Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
USAI dua tahun melangsungkan kegiatan perkuliahan secara online, Universitas Airlangga (Unair) kembali melakukan Perkuliahan Tatap Muka (PTM) pada Rabu (23/3). Kegiatan PTM sementara itu diberlakukan untuk mata kuliah Pembelajaran Dasar Bersama (PDB) di Gedung Kuliah Bersama (GKB) Kampus MERR (C).
Direktur Pendidikan Unair Prof. Sukardiman mengatakan kegiatan PTM telah dipertimbangkan dengan sangat matang. Selain adanya instruksi dari atasan yang berwenang, lanjutnya, kegiatan PTM dilakukan dengan melihat kondisi pandemi yang semakin terkendali.
“Kita semua tahu Surabaya sudah masuk pada PPKM level 1 dan mayoritas mahasiswa Unair sudah melakukan vaksin dosis kedua. Artinya, hal-hal semacam ini yang menguatkan upaya kita semua untuk melangsungkan kuliah secara tatap muka,” ujar Guru Besar Fakultas Farmasi itu dalam keterangan resmi, Kamis (24/3).
Baca juga: Dosen Unair dr. Niko Azhari Hidayat Ciptakan Telemedisin Vascular Bagi Pasien Isoman
Dia mengatakan adanya PTM juga mendukung pembelajaran yang lebih efektif. Pasalnya, dengan PTM, interaksi antara mahasiswa dan dosen bisa lebih optimal.
“Pembelajaran yang dilakukan secara tatap muka juga lebih menyatukan emosional antara dosen dan mahasiswa. Dengan demikian, transfer pengetahuan bisa lebih baik lagi. Hal ini, tentunya akan lebih mudah untuk melahirkan generasi-generasi yang hebat,” paparnya.
Sukardiman menegaskan bahwa PTM di Unair dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Mahasiswa yang melakukan PTM, sambungnya, diwajibkan sudah vaksin minimal dosis kedua, melakukan pemeriksaan di aplikasi Peduli Lindungi, dan mendapatkan izin dari orang tua.
“Ke depan, kami semua juga tetap melakukan evaluasi dan memperhatikan kondisi pandemi. Jika bisa dikendalikan dengan baik, PTM secara menyeluruh untuk semua mata kuliah akan kami berlakukan pula di Unair. Salam Sehat,” tutupnya.(OL-5)
SEKRETARIS Jenderal Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Dudung Abdul Qodir mengapresiasi keputusan pemerintah untuk tetap menerapkan pembelajaran tatap muka.
KEPUTUSAN pemerintah membatalkan rencana pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada April 2026 dinilai sebagai langkah tepat di tengah kekhawatiran penurunan kualitas pendidikan.
KETUA Bidang Advokasi Guru P2G, Iman Zanatul Haeri mengatakan bahwa keputusan pemerintah tetap memberlakukan sekolah tatap muka sudah tepat. Namun, kegiatannya harus berkualitas.
“Dalam situasi seperti ini, keselamatan adalah prioritas utama. Kewajiban kita memastikan seluruh masyarakat berada dalam kondisi aman,”
Unpad EdEx juga telah meresmikan kerja sama perdana dengan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney yang merupakan BUMN Holding Industri Aviasi dan Pariwisata Indonesia.
DINAS Pendidikan Kota Depok, Jawa Barat (Jabar) mengabaikan Instruksi Wali Kota Nomor 12 Tahun 2023 tentang pengendalian pencemaran udara dengan tidak menerapkan PJJ.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved