Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PERKUMPULAN Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) meminta pemerintah untuk merevisi Keputusan Presiden (Keppres) No. 2 Tahun 2022 tentang Hari Penegakan Kedaulatan Negara. Pasalnya, Keppres tersebut dinilai tidak sesuai dengan data dan fakta sejarah terkait Serangan Umum 1 Maret 1949.
"Meskipun Keppres bukan merupakan karya histografi tapi isi Keppres mengacu pada peristiwa sejarah. Sehingga harus sesuai dengan data dan fakta sejarah Serangan Umum 1 Maret 1949," ujar Ketua P3SI Abdul Syukur dalam Webinar Implikasi Keppres No. 2 Tahun 2022 Terhadap Pembelajaran Sejarah, Selasa (22/3).
Menurut Abdul, Keppres tersebut telah menimbulkan polemik di tengah publik. Para sejarawan, pengajar sejarah, hingga masyarakat umum menentang isi Keppres yang menyebut bahwa Serangan Umum 1 Maret 1949 di Ibu Kota Yogyakarta digeraki oleh Presiden Soekarno dan Wapres/ Perdana Menteri Moh. Hatta.
Baca juga: Masyarakat Didorong agar Gunakan Energi Baru Terbarukan
Baca juga: Negara G20 Komitmen Perkuat Upaya Perlindungan dan Pengelolaan Air
"Hingga sekarang kami belum menemukan data bahwa Serangan Umum 1 Maret 1949 direstui dan digeraki oleh Presiden Soekarno dan Wapres atau Perdana Menteri Moh. Hatta sebagaimana disebutkan di dalam Keppres," imbuhnya.
Berdasarkan data dan fakta, lanjutnya, dalam peristiwa tersebut Soekarno dan Moh. Hatta sedang dalam tahanan Belanda di Sumatra. Sehingga sangat tidak memungkinkan kedua proklamator itu menginisiasi serangan tersebut.
"Menurut kami kesediaan pemerintah untuk mengakui dan memperbaiki kekeliruan ini sangat penting. Tidak hanya mengakhiri polemik tetapi juga untuk pembelajaran sejarah pada masa depan," kata Dosen Sejarah Universitas Negeri Jakarta itu.
Adanya polemik Kepres dengan data dan fakta sejarah sangat merugikan pendidikan sejarah pada masa depan. Hal itu juga bisa merusak ingatan kolektif bangsa Indonesia terhadap Serangan Umum sebagai peristiwa yang sangat penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.
Dekan FIS-H Universitas Negari Makassar (UNM) Prof. Jumadi menekankan pentingnya sejarah bagi perjalanan bangsa Indonesia ke depan. Secara khusus bagi pendidikan, sejarah harus diterangkan apa adanya.
"Sejarah adalah sebuah fakta, sejarah adalah sebuah pengalaman yang tentunya kita harus sampaikan kepada generasi dengan apa adanya," kata dia.
Belajar dari sejarah akan memberikan banyak manfaat, lantas sejarah harus berdasarkan data dan fakta. Kekeliruan dalam menuliskan sejarah pun akan berimplikasi besar pada kehidupan bangsa di masa depan.
"Ini sangat penting bagi kita pengajar sejarah dan juga mahasiswa dan masyarakat untuk arah pembelajaran sejarah kita ke depan," tandasnya. (H-3)
Bonnie Triyana meresmikan pameran revolusi di Jakarta yang menghadirkan narasi baru sejarah kemerdekaan lewat karya seni dan perspektif kemanusiaan.
DI tengah pesatnya transformasi digital saat ini, pergeseran juga terjadi di ruang narasi sejarah. Kondisi tersebut membuat narasi sejarah bertransformasi di ruang digital.
Sutradara Aldo Swastia menyebut tidak ada patokan pasti dalam menentukan batas antara fakta dan fiksi yang harus dikembangkan terutama dalam film bertema sejarah atau kepahlawanan.
Penilaian terhadap Pak Harto harus dilakukan dengan pendekatan akademik yang berimbang,
Di 2020, Sumardiansyah menolak keras kebijakan Kemendikbudristek yang ingin menjadikan sejarah sebagai mata pelajaran pilihan di SMA dan menghapuskannya di SMK.
Koleksi bersejarah ini terdiri dari sekitar 28.000 artefak fosil yang ditemukan Eugène Dubois di Trinil pada 1891–1892.
Dosen juga harus mampu merencanakan studi lanjut, termasuk persiapan studi doktoral melalui skema beasiswa BPI dan PDDI.
Inovasi ini dirancang khusus untuk membantu menurunkan stres psikologis pada penderita hipertensi, sebuah faktor yang sering terabaikan dalam penanganan tekanan darah tinggi.
Permendiktisaintek 52/2025 dibuat untuk memberikan kepastian hukum agar profesi, karier, dan penghasilan dosen dalam satu kerangka kebijakan yang terpadu.
PEMERINTAH akan melakukan audit lingkungan terhadap lebih dari 100 unit usaha di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh sebagai bagian dari evaluasi persetujuan lingkungan pascabencana.
Perempuan bukan sekadar figur pasif dalam sejarah seni, melainkan pusat resonansi estetika dan pemikiran
Polres Bungo, Polda Jambi masih mengungkap kasus kematian Erni Yulianti, dosen yang dibunuh Bripda Waldi. Bripda Waldi menggunakan rambut palsu saat berupaya menghilangkan jejak
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved