Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Prof Dr H Ahmad Syafii Maarif meninggal dunia di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta, pada pukul 10.15 WIB, Jumat (27/5). Banyak tokoh yang mengucapkan belasungkawa dan mengenang kebaikan-kebaikan almarhum, di antaranya Yenny Wahid dan Peter F Gontha.
Yang menarik, Yenny Wahid mengungkapkan hubungan Syafii dengan Gus Dur dan Peter Gontha mengisahkan Syafii dengan Presiden kedua RI Soeharto. Dalam akun resmi Instagramnya, Yenny menulis bahwa Buya Syafii dan Gus Dur ialah dua tokoh yang berjasa mendekatkan hubungan antara Muhammadiyah dan NU yang sempat kurang harmonis karena perbedaan posisi politik maupun persoalan amaliyah keagamaan. Persamaan visi kebangsaan serta kerapnya pertemuan di antara mereka berdua membuat hubungan antara kedua lembaga menjadi mesra.
"Baik Gus Dur maupun Buya Syafii lebih setuju dengan Islam sebagai inspirasi kehidupan umat dan masyarakat dan tidak perlu diformalkan sebagai hukum negara, karena bisa terjadi diskriminasi terhadap warga negara non-Muslim," ujar Yenny di akun @yennywahid. "Buya Syafii mengaku sering rindu Gus Dur, apalagi ketika beliau merasa kesepian dalam berjuang menegakkan toleransi di Indonesia."
Buya Syafii ialah tokoh yang independen, berani mengutarakan kritikan, bahkan kepada para pejabat negara. Terakhir Yenny berdiskusi lewat Whatsapp mengaku banyak bertukar pikiran mengenai nasib Garuda. Beliau punya kepedulian atas berbagai isu di masyarakat.
"Buya Syafii sosok yang sederhana, ke mana-mana naik sepeda dan Vespa. Namun beliau kaya dalam karya dan amalan baik untuk bangsa. Selamat jalan, Buya. Semoga engkau mendapat tempat di sisi Allah SWT. We will miss you," tandasnya.
Peter Gontha mengaku menangis pada hari ini saat mendengar kabar kepergian Syafii. Ia mengenang Buya sebagai seorang yang selalu memanggilnya dengan lantang, "Peter ke sini dulu," dalam tulisannya dalam akun resmi di Instagram, @petergontha. Ia pun mengaku hatinya dengan Syafii sangat dekat, meski jarang menemuinya.
Baca juga: Kapolri: Kita Kehilangan Tokoh dan Bapak Bangsa
Ia mengungkap fakta lain yang menarik. Ia selalu ingat perkataan Buya sejak zaman Orde Baru. Kata Buya, "Pak Harto orang baik tapi orang sekelilingnya jangan terlalu mau semuanya."
"Beliau tahu bahwa dengan saya beliau bisa bicara apa adanya. Saya sangat sayang dan hormat. Buya yang terkasih, selamat jalan. Indonesia akan dan harus berjuang terus untuk keselamatannya. Semoga Buya dari tempat di atas sana bisa selalu melindungi RI dari ancaman-ancaman. Sekali lagi, selamat jalan Buya. Indonesia menangis." (OL-14)
Putri Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid, menegaskan humor punya posisi penting sebagai medium kritik dan refleksi sosial.
Menurutnya, pengabdian Banser tidak hanya berhenti pada aspek keamanan, tetapi juga kemanusiaan, solidaritas sosial, dan pelayanan publik.
PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menggelar syukuran atas anugerah gelar pahlawan nasional kepada K.H Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Marsinah.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa meminta masyarakat menerima keputusan pemerintah memberikan gelar pahlawan nasional kepada 10 tokoh
Selain Soeharto, terdapat sembilan tokoh lain yang turut menerima gelar Pahlawan Nasional tahun ini.
Presiden ke-8 RI Prabowo Subianto resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada 10 tokoh bangsa pada Senin (10/11), bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional.
ADA sejumlah kalangan, terutama aktivis hak-hak asasi manusia, sangat kecewa dengan sikap Muhammadiyah yang menyetujui pemberian gelar pahlawan pada mantan Presiden Soeharto.
Bahlil Lahadalia menilai Soeharto layak mendapatkan gelar pahlawan nasional. Ia berharap pihak yang menolak dapat menerima keputusan pemberian gelar tersebut.
Titiek Soeharto menilai pro-kontra penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional merupakan hal wajar. Ia membantah ada campur tangan keluarga Cendana dalam penetapan gelar Pahlawan Soeharto
Paguyuban Persaudaraan Trisakti 12 Mei 1998 menyampaikan pernyataan sikap resmi terkait keputusan pemerintah yang memberikan Gelar Pahlawan Nasional kepada sejumlah tokoh.
Politisi PDIP Ribka Tjiptaning dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan pencemaran nama baik Soeharto usai menyebutnya pembunuh jutaan rakyat
Bahkan dunia media sosial seperti X (twitter) ini penetapan Suharto sebagai Pahlawan Nasional menjadi tranding.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved