Jumat 06 Mei 2022, 23:47 WIB

Pergerakan Kasus Covid-19 Usai Lebaran Butuh Waktu Sebulan

Ant | Humaniora
Pergerakan Kasus Covid-19 Usai Lebaran Butuh Waktu Sebulan

Antara
Ilustrasi

 

EPIDEMIOLOG dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengatakan kasus covid-19 usai libur Lebaran 2022 baru akan terlihat sekitar satu bulan mendatang.

"Untuk mengetahui  kasus COVID-19, efek dari Lebaran, sekitar sebulan lah rata-rata, namun ini juga bergantung seberapa baik deteksi karena kembali, apapun itu bergantung pada kemampuan deteksi," kata Dicky.

Perkiraan waktu tersebut, kata Dicky, adalah paling ideal mengingat pemerintah juga mewajibkan pemudik untuk memperoleh vaksinasi penguat sebelum melakukan aktivitas mudik Lebaran. Kebijakan ini ntuk mencegah gelombang kasus, meski tidak diketahui pasti bagaimana kepatuhan pemudik pada ketentuan itu.

"Permasalahannya adalah kita tidak tahu seberapa banyak pemudik yang mendapatkan booster, namun setidaknya masih dalam durasi efektif dari dua dosis vaksinasi, yang artinya masih berada di bawah tujuh bulan pasca suntikan kedua," ucapnya.

Meski demikian, Dicky membenarkan vaksinasi bukan menjadi satu-satunya faktor amannya perjalanan mudik lebaran 2022 ini dari ancaman covid-19. Namun juga ada pengaruh ventilasi dan sirkulasi udara, serta tingkat kerumunan.

Dicky menyebutkan  meski hanya ada 10-20 persen orang yang terinfeksi korona, berpotensi jadi pembawa virus ini dan menularkannya, terlebih momen mudik dan balik, adalah waktu di mana kerumunan orang akan bergerak bersamaan.

"Nah efektifitas penularan dalam arus ramai seperti ini bergantung pada seberapa banyak orang yang mendapat vaksinasi, tidak perlu 100 persen sekitar 70 atau 60 persen relatif akan menjadi barrier, terlebih jika sudah 100 persen. Karenanya kita semua berharap vaksinasi yang dilakukan beberapa waktu belakangan tidak akan sampai memberi efek negatif pada perkembangan penanganan COVID-19," ucapnya.

Jasa Marga mencatat sebanyak 1,7 juta kendaraan meninggalkan Jabotabek menuju tiga arah, yaitu Timur (Trans Jawa dan Bandung), Barat (Merak), dan Selatan (Puncak) dalam arus mudik Lebaran 2022.

Angka ini naik 9,5 persen jika dibandingkan dengan Lebaran 2019, sebelum pandemi. Jika dibandingkan dengan lalu lintas normal pada periode November 2021 yang merupakan lalu lintas tertinggi saat pandemi, 1,7 juta kendaraan yang melintas di periode mudik tahun ini naik 18,6 persen. (OL-8)

Baca Juga

MI/Rommy Puji

Sosok Tjahjo Kumolo Panutan bagi Gubernur Waterpauw

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 01 Juli 2022, 19:57 WIB
PENJABAT (Pj) Guberur Provinsi Papua Barat, Komjen Pol (Purn) Drs Paulus Waterpauw, M.Si mengenang sosok mendiang Menteri PAN RB, Tjahjo...
ANTARA/Irwansyah Putra

KLHK Luncurkan Aplikasi Pemantauan Karhutla secara Real Time

👤Atalya Puspa 🕔Jumat 01 Juli 2022, 19:00 WIB
Sistem tersebut telah diuji coba secara langsung di wilayah Sumatra Utara, Riau, Jambi, dan Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan...
DOK PT Asabri

Peringati HUT Bhayangkara, PT Asabri Program Pelestarian Alam

👤Widhoroso 🕔Jumat 01 Juli 2022, 19:00 WIB
PT Asabri (Persero) melaksanakan Program Pelestarian Alam melalui aksi penanaman pohon di sejumlah kesatuan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya