Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
EKSPEKTASI yang tinggi saat kencan pertama bisa mendatangkan rasa kecewa, bahkan kehilangan jati diri lantaran tidak ingin usahanya dinilai gagal.
Psikolog klinis dan relationship expert Inez Kristanti mengatakan ada baiknya tidak berekspektasi terlalu tinggi saat melakukan kencan pertama.
Menurut Inez, sebagian besar orang selalu berharap apa yang direncanakan berjalan dengan lancar dan sesuai bayangan sebelumnya. Tidak sedikit juga yang berekspektasi jika setelah kencan pertama akan ada pertemuan-pertemuan berikutnya yang membuat hubungan berlanjut.
Baca juga: Penipuan Kencan Daring Tertinggi Ada di Asia Tenggara
"Jangan terlalu berekspektasi, kita realistis juga. Artinya, setiap dari kita punya harapan tertentu dan itu wajar tapi harus kita manage juga harapan kita jangan sampai kita terlalu terfokus pada hasilnya, harus dapat pacar sekarang juga," kata Inez, dikutip Senin (14/2).
Inez menjelaskan, dalam sebuah hubungan, rasa saling suka bukanlah patokan yang utama. Faktor kecocokan juga menjadi hal penting lain yang harus dipertimbangkan.
"Ini bukan terkait orang itu suka sama kita atau enggak, tapi aku sebenarnya cocok enggak sama dia. Dari situ kita perlu management ekspektasi," ujarnya.
Memiliki harapan terhadap seseorang dan sebuah hubungan bukanlah hal yang salah. Akan tetapi, seseorang juga harus memikirkan tingkat kecocokan dan kenyamanan.
Jangan sampai lantaran ingin segera memiliki pacar, jadi melupakan kepribadian dan memaksakan hubungan.
"Punya harapan enggak apa-apa, ingin membuat seseorang terkesan juga boleh tapi ingat saat kita melakukan itu apakah kita jadi kehilangan diri kita sendiri atau enggak. Kita perlu juga nyaman untuk diri kita sendiri, itu yang paling penting," kata Inez.
Sementara itu, Inez juga mengatakan saat kencan pertama diperbolehkan untuk membicarakan hal-hal yang menjadi hobi atau apa yang kita sukai. Dari sana, kemungkinan akan dapat menemukan kemiripan atau kecocokan dengan pasangan kencan pertama ini.
"Kita bisa ngobrol soal interest kita, siapa tahu ketemu yang mirip jadi enggak perlu pura-pura. Kita bisa jadi diri sendiri dan enggak perlu ikut dunia orang, nanti kita malah enggak dapat kesempatan ketemu orang yang sesuai keinginan kita," katanya.
"Pada akhirnya asalkan kita menjalani prosesnya dengan respectful pada orang lain, jadi diri sendiri, kita bisa mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan koneksi yang cocok dan sesuai dengan kita," lanjut Inez. (Ant/OL-1)
Posisi di tengah membuat seorang anak merasa perlu melakukan upaya ekstra untuk mendapatkan perhatian orangtua yang sering kali terbagi.
Remaja lebih mudah tergoda melakukan hal-hal yang menyenangkan atau sedang tren karena sistem limbik mereka lebih dominan
Ada mekanisme psikologis dan neurologis yang sangat kompleks yang membuat manusia modern begitu terobsesi dengan urusan privasi orang lain, seperti netizen yang terobsesi dengan artis.
PEMAHAMAN mendalam mengenai tahapan perkembangan psikologi anak bukan sekadar wawasan tambahan, melainkan fondasi utama dalam pola asuh modern di tahun 2026.
Psikologi menyebut orang yang memasak sambil membersihkan dapur memiliki 8 kepribadian kuat, mulai dari disiplin, mindfulness, hingga manajemen waktu yang baik.
Studi terbaru mengungkap teknik "meta-cognitive doubt". Meragukan pikiran negatif ternyata lebih efektif untuk kembali berkomitmen pada tujuan jangka panjang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved