Senin 02 Mei 2022, 13:20 WIB

Kesthuri Sampaikan Aspirasi Kuota Haji 2022 ke DPD RI

Putra Ananda | Humaniora
Kesthuri Sampaikan Aspirasi Kuota Haji 2022 ke DPD RI

Antara
Ilustrasi

 

KESATUAN Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesthuri) mengadakan pertemuan dengan Ketua DPD La Nyalla Mahmud Mattalitti. Dalam pertemuan tersebut, perwakilan Kesthuri yakni Ketua Umum Asrul Azis Taba, mengadukan masalah penetapan kuota haji khusus. Menurutnya, Menteri Agama telah melanggar Undang-Undang Nomor 8 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umroh.

"Dalam UU Nomor 8 itu, Pasal 64 ditegaskan bahwa kuota haji khusus ditetapkan sebesar delapan persen dari kuota haji Indonesia," kata Asrul Azis Taba, Minggu (1/5).

Asrul menjelaskan, keputusan Menteri Agama (KMA) 405 tahun 2022 telah mengurangi kuota perjalanan haji yang diatur secara swasta. Alokasi pengaturan perjalanan haji secara swasta tidak diberikan secara penuh. Dalam KMA Nomor 405 Tahun 2022, dimana dari kuota haji Indonesia sebesar 100.051, dialokasikan untuk haji reguler sebesar 92.725 (92,67 persen) dan haji khusus sebesar 7.226 (7,33 persen).

"Kalau 8%, harusnya kuota haji khusus yang diberikan kepada swasta sebesar 8.004 kuota. Masalahnya angka tersebut sudah terdiri dari 6.664 asli jamaah dan sisanya petugas haji khusus," jelasnya.

Asrul sangat keberatan dengan hal itu. Kesthuri dan asosiasi lainnya ingin agar Menteri Agama merevisi keputusan tersebut. Turut mendampingi Asrul antara lain Sekjen Kesthuri Artha Hanif, Waketum Kesthuri Eko Kusumawan, Bendahara Umum Irmawati, Wasekjen Elham Riziqh dan pengurus bidang Umroh Haji, Eko Martinho

"Prinsipnya hak swasta terkait penetapan kuota haji khusus ini dijamin oleh Undang-undang. Adanya KMA itu menunjukkan kesewenang-wenangan dari Kementerian Agama," ucapnya.

Ditambahkan Asrul, keputusan Menteri Agama itu merugikan masyarakat yang telah mendaftar haji khusus. Padahal mereka sudah menunggu selama dua tahun.

"Makanya kita minta KMA Nomor 405 direvisi. Dengan melapor ke Pak Ketua DPD RI dan disuarakan, mungkin hal ini akan lebih didengar," ucapnya.

Dijelaskan Asrul, Kesthuri dan asosiasi lainnya yang tergabung dalam Forum Sathu (Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umroh) telah mengirimkan surat ke berbagai pihak agar hal itu diperhatikan.

"Kami di Forum Sathu yang terdiri dari enam asosiasi travel haji dan umroh, yaitu Amphuri, Asphurindo, Kesthuri, Gaphura, Mutiara, dan Ampuh sudah menyampaikan permohonan revisi KMA ke berbagai pihak antara lain Mensesneg, Menkumham, DPR RI dan sekarang ini ke DPD RI," ujarnya.

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, meminta Menteri Agama mematuhi Undang-undang yang telah tegas mengatur penetapan kuota haji khusus itu. "Harusnya Menag patuh Undang-Undang. Saya harap dia mengambil kebijakan yang selaras Undang-undang," kata dia.

Ditambahkan LaNyalla, Menag juga perlu menunjukkan sikap dan memberi teladan dengan mematuhi hukum negara dan hukum syariat Islam. "Pesan saya, jangan mengambil hak orang lain. Maka sudah seharusnya kembalikan hak sebenar-benarnya, karena ini kepentingan jamaah, kepentingan rakyat," kata Senator asal Jawa Timur itu. (Uta/OL-10)

Baca Juga

Antara

Capaian Vaksinasi Kedua Bertambah 5.803 orang

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Minggu 03 Juli 2022, 16:35 WIB
Total 169.117.557 orang telah menerima vaksin lengkap per Minggu...
Antara

Tingkatkan Daya Saing Nasional, Rerie: Manfaatkan Potensi Kelautan

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 03 Juli 2022, 16:24 WIB
Meningkatnya kesadaran masyarakat dunia tentang masa depan laut, harus mendorong Indonesia lebih serius mengelola sumber daya kelautan yang...
Antara

BRIN Jajaki Peluang Kerja Sama di Bidang Nuklir dengan Prancis

👤Faustinus Nua 🕔Minggu 03 Juli 2022, 14:23 WIB
Prancis merupakan salah satu negara Eropa yang sangat maju di bidang teknologi nuklir. Indonesia pun berharap dapat menjalin kerja sama...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya