Senin 07 Maret 2022, 19:51 WIB

Kesempatan Perempuan Menjadi Pemimpin Terbuka, Punya Modal Bisa Lakukan Multi-Tasking 

Fetry Wuryasti | Humaniora
Kesempatan Perempuan Menjadi Pemimpin Terbuka, Punya Modal Bisa Lakukan Multi-Tasking 

Dok. pribadi
Menkeu Sri Mulyani memberikan paparan dalam webinar Woman in Leadership

 

PEREMPUAN menjadi pemimpin atau leader di era modern saat ini bukan suatu hal mustahil. Faktanya, di Indonesia saat ini banyak perempuan hebat yang menduduki posisi puncak, sebagai contoh di birokrasi adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. 

Menurut Sri Mulyani, keberadaan perempuan sebagai pemimpin dapat memberi inspirasi bagi perempuan muda. 

"The power of inspiration. Perempuan yang bisa memimpin dengan karya yang baik akan menjadi inspirasi. Menjadi contoh. Dia akan memberi pengaruh ke masyarakat terutama perempuan muda yang memiliki percaya diri dan harapan. Sehingga bisa memberi yang terbaik atau tertinggi," kata Sri Mulyani dalam webinar Women in Leadership Series dengan tema "Mengatasi Tantangan untuk Menjadi Pemimpin - Pengalaman dari Pemimpin Perempuan, Senin (7/3). 

Sri Mulyani menekankan tidak ada yang mustahil untuk perempuan menjadi pemimpin. Terlebih perempuan secara alami memiliki kemampuan multi tasking atau melakukan banyak hal secara terlatih. 

"Ketika perempuan menjadi pemimpin, sangat bermanfaat bagi organisasinya. Karena perempuan bisa melihat lebih detil atau melihat dari sisi-sisi yang tidak terlihat. Itu memberi dampak positif," ujarnya.  

Nilai positif lainnya perempuan sebagai leader, kata Sri Mulyani yaitu diversity dapat memberi keputusan lebih inklusif. Perempuan juga memiliki empati atau kemampuan coaching yang lebih baik, memiliki emosional intelijen yang lebih banyak sehingga dapat menciptakan lingkungan organisasi yang bagus. 

Sri Mulyani mengakui, perempuan berkarir kerap menghadapi posisi sulit. Meski saat ini, di pemerintahan menerapkan sistem merit yang bertujuan membangun kesempatan yang adil untuk laki-laki dan perempuan, namun perempuan tetap berbeda dengan laki-laki. 

"Perempuan bisa hamil, bisa memiliki anak, menyusui, dan terkadang dilema mau sekolah atau menikah, menikah atau karir, mau di rumah atau bekerja. Pertanyaan ini tidak dihadapkan ke laki-laki. Level playingnya berbeda," kata dia. 

Baca juga : Kesempatan Perempuan Untuk Menjadi Pemimpin di Indonesia Masih Terbatas 

Oleh sebab itu, kata Sri Mulyani, seorang pemimpin harus memberi afirmasi bagaimana membuat perempuan bisa mengatasi berbagai kritikal keputusan yang tidak mudah. 

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menekankan untuk mendorong tingkat partisipasi perempuan pada level pemimpin, diperlukan kebijakan yang berpihak pada sistem meritokrasi yang transparan. 

Meritokrasi merupakan sistem politik yang memberikan kesempatan kepada seseorang untuk memimpin berdasarkan kemampuan atau prestasi, bukan kekayaan atau kelas sosial. Kemajuan dalam sistem seperti ini didasarkan pada kinerja, yang dinilai melalui pengujian atau pencapaian yang ditunjukkan. 

Dirinya bercerita, harus berjuang lebih keras untuk menjadi seorang diplomat yang umum menjadi ruang kerjanya lelaki. Sejak SMA dirinya sudah bercita-cita menjadi diplomat dan memilih jurusan Hubungan Internasional yang paling dekat dengan cita-citanya. 

"Jadi tantangannya menjadi lebih besar, sudah saya bukan siapa-siapa kemudian masuk ke dunia laki-laki. Ini semakin memacu saya untuk bekerja keras. Untungnya adalah dan sejak awal Kementerian Luar Negeri ini memiliki sistem meritokrasi yang sangat baik yang perempuan bisa masuk di dalam profesi diplomat. Sistem meritokrasi yang transparan ini akan sangat membantu siapapun untuk dapat bergabung atau dapat meraih cita-citanya," kata Retno. 

Pendiri The Wahid Institute, Yenny Wahid menambahkan, di Indonesia masih banyak norma dan regulasi yang menghambat perempuan. Hal yang sama juga terjadi secara internal, banyak pula perempuan di Indonesia yang tidak menyadari memiliki hak yang sama untuk berkontribusi di masyarakat. 

Sosok Menlu dan Menkeu, menurut Yeni, menjadi pionir bagi anak muda bahwa menteri dengan portofolio strategis ternyata perempuan- perempuan yang berprestasi. 

"Penyadaran ini perlu dilakukan. Sosok seperti Ibu Retno dan Ibu Sri Mulyani adalah inspiratif bagi anak muda. Perlu banyak lagi sosok seperti mereka. Penting di Indonesia memiliki perempuan-perempuan hebat yang saling membantu satu sama lain. Agar bisa saling menguatkan network yang ada dan kemudian membuat afirmasi-afirmasi," tutur Yeni. (OL-7)

Baca Juga

HO

Unsada Gelar Open House Bagi Siswa SMA/SMK se-Jabodetabek

👤Syarief Oebaidillah 🕔Rabu 08 Februari 2023, 20:12 WIB
Universitas Darma Persada (Unsada), Jakarta menggelar open house. Open house Unsada digelar 8-9 Februari 2023...
ANTARA FOTO/Fauzan

Pembahasan Biaya Haji Ditarget Rampung 14 Februari

👤Atalya Puspa 🕔Rabu 08 Februari 2023, 19:35 WIB
Komisi VIII DPR RI menargetkan agar pembahasan mengenai penyelenggaraan dan biaya haji 2023 bisa rampung pada 14 Februari 2023...
Antara

Sandiaga Puji Langkah Hong Kong Tawarkan 500 Ribu Tiket Gratis

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Februari 2023, 19:26 WIB
 Sandiaga Uno menanggapi upaya Hong Kong untuk menghidupkan pariwisata dengan menawarkan 500.000 tiket gratis kepada wisatawan,adalah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya