Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM rangka menyambut World Oral Health Day yang diperingati pada 20 Maret 2022, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung dan Tenggorok Bedah Kepala Leher Indonesia (Perhati-KL) bersama PT Mundipharma Healthcare Indonesia (Mundipharma) meluncurkan kampanye nasional ‘Waktu Indonesia Gargle’.
Kampanye ini bertujuan memperkenalkan gargle atau berkumur yang bermanfaat untuk meningkatkan kebersihan rongga mulut dan ber-gargle dengan Povidone-Iodine (PVP-I) sebagai perlindungan ekstra untuk pencegahan infeksi covid-19.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kemenkes, Dr. drh. Didik Budijanto, M.Kes mengatakan “Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yaitu semua perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi sehingga keluarga dan seluruh anggotanya mampu menolong diri sendiri pada bidang kesehatan serta memiliki peran aktif dalam aktivitas masyarakat."
Baca juga : Sekolah di Daerah PPKM Level 1 dan 2 Sudah Terapkan PTM 100%
"PHBS ada beberapa tatanan. Pada tatanan rumah tangga, implementasinya seperti cuci tangan dengan sabun dan air bersih, mengonsumsi buah dan sayur, melakukan aktivitas fisik setiap hari." jelas Didik dalam keterangan pers, Selasa (15/3).
Ia juga menjelaskan bahwa dalam kondisi pandemi saat ini, PHBS juga dapat diimplementasikan dengan melakukan gargle secara rutin.
"Kampanye nasional ‘Waktu Indonesia Gargle’ yang merupakan kolaborasi pemerintah, organisasi profesi, dan pihak swasta, penting untuk dilakukan sesuai ketentuan agar dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan saluran pernafasan bagian atas dan menjadikan ber-gargle atau berkumur sebagai bagian dari PHBS.” tuturnya
Ketua PP Perhati-KL, Prof. Dr. dr. Jenny Bashiruddin, Sp.T.H.T.K.L.(K) menjelaskan,“Gargle penting dijadikan bagian dari perilaku sehari-hari. Apalagi, di masa new normal saat ini, kebersihan saluran pernafasan khususnya bagian atas seperti hidung, mulut, dan tenggorok sangatlah penting untuk mencegah infeksi virus Covid-19."
"Kampanye nasional ‘Waktu Indonesia Gargle’ merupakan upaya untuk menjangkau masyarakat lebih luas dalam menyebarkan informasi seputar cara ber-gargle hingga pemilihan cairan gargle yang tepat untuk perlindungan ekstra pada saluran pernapasan atas," jelasnya.
"Perhati-KL bangga dapat menjadi bagian dari kampanye nasional ‘Waktu Indonesia Gargle’ dan berharap masyarakat semakin memahami kebaikan rutin ber-gargle sebagai kebiasaan kecil yang merupakan investasi besar bagi kesehatan sehari-hari,” kata Prof,Jenny.
Ketua Kelompok Studi Laring Faring Perhati-KL, dr. Arie Cahyono, Sp.T.H.T.K.L.(K) memaparkan “Gargle atau berkumur di pangkal tenggorok merupakan cara untuk membersihkan kuman yang sudah masuk dari saluran pernafasan atas dan bersarang di tenggorok."
"Metode ini bermanfaat untuk penurunan odds ratio demam pada anak, penurunan insidensi ISPA, hingga terbukti mencegah infeksi saluran napas atas akut," jelasnya.
"Sejak pandemi, masyarakat Indonesia sudah mulai mengenal gargle sebagai salah satu upaya menjaga kebersihan rongga mulut tapi masih banyak yang belum melakukannya secara benar dan rutin,” ucap dr.Arie.
Lebih lanjut dr. Arie menerangkan, “Untuk perlindungan ekstra antiseptik Povidone Iodine (PVP-I) dapat menjadi salah satu pilihan cairan gargle karena terbukti memiliki spektrum luas, termasuk untuk membunuh kuman penyebab penyakit di rongga mulut dan tenggorok."
"Cairan antiseptik Povidone-Iodine (PVP-I) memiliki aktivitas antiinfeksi terhadap bakteri, jamur, virus, termasuk corona virus," ujarnya.
"Efektivitas PVP-I dalam melawan covid-19 telah banyak dibuktikan melalui berbagai studi," tambah dr.Arie.
Selain itu ber-gargle menggunakan PVP-I dapat digunakan untuk mengatasi gusi bengkak, sakit tenggorok, sariawan, bau mulut, dan nafas tidak segar.
"Masyarakat dianjurkan untuk ber-gargle 2 kali sehari selama 30 detik sesuai kebutuhan seperti saat keluar rumah dan setelah bertemu orang lain,” papar dr.Aire
Head of Marketing PT Mundipharma Healthcare Indonesia, Adi Prabowo mengatakan, “Kampanye nasional ‘Waktu Indonesia Gargle’ merupakan salah satu bentuk komitmen Mundipharma Indonesia dan bagian dari Nota Kesepahaman Peningkatan Upaya Promotif dan Preventif dalam Rangka Mewujudkan Indonesia Sehat bersama Kemenkes."
Kampanye ini meliputi edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk periode Desember 2021 – Desember 2025.
"Mundipharma Indonesia sangat bangga dapat bersinergi dengan Kementerian Kesehatan RI dan Perhati-KL dalam mewujudkan kampanye nasional ‘Waktu Indonesia Gargle’ untuk memperluas edukasi ber-gargle sebagai bagian dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat," paparnya.
"Melalui kampanye ini, kami berharap masyarakat Indonesia dapat melakukan gargle dengan baik dan benar agar memperoleh manfaat yang optimal,” ucapnya
Public Figure dan ibu 2 anak, Novita Angie, mengungkapkan, “Kebersihan rongga mulut dan tenggorok adalah salah satu modal penting untuk melindungi diri dengan rutin ber-gargle terutama setelah aktivitas di luar rumah yang mengharuskan bertemu orang lain atau saat pagi dan malam hari sebelum tidur."
Dalam kampanye nasional ‘Waktu Indonesia Gargle’, ber-gargle yang dapat dilakukan dengan asas 3T yaitu Tuang, Teguk, Tengadah.
Cara ber-gargle yakni tuang cairan gargle, teguk dan tahan cairan di kerongkongan, dan tengadahkan kepala sejauh 45 derajat dan hembuskan napas selama 30 detik. (RO/OL-09)
Dekan FKG USK Profesor Cut Soraya Sp.KG melalui Media Indonesia, Selasa (16/9) mengatakan, kegiatan ini FKG melayani pengobatan gigi dan mulut secara gratis.
PROGRAM Cek Kesehatan Gratis (CKG) mencatakan gigi karies menjadi yang paling sering ditemukan pada masalah gigi.
Dengan memperhatikan pertumbuhan gigi anak secara maksimal, bisa membantu mengurangi permasalahan gigi yang lebih kompleks.
Morning sickness dapat menyebabkan asam lambung menggerogoti email gigi, sehingga gigi mudah rusak.
IDEC menggarisbawahi perlunya ekosistem dalam industri kesehatan gigi dan mulut demi terciptanya kemajuan teknologi di bidang kesehatan.
Mouth wash disebut dapat mengurangi setidaknya 99,9% kuman penyebab bau mulut dan plak.
Gigi orang dewasa seharusnya berada dalam kondisi stabil karena didukung oleh jaringan periodontal dan tulang rahang yang kuat.
Masyarakat harus lebih berhati-hati akan kondisi gusi mereka, karena radang yang terjadi di mulut bisa membuat berbagai penyakit serius yang berbahaya.
TIM MedIsAid menemukan tingginya persentase kasus gigi berlubang pada anak-anak. Banyak siswa mengalami ketidaknyamanan saat makan maupun belajar akibat masalah gigi yang tidak tertangani.
Menyikat gigi dua kali sehari belum tentu cukup. Simak empat kesalahan umum menurut ahli gigi yang bisa membuat gigi rusak meski sudah rajin sikat gigi.
Penelitian terbaru menemukan orang dengan gigi berlubang dan penyakit gusi memiliki risiko stroke 86% lebih tinggi.
Sering kali mulut dianggap seolah-olah terpisah dari tubuh. Kesehatan mulut, termasuk gigi dan gusi, ternyata berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved