Senin 02 Mei 2022, 10:15 WIB

Imunisasi Penting untuk Kesehatan dan Cegah Stunting

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Imunisasi Penting untuk Kesehatan dan Cegah Stunting

ANTARA/Aprillio Akbar
Seorang anak menangis saat diberikan imunisasi MR di Posyandu Rusun Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta.

 

IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) menekankan pentingnya imunisasi untuk kesehatan dan pencegahan stunting pada bayi dan balita.

"Imunisasi sangat penting sekali untuk menjaga kesehatan dan mencegah stunting," ujar Satgas Imunisasi IDAI Mei Neni Sitaresmi, dalam acara webinar, dikutip Senin (2/5).

Mei Neni mengatakan kematian pada bayi dan balita umumnya disebabkan oleh penyakit radang paru-paru, diare, infeksi otak, dan campak. Penyakit-penyakit tersebut dapat dicegah dengan imunisasi.

Baca juga: Bali Akan Data Siswi SD untuk Program Imunisasi Cegah Kanker Serviks

Penyakit radang paru-paru bisa dicegah dengan vaksin Pentabio, MR, dan PCV, sementara diare dicegah dengan vaksin rotavirus. 

Penyakit infeksi otak bisa dicegah menggunakan vaksin HIB (Pentabio), PCV, MR, dan JE, sedangkan pencegahan penyakit campak bisa melalui vaksin MR.

Mei Neni menegaskan imunisasi merupakan cara yang efektif untuk menjaga kesehatan serta mencegah penyakit pada bayi dan balita.

"Dari 1 juta anak dari 62 negara ternyata anak yang mendapat imunisasi lengkap mempunyai risiko meninggal sekitar 0,73%, jadi risiko meninggalnya lebih kecil dibanding mereka yang tidak divaksinasi atau vaksinasinya tidak lengkap," ucap dia.

Lebih lanjut, Mei Neni juga menyampaikan pentingnya imunisasi untuk mencegah stunting atau kekerdilan pada bayi dan balita.

Dia mengungkapkan berdasarkan hasil dari sejumlah penelitian yang telah dipublikasikan, ditemukan hubungan antara imunisasi dan stunting.

Salah satunya sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 286.500 anak usia 12-59 bulan di wilayah pedesaan di Indonesia. 

Dari penelitian tersebut, diketahui prevalensi stunting pada anak yang tidak diimunisasi dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang diimunisasi lengkap.

"Ternyata kejadian stunting pada yang tidak diimunisasi dua kali lipat dibandingkan dengan yang diimunisasi lengkap. Kalau yang imunisasi lengkap sekitar 10%, yang tidak diimunisasi 21,1%. Ini menunjukkan ada hubungan antara imunisasi dan stunting," kata dia.

Oleh karena itu, Mei Neni menganjurkan agar anak-anak bisa memperoleh imunisasi lengkap. Dia meminta masyarakat untuk tidak khawatir karena vaksin yang dibuat telah melalui serangkaian uji preklinis, uji klinis, dan post marketing untuk menjamin manfaat dan keamanan vaksin.

Dalam kesempatan itu, dia juga menyampaikan upaya untuk meningkatkan cakupan imunisasi juga terus dilakukan, antara lain dengan mempertahankan imunisasi rutin, imunisasi ganda, dan aktif melaksanakan
Bulan Imunisasi Anak (BIAN). (Ant/OL-1)

Baca Juga

Ist/DPR

Gus Muhaimin Minta Negara Genjot Stimulus Bagi Anak Muda

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 08:02 WIB
Gus Muhaimin, menilai generasi muda Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, baik dari segi jumlah, kemampuan serta energi yang bisa...
Ist

Dukung Amalia Rezeki Selamatkan Bekantan di Kalimantan dari Kepunahan

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 07:54 WIB
Populasi bekantan terancam punah karena perburuan liar, kerusakan dan konversi habitat, serta kebakaran...
AFP/Nicolas Biver

Hujan Meteor Perseid Bisa Dilihat Mulai Malam Ini hingga Besok

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 23:15 WIB
Untuk dapat mengamati hujan meteor perseid tanpa alat bantu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya