Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN bioteknologi Moderna memperluas teknologi mRNA-nya. Pembuat vaksin Spikevax covid-19, sekarang ini sedang mengerjakan vaksin pencegah virus SARS-CoV-2, influenza, dan virus pernapasan (RSV). Vaksin booster kombinasi Covid-flu-RSV tersebut ditargetkan selesai pada akhir 2023.
Moderna berharap vaksin kombinasi ini bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang malas mendapatkan vaksin suntikan pertama, kedua, atau bahkan ketiga dalam jarak dekat. Dosis vaksin ini disebutkan cukup sekali suntik setiap tahun.
Dikutip dari laman Health, vaksin tersebut bertujuan untuk mengurangi dampak penyakit pernapasan terhadap kesehatan masyarakat, terutama di kalangan orang dewasa yang lebih tua.
"Mengenai RSV, yang saat ini belum ada vaksinnya, tentu vaksin yang aman tidak hanya sangat dibutuhkan, tetapi juga diperlukan," kata Chandra Shekhar Bakshi, DVM, PhD, profesor mikrobiologi dan imunologi di New York Medical College.
Ia menambahkan bahwa menggulirkan vaksin RSV menjadi vaksin rangkap tiga, yang dimaksudkan untuk melindungi dari flu dan covid-19, sekaligus akan memberikan perlindungan virus yang lebih besar bagi lebih banyak orang.
CDC Amerika mengatakan, vaksin kombinasi yang melindungi dari berbagai penyakit melalui suntikan yang lebih sedikit, memberikan manfaat bagi pasien dan perawat.
Namun, Bakshi menyampaikan, penting untuk diingat bahwa tidak ada vaksin yang menawarkan perlindungan 100% terhadap penyakit apa pun. Menurut Bakshi, ada batasan tertentu dari vaksin mRNA, seperti durasi kekebalan yang singkat yang mengakibatkan kebutuhan akan booster berulang. Dan sementara vaksin mRNA untuk covid-19 telah terbukti aman dan efektif.
"Namun begitu, efek samping dari vaksin tentu ada, dan kadang ini yang menyebabkan keraguan terhadap keamanan vaksin tersebut," pungkas Bakshi. (Medcom.id/H-2)
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Superflu merupakan sebutan populer untuk menggambarkan peningkatan signifikan kasus flu yang dipicu oleh strain tertentu.
Terkait perlindungan pada anak, IDAI merekomendasikan pemberian vaksin influenza dimulai sejak usia enam bulan.
Meningkatnya pemberitaan mengenai penyakit yang disebut sebagai super flu memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait perlunya penggunaan obat antivirus untuk influenza.
Belakangan ini istilah Superflu yang menjadi sorotan di berbagai media massa dan media sosial.
Super flu itu label media. Secara ilmiah yang dibahas adalah H3N2 subclade K, laporan lembaga kesehatan menunjukkan tidak ada bukti kuat bahwa varian ini otomatis lebih mematikan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved