Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mengonfirmasi terjadi cacar monyet pada seseorang yang melakukan perjalanan dari Inggris menuju Nigeria dan kembali ke Inggris.
Virus cacar monyet atau monkeypox adalah Zoonosis sylvatic dengan infeksi manusia insidental yang biasanya terjadi secara sporadis di bagian hutan Afrika Tengah dan Barat. "Virus monkeypox termasuk dalam famili orthopoxvirus. Monkeypox dapat ditularkan melalui kontak dan paparan droplet yang dihembuskan," dalam keterangan resmi WHO tersebut, Selasa (17/5).
Penularan juga bisa berasal dari kontak dengan hewan hidup dan mati melalui perburuan dan konsumsi hewan liar.
Baca juga: Pantau Covid-19, Wantimpres Sambangi Wisma Atlet Kemayoran dan RSCM
Masa inkubasi cacar monyet biasanya dari 6-13 hari tetapi bisa mencapai 21 hari. Ahli menyebut bahwa penyakit ini sering sembuh dengan sendirinya dalam waktu 14-21 hari. Gejala yang ditimbulkan bisa ringan atau parah, seperti gatal atau nyeri.
Dalam kasus yang terjadi baru-baru ini otoritas kesehatan di Inggris Raya telah membentuk tim manajemen insiden untuk mengoordinasikan identifikasi dan pengelolaan kontak.
Pada 11 Mei, pelacakan kontak ekstensif telah mengidentifikasi kontak yang terpapar di masyarakat, pengaturan perawatan kesehatan, dalam penerbangan internasional. Tidak ada yang melaporkan gejala yang kompatibel sejauh ini.
"Semua kontak yang teridentifikasi telah dinilai dan diklasifikasikan berdasarkan keterpaparan mereka terhadap kasus tersebut dan ditindaklanjuti dengan tepat melalui pengawasan aktif atau pasif selama 21 hari setelah paparan terakhir mereka terhadap kasus tersebut," ujarnya.
Baca juga: Menkes: Kesadaran Prokes Penentu Relaksasi Menuju Normal
Pihak berwenang Nigeria diberitahu tentang kasus ini dan melakukan pengecekan riwayat perjalanan di Nigeria pada 7 Mei. Kasus ini tidak melaporkan kontak dengan siapa pun dengan penyakit ruam atau cacar monyet yang dikenal di Nigeria.
Rincian perjalanan dan kontak di Nigeria telah dibagikan dengan pihak berwenang di Nigeria untuk ditindaklanjuti jika diperlukan.
"Penilaian risiko WHO di Inggris, ada tujuh kasus cacar monyet yang dilaporkan sebelumnya semua impor terkait dengan riwayat perjalanan ke atau dari Nigeria," ungkapnya.
Sejak September 2017, Nigeria terus melaporkan kasus cacar monyet. Dari September 2017 hingga 30 April 2022, total 558 kasus yang dicurigai telah dilaporkan dari 32 negara bagian di negara ini. Dari jumlah tersebut, 241 kasus dikonfirmasi, dan di antaranya ada delapan kematian yang tercatat Case Fatality Ratio 3,3%.
Dari 1 Januari hingga 30 April 2022, ada 46 kasus yang dicurigai telah dilaporkan, 15 di antaranya dikonfirmasi dari tujuh negara bagian dan tidak ada kematian yang tercatat pada tahun 2022.
Dalam kasus ini, sumber infeksi saat ini tidak diketahui dan risiko penularan lebih lanjut di Nigeria tidak dapat dikecualikan. Setelah monkeypox dicurigai di Inggris, pihak berwenang segera memulai tindakan kesehatan masyarakat yang tepat, termasuk isolasi kasus dan pelacakan kontak.
"Oleh karena itu, risiko potensi penyebaran lanjutan terkait dengan kasus ini di Inggris adalah minimal. Karena sumber infeksi di Nigeria tidak diketahui, masih ada risiko penularan lebih lanjut di Nigeria," pungkasnya. (H-3)
Otoritas kesehatan Inggris mengidentifikasi varian baru cacar monyet hasil rekombinasi clade Ib dan IIb. Para ilmuwan menilai dampaknya, sementara kasus global terus meningkat.
Mpox merupakan infeksi virus yang menyebar melalui kontak dekat dan biasanya menyebabkan gejala seperti flu dan lesi bernanah di sekujur tubuh.
Dua kasus suspek Monkey Pox (Mpox) atau cacar monyet yang dilaporkan di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, bukan merupakan kasus konfirmasi Mpox.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa monkeypox (mpox) bukan lagi dianggap sebagai keadaan darurat kesehatan internasional.
Kasus Mpox atau cacar monyet kembali muncul di Indonesia. Ketahui gejala awal, penyebab penularannya, dan langkah pencegahan efektif agar tidak tertular penyakit ini.
Angka korban tewas akibat Mpox di Afrika telah mencapai 1.200 orang, sementara jumlah kasus yang tercatat tahun ini telah melampaui 62.000.
Mengonsumsi ikan akan memberi energi, protein dan berbagai jenis nutrien yang penting bagi kesehatan.
Tiga tinjauan Cochrane yang ditugaskan WHO mengungkap potensi besar obat GLP-1 untuk penurunan berat badan, namun pakar peringatkan risiko jangka panjang.
WHO terus memantau sejumlah penyakit infeksi paru berat seperti flu burung, MERS, influenza berat, dan virus Nipah yang berisiko tinggi bagi kesehatan global.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi memasukkan virus Nipah (NiV) ke dalam daftar patogen prioritas yang berpotensi memicu pandemi berikutnya.
DISEASE Outbreak News (DONs) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan laporan resmi meninggalnya pasien akibat infeksi virus Nipah (NiV) di Banglades
LEBIH dari 18.500 pasien di Gaza, Palestina, membutuhkan pengobatan medis khusus yang tidak tersedia di daerah kantong tersebut. Demikian menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved