Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

GSM Dorong Sekolah Menyenangkan Jadi Budaya Baru

Widhoroso
01/6/2022 17:41
GSM Dorong Sekolah Menyenangkan Jadi Budaya Baru
Pendiri Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) Muhammad Nur Rizal.(DOK MI)

GERAKAN Sekolah Menyenangkan (GSM) mendorong agar sekolah menyenangkan dapat menjadi kultur atau budaya baru. Dengan demikian, diharapkan dapat membuat anak menjadi pembelajar sepanjang hayat.

"Program sekolah menyenangkan dapat menjadi kultur baru di sekolah, karena bertujuan agar anak senang belajar. Dengan demikian akan tumbuh menjadi pembelajar sepanjang hayat yang merupakan karakter yang dibutuhkan pada abad 21," ujar Pendiri GSM, Muhammad Nur Rizal dalam keterangan yang diterima, Rabu (1/6).

Dikatakan, pendekatan untuk menciptakan kultur sekolah disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing. Sehingga, sekolah dan guru punya ruang untuk mengembangkan dirinya sesuai dengan pilihan yang ada. "Hal ini baik karena tidak ada penyeragaman dalam pengembangan kualitasnya," ujar Rizal.

Menurutnya, penyeragaman seperti pencapaian pada nilai akademik yang tinggi dapat melahirkan budaya kompetisi. Jika kondisi setiap sekolah berbeda, kompetisi seperti itu akan melahirkan ketimpangan dan kastanisasi akibat lahirnya sekolah favorit dan tidak favorit.

Selain itu, lanjut Rizal, GSM juga mendorong sekolah memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dimiliki secara maksimal, sehingga lebih efisien dan tidak boros. "GSM mendorong sekolah untuk membangun komunitas yang setara dan mandiri untuk bertransformasi bersama menuju Sekolah Menyenangkan, sehingga tidak diperlukan proses seleksi dalam rekrutmennya," ucapnya.

Terkait transformasi pendidikan yang ada saat ini, GSM menggelar Pekan Perubahan dari Akar Rumput (Pendar). Melalui kegiatan ini, GSM mencoba merefleksikan sikap stake holder dunia pendidikan dalam menghadapi tantangan transformasi ini sudah benar-benar inklusif untuk semua golongan dan merupakan perubahan mendasar.

Mengusung tema 'Bangkitnya Sekolah Menyenangkan di Indonesia', kegiatan Pendar menyelenggarakan rangkaian kegiatan seperti Ng(k)aji Pendidikan, Komunitas Berbagi secara mandiri, dan Simposium para Penyimpang Positif guru perwakilan beberapa daerah di Indonesia.

Dikatakan, Ng(k)aji Pendidikan ditujukan untuk mengimbaskan gagasan, nilai-nilai kepada guru-guru di Indonesia untuk melakukan perubahan pola pikir yang menuntun kodrat lahiriah murid seperti daya pikir, daya rasa, daya karsa, dan daya raga untuk mencapai versi terbaiknya melalui Sekolah Menyenangkan. Hal ini akan mempercepat pemerataan kualitas pendidikan untuk semua, karena pendidikan berkualitas adalah hak setiap anak bangsa tanpa terkecuali.

"Sedangkan Komunitas Berbagi yang diselenggarakan selama sebulan memberikan ruang bagi semua guru untuk bisa berkolaborasi webinar daring dengan dosen, widyaiswara, kepala sekolah, dan pengawas untuk berbagi segala hal tentang pendidikan yang menyenangkan. Tidak ada struktur organisasi, kelengkapan administrasi, surat resmi, karena kita memberi ruang bagi semua untuk berpartisipasi baik sebagai narasumber, moderator, host, notulen, bahkan sebagai peserta. Sudah puluhan komunitas yang memiliki hingga ribuan peserta mendaftar dan melaksanakan kegiatan ini," jelasnya.
 
Rangkaian ini nantinya akan ditutup dengan Symposium Penyimpang Positif GSM, yaitu kegiatan konsolidasi bersama guru-guru penyimpang positif GSM untuk memperluas pergerakan perubahan pendidikan. "Kami  meyakini bahwa kegiatan Pendar akan mempercepat pemulihan pendidikan akibat COVID-19 serta mengejar ketertinggalan dunia pendidikan Indonesia dibanding negara-negara lain," jelas Rizal. (Ant/RO/OL-15)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya