh program prioritas yang akan dijalankan dalam upaya percepatan kesejahteraan rakyat dan pembangunan di Sumatra Selatan (Sumsel).
GUBERNUR Sumsel mengaku sepakat dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto untuk mempersingkat birokrasi dan menghapus birokrasi yang bertele-tele.
GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru meminta Presiden Prabowo Subianto membantu penyelesaian pembangunan Bendungan Tiga Dihaji di OKU Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved