Headline
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTRIS Marshanda merupakan salah satu pesohor yang secara terbuka mengungkapkan bahwa ia sedang berjuang mengatasi masalah kesehatan mentalnya, yakni gangguan bipolar.
Ia bahkan menjalani pengobatan ke Amerika Serikat demi niat untuk sembuh. Melalui media sosialnya, ia kini aktif mendorong masyarakat yang mengalami indikasi gangguan mental untuk meminta bantuan keluarga dan tenaga kesehatan.
Tanggal 30 Maret diperingati sebagai hari bipolar sedunia. Tanggal tersebut diambil dari hari lahir seniman dunia Vincent Van Gogh yang disimpulkan mengalami bipolar.
Berdasarkan surat-surat Van Gogh pada adiknya, Theo, disimpulkan ia mengalami gejala seperti dalam catatan medis pertama gangguan bipolar yang dibuat psikiater Prancis Jean-Pierre Falret tahun 1851.
Baca juga: Glaukoma Pencuri Penglihatan Tiap Generasi
Bipolar adalah suatu gangguan yang berhubungan dengan perubahan suasana hati atau mood dari posisi terendah (depresif) ke tertinggi (manik). Orang dengan gangguan bipolar bisa saja memiliki suasana hati yang sama seperti orang lain, tetapi mereka punya kecenderungan untuk mengalami kekambuhan menuju fase manik maupun depresif.
Dengan kondisi suasana hati yang berubah-ubah secara drastis, banyak masyarakat mempertanyakan apakah orang dengan gangguan bipolar bisa memiliki anak? Mengingat fase kehamilan, persalinan dan paska persalinan bukanlah fase yang mudah untuk ibu tanpa gangguan bipolar apalagi dengan gangguan bipolar.
Dokter Santi Andayani, dari Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa RSHS/FKUP Universitas Padjadjaran, mengatakan orang dengan gangguan bipolar berhak mempunyai anak. Sama seperti dengan orang pada umumnya, kehamilan yang akan dijalani orang dengan gangguan bipolar harus memiliki perencanaan yang matang.
“Boleh sekali, memiliki anak adalah hak bagi mereka yang mengharapkan keturunan. Tetapi harus banyak pertimbangan. Harus dipastikan emosinya stabil, harus dalam pengawasan dokter, baik dokter kebidananan maupun psikatri,” kata Santi dalam diskusi menyambut World Bipolar Day 2022 di Instagram Live, “Aku Bipolar, Boleh Hamil Gak ya?” yang diselenggarakan PPDS Psikatri FK Unpad (12/3).
Santi juga mengatakan persiapan fisik dan mental harus benar-benar siap dan sehat. Akan lebih baik bila kondisi psikatriknya stabil minimal tiga bulan sebelum terjadi kehamilan. Meski tidak semua mengalami kekambuhan, Santi menekankan untuk tetap melakukan pencegahan risiko kekambuhan itu terjadi.
Selain itu obat-obatan yang dikonsumsi pasien bipolar juga perlu diperhatikan. Karena ada beberapa obat yang tidak disarankan pada saat kehamilan. Penggunaan obat yang tidak tepat akan berdampak buruk terhadap ibu dan perkembangan janin.
Santi mengharapkan pasien bipolar terus melakukan konsultasi dengan psikater dan dokter kandungan terkait obat yang aman dikonsumsi. Bayi yang dilahirkan dari ibu dengan gangguan bipolar tidak selalu otomatis menjadi bipolar.
Baca juga: Alasan Kemenkes belum Pastikan Booster sebagai Syarat Mudik
“Kita harus mengetahui risiko bayi yang dilahirkan dari ibu bipolar cukup besar. Sekitar 15-30% kemungkinannya. Bukan berarti bayi mereka otomatis lahir menjadi bipolar. Tetapi kerentanan risiko untuk menjadi bipolar itu ada. Apalagi kalau ada saudaranya menunjukkan gejala bipolar, kerentanan itu menjadi sangat tinggi,” jelas Santi.
Dukungan pasangan dan keluarga menjadi sangat penting untuk ibu dengan gangguan bipolar dalam melewati proses kehamilan, persalinan dan paska persalinan sampai perawatan bayi.
“Selama kehamilan, ibu pasti mengalami perubahan fisik, perubahan hormonal yang menyebabkan perubahan mood. Sehingga bukan sesuatu yang mudah bagi orang dengan bipolar untuk menjalani proses itu. Sehingga penting bagi pasangan dan keluarga untuk memberi dukungan penuh serta kebutuhan ibu dengan bipolar,” pungkas Santi. (H-3)
Khusus kelompok rentan materi komunikasi harus disesuaikan dengan bahasa sederhana, visual yang ramah, dan saluran yang mudah diakses.
Psikiater dr. Lahargo Kembaren ingatkan bahaya romantisasi kematian dalam film dan konten digital yang bisa memicu perilaku bunuh diri bagi kelompok rentan.
Ketegangan geopolitik global dapat memicu stres kronis, kecemasan, hingga depresi. Paparan media konflik jadi salah satu faktor utama.
Riset terhadap 16 ribu anak menunjukkan pubertas datang lebih dini. Faktor berat badan, stres, dan lingkungan ikut berperan besar.
Tidak menutup kemungkinan anak dengan latar belakang yang baik pun bisa juga dijadaikan target.
Bagi pejuang garis dua dan penyintas keguguran, prank kehamilan di hari April Mop bukanlah hal lucu.
JNGR menjadikan Kecapi Suling sebagai pertunjukan utama, seni musik yang menjadi bagian penting dari perjalanan menginap para tamu.
DIKENAL dengan karya seni mural yang telah mendunia, seniman yang dikenal dengan sisi misteriusnya yang enggan mengungkap identitas aslinya, Darbotz, kini hadir dengan karya baru.
Festival Teater Indonesia (FTI) hadir sebagai titik pertemuan lintas kota serta ruang berekspresi bagi ekosistem teater tanah air.
pemindahan IKJ ke kawasan Kota Tua menjadi langkah strategis untuk menghidupkan kembali denyut seni dan kebudayaan di ruang bersejarah ibu kota.
AKTOR Hollywood Keanu Reeves bersama kekasihnya, Alexandra Grant, kembali ramai diperbincangkan publik
Musisi Sal Priadi siap menggelar kembali Memomemoria, sebuah festival multidisiplin yang melibatkan banyak cabang kesenian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved