Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Pancasila (UP) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di salah satu posdaya binaan UP, Posdaya Soka RW 012 di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Kali ini kegiatan dilakukan dengan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat mengenai pembuatan ramuan herbal berbasis sumber daya lokal untuk peningkatan imunitas dan pemasaran produk serta pembukuan secara digital di masa pandemi covid-19.
Wakil Rektor UP Dr Novi Yantih, M Si, Apt menyampaikan kegiatan yang digelar sebagai bagian Tri Dharma Perguruan Tinggi kali ini merupakan salah satu bentuk diseminasi hasil penelitian dan kajian-kajian UP.
"Masyarakat antara lain dilatih bagaimana cara membuat serbuk minuman jahe yang bisa bertahan selama tiga bulan, melihat mutunya, alat yang digunakan, hingga cara memasarkan. Dalam hal pemasaran, diajarkan dari sisi ekonomi, yakni pembukuan secara digital," terang Novi, dalam keterangan pers, Rabu (23/3).
Baca juga: Pendaftaran UTBK-SBMPTN 2022 Mulai Dibuka Hari Ini
Dengan begitu, lanjut Novi, pelatihan dan pendampingan diharapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat yakni meningkatkan kualitas hidup dari sisi kesehatan masyarakat, serta meningkatkan kehidupan ekonomi masyarakat melalui produk minuman jahe yang dijual.
Ia menjelaskan dalam pelatihan dan pendampingan tersebut, pihaknya melibatkan kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dari kedua fakultas yakni Fakultas Farmasi UP serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis UP.
Hal ini sesuai dengan arahan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim yang menekankan pada perguruan tinggi untuk menerapkan proses Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
"Sehingga, lulusan perguruan tinggi UP, bisa memiliki visi yang lebih luas dan inovatif dalam memanfaatkan sumber daya yang ada. Mahasiswa fakultas farmasi bisa mengerti cara pembukuan dan pemasaran digital," ujar Novi.
"Begitu pula, dengan mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis bisa membuat produk pangan yang baik dan benar dari fakultas farmasi," terangnya.
Seusai pelatihan, nantinya masyarakat akan didampingi secara langsung hingga enam bulan ke depan. Setelahnya, tetap diberikan pendampingan berkelanjutan hingga masyarakat berhasil menjalankan kegiatan secara mandiri.
Novi menambahkan kegiatan kali ini melibatkan kaum ibu dan bapak dari perwakilan 12 RT dengan beragam latar belakang dan disyaratkan tidak gagap teknologi.
"Dalam praktiknya, antusiasme warga begitu tinggi. Dari semula yang diminta perwakilan 1 RT hanya 1 orang, menjadi 1 RT jadi 2 orang," imbuh Novi.
Selain pelatihan pembuatan serbuk jahe dan pembukuan secara digital, UP juga memberi pelatihan pemanfaatan ecoenzym.
Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pelatihan Pembuatan Ecoenzym Beserta Pemanfaatannya, Sarah Zaidan, mengungkapkan masyarakat di Posdaya Soka dilatih cara membuat ecoenzym beserta pemanfaatannya.
Ecoenzym diperoleh dari pengolahan limbah organik yakni sayuran, kulit buah-buahan, yang diproses melalui proses fermentasi dengan campuran gula merah dan air.
Ketiganya dicampur dengan perbandingan 1 (gula merah), berbanding 3 (sampah organik), dan berbanding 10 (air). Selanjutnya, difermentasi melalui wadah tertutup rapat selama 3 bulan dan jauh dari matahari.
Setelah tiga bulan, disaring, dan hasil saringannya bisa digunakan untuk pupuk tanaman, bahan keramas rambut, dan segala macam kosmetik. Adapun ampasnya bisa digunakan untuk mengusir tikus dan membuat pupuk.
Selain Novi Yantih dan Sarah Zaidan yang juga dosen fakultas farmasi UP sebagai narasumber, narasumber dosen lainnya yakni Trisna Permadi, Kartiningsih, Dessi Setiyawan, dan Mulyana Diredja.(RO/OL-09)
Tahun ini, GoTeach mencatatkan cakupan wilayah terluas dengan melibatkan 40 relawan yang menyumbangkan lebih dari 2.000 jam untuk mengajar.
Program ini didukung Beasiswa Pendidikan Indonesia Kemdiktisainstek yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Melalui sistem kemitraan tanpa modal dan tanpa jaminan, para ibu mendapatkan pelatihan rutin di Cimory Center, yang kerap mereka sebut sebagai “rumah kedua”.
Fokus entitas adalah pada pemberdayaan, baik melalui peningkatan kemampuan komunikasi strategis maupun melalui dukungan emosional dan edukasi bagi perempuan.
GUNA membuka lapangan kerja bagi para ibu, Yayasan Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan OK OCE Forever kembali menggelar pelatihan pengolahan kuliner populer, yakni nugget dan dimsum mentai.
Enduro Entrepreneurship Program tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga pada penciptaan pelaku usaha bengkel yang tangguh, berdaya saing, dan siap mandiri.
Tidak sedikit orang yang ragu mengonsumsi herbal karena khawatir dapat memicu gangguan lambung.
Wacana herbal Indonesia menjadi produk unggulan sebenarnya telah muncul sejak 2000.
Penggunaan dan kepemilikan merek Kutus Kutus kini memiliki kepastian hukum final setelah Mahkamah Agung menguatkan putusan Pengadilan Niaga Surabaya.
Pengembangan Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) harus didukung. Itu karena TSTH2 merupakan bagian dari langkah mewujudkan ketahanan pangan.
Kolaborasi itu mempertemukan dunia akademik, terutama hasil riset herbal dan kosmetika UGM, dengan industri.
Vmalety, jamu herbal berbentuk serbuk dengan rasa mixberry yang menyegarkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved