Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI covid-19 yang terjadi selama hampir 2,5 tahun mengganggu tumbuh kembang anak Indonesia karena turunnya cakupan imunisasi rutin selama pandemi. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mencatat ada sekitar 1,7 juta anak Indonesia yang belum menerima imunisasi dasar lengkap selama periode 2019-2021.
Terkendalinya situasi pandemi, menjadi kesempatan bagi pemerintah dan orang tua untuk kembali memulihkan proses tumbuh kembang anak, salah satunya dengan mengoptimalkan dan melengkapi imunisasi dasar bagi anak.
Pekan Imunisasi Dunia yang akan berlangsung pada 24-30 April 2022 menjadi salah satu momentum penting bagi optimalisasi tumbuh kembang anak.
Baca juga: Puan Diharapkan Tuntaskan Legislasi Berperspektif Gender
Tidak hanya imunisasi, tumbuh kembang anak secara holistis dapat dipengaruhi banyak faktor. Ketua Bidang Organisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia DR. dr. Ari Prayitno, Sp.A(K) atau kerap disapa dr. Piprim menjelaskan, pemenuhan kebutuhan gizi anak juga memiliki kontribusi dalam mencegah stunting yang menjadi salah satu problematika tumbuh kembang anak Indonesia.
“Kami menyadari untuk memonitor semua hal tersebut cukup kompleks dan dibutuhkan inovasi untuk meningkatkan taraf kesehatan anak-anak di Indonesia, salah satunya lewat PrimaKu, aplikasi yang menjadi mitra resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia,” ujar dr. Piprim.
CoFounder dan Chief Executive Officer (CEO) PrimaKu menyatakan Muhammad Aditriya Indraputra, CFA menyatakan pihaknya bermaksud ikut berperan menyukseskan Pekan Imunisasi Dunia melalui aplikasi PrimaKu. "Aplikasi ini telah digunakan oleh hampir 1 juta orang tua di Indonesia. Melalui salah satu fitur Imunisasi di PrimaKu, para orang tua bisa memperoleh daftar, manfaat, serta jadwal pengingat guna meminimalisasi keterlambatan imunisasi yang berpotensi mempengaruhi kesehatan anak," ujar Aditriya.
Ia menambahkan, aplikasi PrimaKU merupakan aplikasi yang interaktif, terpercaya, dan mudah digunakan sehingga dapat dikelola bersama oleh ibu, ayah, bahkan keluarga dan pengasuh.
Di dalam aplikasi gratis yang telah diunduh oleh hampir 1 juta pengguna ini, orang tua juga dapat mengisi data medis anak, seperti berat badan, tinggi badan, hingga lingkar kepala. Data medis tersebut nantinya akan menghasilkan sebuah grafik pertumbuhan yang mudah dipahami guna mengetahui apakah tumbuh kembang sang buah hati normal atau tidak sesuai dengan usia serta jenis kelaminnya.
Baca juga: Satu dari Enam Orang di Dunia Alami Sakit Kepala
Untuk memperkaya referensi serta pemahaman tentang tumbuh kembang dan kesehatan anak, aplikasi ini disertai fitur artikel yang divalidasi oleh para dokter, telekonsultasi dengan dokter spesialis anak yang bisa dilakukan kapan pun dan di mana pun, hingga berdiskusi
bersama ribuan komunitas orang tua dan dokter spesialis anak yang tergabung di dalam aplikasi. Dengan demikian, PrimaKu dapat menjadi alternatif pengganti buku Kesehatan Ibu Anak (KIA).
Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A, (K), Executive Director International Pediatric Association menegaskan bahwa pertumbuhan anak yang optimal telah menjadi perhatian dan komitmen tidak hanya di Indonesia tetapi juga global. Ia menuturkan, digitalisasi memberikan kesempatan kepada para orang tua untuk memudahkan sekaligus mendisiplinkan proses pemantauan tumbuh kembang anak guna meningkatkan kualitas hidup mereka.
"Menjadi suatu kebanggaan bahwa Indonesia telah memiliki aplikasi yang tidak hanya dapat berkontribusi dalam mencegah serta mendeteksi dini stunting, tapi juga double burden of malnutrition lainnya seperti overweight, obesitas, hingga gangguan pertumbuhan dan perkembangan lainnya. Edukasi terus menerus dan kolaborasi yang melibatkan seluruh stakeholder kesehatan akan menjadi kunci keberhasilan Indonesia dalam mengatasi berbagai permasalahan kesehatan anak pasca pandemi ini,” tegas Prof. Aman.(RO/H-3)
Apple resmi merilis iOS 26.2.1. Cek apakah iPhone 13, 14, atau SE Anda masih kebagian update fitur AirTag 2 ini. Berikut daftar lengkap kompatibilitasnya.
Apple merilis iOS 26.2.1 dengan fokus utama dukungan AirTag 2 dan perbaikan bug aplikasi Wallet. Simak rincian lengkap pembaruannya di sini.
Bagi pengguna iPhone yang belum sempat melakukan update ke versi 26.2, pembaruan ini akan digabungkan (bundled) sehingga Anda langsung mendapatkan seluruh fitur baru.
PVTPP Kementan mendeklarasikan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK), yang dirangkaikan dengan peluncuran aplikasi Siperintis.
Bermula dari medium ekspresi sederhana, SnackVideo kini berkembang menjadi kekuatan yang mendorong dampak sosial nyata bagi komunitas di berbagai daerah.
Aplikasi ini diunduh oleh dua juta investor di sepanjang tahun ini, naik 37% dibandingkan tahun 2024
Kemenkes bekerja sama dengan Philips, Graha Teknomedika, dan Panasonic Healthcare Indonesia sepakat untuk melakukan transfer teknologi dan produksi alkes berteknologi tinggi secara lokal.
Rencana ini mengemuka dalam Diseminasi Hasil Studi Implementasi Skrining HPV DNA yang digelar hari ini, Selasa (27/1/2026), di Kementerian Kesehatan RI.
Cuaca 2026 semakin tak menentu. Simak panduan medis menjaga imunitas tubuh, mencegah penyakit pancaroba, dan tips menghadapi gelombang panas (heatwave).
Pada kelompok balita dan anak prasekolah usia 1-6 tahun, karies gigi ditemukan pada 31 persen anak atau sekitar satu dari tiga anak.
Satu dari lima remaja Indonesia mengalami tekanan darah di atas normal. Kondisi ini membuka jalan bagi hipertensi dan penyakit kronis di usia produktif.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengeluhkan harga tiket pesawat yang mahal untuk menuju titik bencana di Sumatra dan Aceh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved