Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo mendorong Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) untuk terus melakukan inovasi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.
Hal tersebut wajib dilakukan demi memproyeksi dan menganalisa penanganan bencana atau kondisi kedaruratan secara cepat dan akurat.
"Ini wajib, agar penanganan bisa lebih tepat dan lebih efektif, sehingga kita dapat menyelamatkan lebih banyak korban," ujar Jokowi saat menghadiri Rakernas Basarnas secara virtual dari Istana Negara, Jakarta, Senin (21/2).
Kepala negara mengatakan saat ini teknologi search and rescue (SAR) dunia sudah sangat jauh berkembang. Basarnas pun harus terus mengikuti dan mengadopsi setiap pembaruan yang muncul.
"Basarnas tidak boleh ketinggalan. Saya ulang, Basarnas tidak boleh ketinggalan dalam hal teknologi. Basarnas harus cepat beradaptasi dengan perkembangan teknologi SAR terkini," tegas mantan wali kota Solo itu.
Baca juga: Anggota DPR Ingatkan Basarnas untuk Tingkatkan Jumlah SDM
Selain itu, Jokowi juga berpesan kepada lembaga pemerintah nonkementerian itu untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki.
SDM SAR, sebut Jokowi, harus memiliki kompetensi tinggi dan keahlian yang relevan dengan situasi terkini.
Basarnas juga harus mempererat sinergi serta kolaborasi dengan seluruh instansi terkait lainnya terutama TNI dan Polri.
"Libatkan seluruh elemen masyarakat, seluruh potensi. Buang jauh yang namanya ego sektoral, semua harus bersinergi dalam operasi kemanusiaan," jelasnya.
Presiden juga menginstruksikan Basarnas memperkuat sistem mitigasi dan antisipasi di tengah masyarakat. Publik harus terus diberi edukasi terkait teknik-teknik penyelematan diri dari bencana dan situasi kedaruratan lainnya
"Kita harus membangun kesadaran agar masyarakat semakin peduli dan sigap melakukan upaya preventif terutama di daerah-daerah yang rawan bencana dan kawasan kedaruratan," tuturnya.
Jokowi pun berharap Rakernas yang diselenggarakan tahun ini bisa melahirkan gagasan-gagasan inovatif yang implementatif, terobosan-terobosan penting untuk meningkatkan pelayanan dasar kepada masyarakat.
"Basarnas harus segera hadir secara cepat untuk memberikan pertolongan, setiap detik sangatlah berarti bagi keselamatan jiwa," pungkasnya.(OL-5)
Inisiatif ini mencerminkan komitmen kami terhadap inovasi dan kolaborasi, memastikan bahwa mata uang Indonesia tetap aman, tepercaya, dan siap menghadapi masa depan.
Masuknya AI ke dalam proses kerja sering kali memicu kekhawatiran sekaligus memperlebar celah keterampilan (skill gap) di kalangan karyawan.
Brian menjelaskan bahwa logam tanah jarang merupakan material strategis yang menjadi kunci dalam pengembangan industri kendaraan nasional (mobnas),
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Program ini dirancang sebagai layanan berbasis medis yang aman. Melalui skrining ketat, penentuan dosis personal, hingga pendampingan ahli gizi.
Kerja sama dengan BRIN disebut akan menghadirkan teknologi pemeliharaan beras hasil karya dalam negeri.
MICHAEL Sinaga, wartawan Sentana, membuka sejumlah kejanggalan yang ditemui di lapangan terkait persoalan ijazah Jokowi.
Terdapat kejanggalan dalam penelusuran arsip ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang tidak ditemukan di Universitas Gadjah Mada (UGM) maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo.
PENGAMAT politik dari Citra Institute Efriza, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta kritik sarat makna simbolik.
Pledoi Tom Lembong, tuntutan tujuh tahun penjara yang diajukan JPU merupakan kriminalisasi terhadap kebijakan publik.
SINYAL Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kian gencar.
PENGAMAT Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menyoroti momen akrab Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved