Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Pribudiarta Nur Sitepu mengatakan tantangan terbesar saat ini dalam menangani kasus kekerasan pada anak yakni masih melekatnya budaya bahwa mendisiplinkan anak menggunakan tindakan kekerasan.
“Seperti halnya ada pepatah di ujung rotan ada emas, itu tidak benar, budaya seperti ini yang harus kita hadapi bersama, ini harus seluruh komponen,” jelasnya dalam Mediatalk KemenPPPA, Selasa (8/2).
Baca juga: Pemasangan Ventilator tidak Selalu Membuat Pasien Kesakitan
Lebih lanjut dirinya meminta sleuruh komponen masyarakat untuk terus mengingatkan bahwasanya melakukan kekerasan sekecil apapun merupakan larangan.
“Mulai dari keluarga, hingga ke tokoh agama perlu mendorong hal tersebut, karena yang paling berpengaruh,” jelasnya.
Menurut catatan yang ia sampaiakan, selama pandemi covid-19, terjadi peningkatan 200% dalam kurun waktu 12 bulan terakhir. Ia mengatakan, kendati prevalensi kekerasan selama 5 tahun terkahir mengalami penurunan justru saat ini naik.
“Nah ini membuktikan menurut saya asumsi bahwa memang kita belum bisa menurunkan perilaku budaya kita yang kadang melakukan pendisiplinan dengan tempeleng, melakukan pengasuhan yang baik harus di pukul lah, nah konsep seperti ini harusnya dihilangkan dan kita sama sama memastikan pengasuhan itu bebas dari kekerasan,” pungkasnya.
Perkembangan data laporan kekersan terhadap anak saat ini meningkat 28,54% dari tahun 2020. Pada tahun 2020 terdapat 11278 kasus dengan korban 12.425 orang, sedangkan pada tahu 2021 dari 14.517 kasus, 15.971 anak menjadi korban kekersan. (OL-6)
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Utara mencatat lonjakan kasus kekerasan terhadap anak yang didominasi oleh kekerasan seksual sepanjang tahun 2025.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan pentingnya membangun ekosistem hukum yang kuat serta edukasi yang memadai untuk melindungi anak-anak.
kasus kekerasan terhadap siswa ini mencederai rasa kemanusiaan.
Ciri berikutnya adalah anak cenderung menarik diri dari pergaulan karena komunitas TCC membuat mereka nyaman sehingga anak-anak lebih suka menyendiri.
MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya kasus penculikan anak yang terjadi belakangan ini.
Psikolog anak, Mira Damayanti Amir, menekankan bahwa darurat kekerasan tengah terjadi di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved