Rabu 27 April 2022, 14:35 WIB

AstraZeneca dan mRNA Beri Perlindungan Setara terhadap Kejadian Covid-19 Serius

M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora
AstraZeneca dan mRNA Beri Perlindungan Setara terhadap Kejadian Covid-19 Serius

ANTARA/Makna Zaezar
PERCEPATAN VAKSINASI: Petugas medis menyuntikkan vaksin covid-19 dosis ketiga kepada pemudik di Bandara Tjilik Riwut, Kalteng, Selasa (26/4

 

DOKTER Spesialis Paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K) memaparkan bahwa temuan di lapangan vaksin mRNA base dan AstraZeneca memberikan perlindungan yang setara terhadap kejadian serius setelah pemberian 2 dosis vaksin reguler.

"Jadi dari data 79 laporan di lapangan bahwa temuan pertamanya adalah AstraZeneca dan mRNA menawarkan perlindungan yang setara. Perlindungan terhadap kejadian rawat inap yang cukup tinggi 91% dan perlindungan kematian akibat covid-19 juga di atas 91%," kata Erlina dalam Media Roundtable Efektivitas Vaksin Covid-19 di Perkantoran Hijau Arkadia, Jakarta Selatan, Rabu (27/4).

Data tersebut bukan hanya terhadap virus korona di awal 2020 lalu melainkan hingga varian terbaru kini. Kemudian berdasarkan laporan bahwa AstraZeneca dan mRNA memberikan perlindungan yang konsisten bahkan pada kelompok yang rentan seperti masyarakat yang berusia di atas 60 tahun.

Erlina juga menekankan bahwa setiap vaksin apapun jenis akan memberikan perlindungan terhadap virus. Namun, tingkat respons antibodi di awal yang dihasilkan oleh vaksin dapat bervariasi sehingga bukan merupakan prediktor yang baik tentang efektivitas vaksin dalam mencegah rawat inap atau kematian.

"Dari data-data di lapangan yang kemudian dibuat dalam laporan ilmiah bahwa efektivitas vaksin dilihat dari pencegahan rawat inap bukan prediktor yang bisa diandalkan," ujarnya

Selain itu, wilayah dengan sumber terbatas dalam menghadapi tantangan logistik seperti Indonesia pasti memiliki masalah dalam penyediaan vaksinasi ini. Maka cara yang paling efektif untuk mencapai target vaksin booster dengan menggunakan jenis vaksin apapun yang tersedia.

"Jadi memang para pakar pun menyimpulkan bahwa vaksin yang terbaik adalah vaksin yang tersedia saat hendak pergi ke sentra vaksin. Jadi jangan pilih-pilih vaksin karena kita berpacu dengan waktu agar tidak tertular, sementara virus ini tidak bisa menunggu karena akan bersirkulasi terus menerus," pungkasnya. (H-1)

Baca Juga

Antara

Menkeu: Butuh Anggaran Besar untuk Capai Target NDC

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Selasa 28 Juni 2022, 15:36 WIB
Hingga 2030, Indonesia setidaknya membutuhkan dana sebesar Rp3.461,31 triliun untuk mencapai target pengurangan emisi CO2, dengan 29%...
MI/Widjajad

Umuka Tawarkan Biaya Kuliah Murah Bagi Masyarakat Miskin

👤Widjajadi 🕔Selasa 28 Juni 2022, 14:35 WIB
UNIVERSITAS Muhammadiyah Karanganyar (Umuka)  yang didukung belasan dokter bergelar doktor dan profesor menawarkan kuliah biaya murah...
Ist

Pemerintah Ajak Sukseskan Bulan Imunisasi Anak Indonesia (BIAN) 2022

👤Eni Kartinah 🕔Selasa 28 Juni 2022, 14:28 WIB
Berdasarkan data Kemenkes, sekitar 1,7 juta anak Indonesia belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap selama pandemi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya