Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat Hasto Wardoyo menyebut bidan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat dengan jumlah tenaga yang saat ini sudah melebihi 400.000 orang.
"Bidan menjadi ujung tombak pelayanan di masyarakat karena jumlahnya besar, bidanlah tenaga yang mendapatkan izin melakukan antenatal care untuk suntik KB, pasang IUD, dan memonitor orang melahirkan," kata dia dalam webinar, dikutip Senin (7/2).
Hasto menuturkan, dalam menjangkau masyarakat di daerah diperlukan sistem layanan kesehatan yang lebih kuat, terutama dengan peran teknologi, sehingga apabila ada stressor seperti pandemi, pelayanan kesehatan di daerah akan lebih mampu merespon.
Baca juga: Pola Hidup Sehat Bisa Hindarkan Anda dari Penyakit Jantung
Dia menyambut hadirnya teknologi yang membantu bidan di Indonesia memaksimalkan peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak.
"Kalau seandainya sistem pelayanan di bawah dibangun kuat dan bidan jadi tulang punggungnya, bidanlah menteri kesehatan di desa. Teknologi yang dibangun untuk kepentingan mereka, jejaring kuat ini menurut saya sangat penting dan strategis," tutur dia.
Hal senada juga diungkapkan, Ketua Umum Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Emi Nurjasmi. Dia mengatakan bidan menjadi tenaga kesehatan yang strategis karena berada di tengah masyarakat dan mereka menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan, apalagi sebagian besar bidan di Indonesia berada di daerah terpencil.
Setali tiga uang dengan Hasto, dia juga menyambut baik hadirnya teknologi yang mempermudah tugas bidan dalam menjangkau sasarannya.
"Peran bidan menjadi sangat penting. Saya menyambut baik adanya platform digital yang mempermudah tugas bidan dalam menjangkau sasaran," kata Emi.
Pada Desember 2021, tercatat terdapat 266 ribu bidan di fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia, dengan sekitar 37 ribu bidan membuka praktik sendiri.
Bidan juga bertanggung jawab untuk membantu 62% kelahiran di ndonesia, dan 85% pemeriksaan kehamilan (Antenatal Care/ANC) secara nasional. (Ant/OL-1)
Bidan menjadi garda terdepan yang memastikan perempuan mendapatkan layanan kesehatan sejak masa kehamilan, persalinan, hingga perawatan bayi dan balita.
UPAYA percepatan penurunan stunting menjadi agenda prioritas nasional yang menuntut kerja sama lintas sektor, termasuk tenaga kesehatan di tingkat lapangan.
Peran Strategis Bidan Sebagai Ujung Tombak Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak
BIDAN memiliki peran yang sangat penting, tidak hanya sebagai tenaga kesehatan, tetapi juga sebagai pendamping utama bagi ibu dan keluarga dalam setiap fase kehidupan anak.
Gizi tidak tercukupi, perawatan kurang optimal, serta minimnya stimulasi pada masa 1.000 HPK dapat menyebabkan stunting dan gangguan perkembangan otak.
Inovasi ini berangkat dari keprihatinan atas masih tingginya angka kematian ibu, bayi, serta kasus stunting di wilayah kerja Puskesmas Sungai Rumbai pada tahun sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved