Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
KERONGKONGAN merupakan organ yang menghubungkan tenggorokan dengan lambung. Fungsi kerongkongan yaitu mempermudah sistem pencernaan makhluk hidup.
Secara umum fungsi kerongkongan untuk membantu proses pencernaan. Namun ternyata fungsi dari organ ini cukup kompleks. Berikut beberapa fungsi dari kerongkongan.
1. Menutup jalur pernapasan saat makan dan minum
Fungsi kerongkongan yang pertama yaitu menutup jalur pernapasan saat makan dan minum. Bagian yang berperan untuk menjalankan tugas ini yaitu epiglotis. Katup ini berguna mencegah makanan dan cairan masuk ke paru-paru. Dengan demikian, kita tidak akan tersedak saat sedang makanan atau minum.
2. Menghancurkan makanan dan membantu makanan masuk ke lambung
Otot-otot pada kerongkongan bisa menghasilkan gerak peristaltik. Gerakan ini dapat meremas makanan dan membantu makanan terus masuk ke lambung. Gerak ini juga ditemukan di organ lain seperti usus halus dan usus besar.
3. Mencegah makanan kembali ke mulut
Kerongkongan memiliki bagian bernama sfingter yang dapat mencegah makanan bergerak kembali ke mulut. Dengan demikian, makanan yang sudah masuk tidak dapat keluar lagi. Ini membuat pencernaan lebih lancar.
Meskipun hanya berupa saluran panjang, ternyata kerongkongan memiliki anatomi khusus yang menunjang fungsinya. Berikut beberapa anatomi penyusun kerongkongan.
1. Epiglotis. Ini merupakan bagian kerongkongan yang letaknya di awal. Bagian ini menjadi penutup jalur pernapasaan saat kita menelan makanan.
2. Dinding esofagus. Bagian ini tersusun atau lapisan otot yang sama dengan lapisan pada lambung dan usus. Adapun lapisan otot tersebut, seperti berikut:
a. Adventitia. Lapisan ini merupakan bagian terluar yang disusun atas jaringan ikat. Adventitia berakhir di bagian ujung kerongkongan dan berbatasan dengan lambung.
b. Dinding otot. Pada esofagus terdapat dua macam lapsan otot yaitu otot yang memanjang di luar dan otot yang melingkar di bagian dalam.
c. Submukosa. Lapisan ini memiliki kelenjar yang menghasilkan lendir. Fungsi lendir ini sebagai pelumas untuk mempermudah gerakan makanan.
3. Sfingter. Bagian ini merupakan otot bentuk cincin yang bisa membuka dan menutup. Terdapat dua jenis sfingter, yaitu sfingter atas dan bawah. Sfingter atas berada dengan dengan tenggorokan yang menghubungkan hidung dengan mulut. Sedangkan sfingter bawah terletak pada pertemuan kerongkongan dengan lambung bagian atas. (OL-14)
Sekitar 85,1% responden mengaitkan stres dengan kesulitan dalam kesehatan usus, sementara kebiasaan makan yang tidak teratur juga turut memperburuk kondisi.
Variasi makanan sangat berpengaruh terhadap kesehatan sistem pencernaan dan kondisi tubuh anak secara menyeluruh.
Serat bukan sekadar pelengkap pola makan, melainkan komponen vital dalam menjaga kesehatan pencernaan, mengendalikan kolesterol, hingga mendukung ekosistem bakteri baik di dalam tubuh.
Fenomena “kupu-kupu” di perut saat gugup ternyata berkaitan erat dengan sumbu otak-usus. Begini penjelasan ilmiah para ahli.
Kebiasaan jalan kaki setelah makan sering diremehkan, padahal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh dan mental.
Mengonsumsi apel secara rutin, terutama tanpa mengupas kulitnya, terbukti mendukung kesehatan jantung.
SISWA sekolah menengah atas kelas 11 atau XI akan mempelajari pelajaran Biologi secara khusus. Ada sejumlah bab dan pembahasan dalam pelajaran Biologi yang mesti dipahami siswa SMA kelas 11.
TULISAN kali ini merangkum pelajaran Biologi kelas 12. Bagi siswa SMA kelas 12 yang ingin memahami pelajaran Biologi, artikel ini akan memberikan garis besar bahan-bahannya.
Teori Evolusi yang dirumuskan oleh Charles Darwin merupakan salah satu gagasan ilmiah paling berpengaruh dan terkenal dalam sejarah sains.
Teori evolusi adalah konsep yang sangat penting dalam ilmu pengetahuan, khususnya biologi, yang menjelaskan bagaimana kehidupan berkembang seiring waktu.
Sains adalah jendela ilmu yang membantu manusia memahami alam semesta. Berikut lima cabang utama ilmu sains.
Dalam dunia hewan, terdapat berbagai mekanisme reproduksi yang bervariasi tergantung pada spesiesnya. Dua di antaranya yang menarik perhatian adalah reproduksi vivipar dan ovovivipar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved