Headline

Setelah menjadi ketua RT, Kartinus melakukan terobosan dengan pelayanan berbasis digital.

Fokus

F-35 dan F-16 menjatuhkan sekitar 85 ribu ton bom di Palestina.

Dukung UMKM, Bisnis Fesyen Pulau Intan Lestari Resmikan Offline Store Pertama 

Rosemary C. Sihombing
29/3/2022 23:34
Dukung UMKM, Bisnis Fesyen Pulau Intan Lestari Resmikan Offline Store Pertama 
Dukung UMKM, Bisnis Fesyen Pulau Intan Lestari Resmikan Offline Store Pertama (Ist)

PASCAPANDEMI covid-19, diperkirakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bangkit kembali. Termasuk di bidang usaha fesyen. Selain itu perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga semakin besar.

Untuk menjawab permasalahan yang sering dialami oleh pelaku usaha UMKM di bidang fesyen, khususnya memperoleh material kain yang tepat untuk memproduksi pakaian atau keterjangkauan Minimum Order Quantity (MOQ), yang ditawarkan, Pulau Intan Lestari secara resmi membuka toko offline pertamanya di Jembatan Tiga, Jakarta Utara, secara virtual, Selasa (29/3).

Baca juga: Moeldoko Ajak Dubes Tiongkok Tingkatkan Kerja sama Sosial dan Budaya 

"Toko material kain fesyen paling modern ini mengusung konsep Well organized Store ditujukan untuk memudahkan pengunjung memilih material kain yang tepat untuk memproduksi pakaian," ujar Merryta, Marketing Director Pulau Intan Lestari, dalam jumpa pers secara virtual.

Hadir pula dalam acara tersebut Ketua Usaha Kecil Menengah Industri Kecil Menengah (UKM IKM) Nusantara  Chandra Manggih Rahayu dan Almiranti Fira, seorang pemilik bisnis bidang fesyen.

Lebih lanjut, Merryta mengatakan, selama ini para pelaku bisnis fesyen pemula sering kesulitan dalam membeli kain, karena minimum ordernya besar sekali. Tetapi di Toko offline store Pulau Intan Lestari minimum pembelian diturunkan supaya bisa dijangkau pelaku UKM IKM.

"Kami sangat mendukung kemajuan UMKM di Indonesia. Di toko ini, kami  melengkapi semua kebutuhan pelaku UMKM dengan lebih dari 100.000 model material kain berkualitas. Toko offline kami juga memiliki konsep modern, namun memudahkan konsumen menemukan material kain sesuai kebutuhan produksi masing masing," tambahnya.

Sementara itu, Chandra Manggih Rahayu menuturkan, produk dari UMKM bidang fesyen menjadi salah satu produk paling diminati masyarakat baik dalam negeri maupun luar negeri. 

Beberapa produk UMKM bidang fashion di Indonesia, lanjutnya, sudah mencapai ranah internasional apalagi dengan adanya program dari pemerintah untuk pengiriman luar negeri. 

"Dari sini diharapkan pelaku UMKM di Indonesia dapat lebih bersaing lagi dengan potensi potensi yang telah kita capai, serta semua peranan industri fashion termasuk dalam penyedia material kain sudah seharusnya bersama sama mendukung kemajuan UMKM bidang feshion di Indonesia,” tambah Chandra.

Menurutnya, kemajuan UMKM sangat didukung oleh pemerintah, bahkan dana sebesar Rp448 triliun dari APBN dikucurkan untuk pengembangan UMKM di Tanah Air.

Di sisi lain, Almiranti Fira memaparkan pengalamannya dalam mengelola bisnis fesyen.  Menurutnya, memilih penyedia material kain menjadi cukup penting karena hal tersebut merupakan salah satu cara sebuah bisnis fesyen menentukan produk apa yang akan menjadi nilai untuk dipasarkan.

 "Poin ini menjadi penting karena berpengaruh dengan banyaknya produksi harian yang dapat dilakukan," katanya.

Pulau Intan Lestari merupakan penyedia material kain,  memproduksi benang celup berkualitas tinggi yang didirikan pada 1990. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya