Rabu 02 Februari 2022, 08:00 WIB

Ini Keluhan yang Dialami Penderita Gagal Jantung

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Ini Keluhan yang Dialami Penderita Gagal Jantung

Freepik
Ilustrasi

 

MEREKA dengan kondisi gagal jantung, umumnya merasakan sejumlah keluhan akibat jantung tidak lagi mampu menjalankan fungsi vitalnya, termasuk memompa darah, yakni mudah lelah dan sesak napas.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Gagal Jantung dan Kardiometabolik Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PP PERKI), Siti Elkana Nauli mengatakan, saat kemampuan jantung memompa darah berkurang, pasien tidak bisa mendapatkan oksigen untuk jaringan dan organ sehingga mengeluhkan mudah lelah.

Lalu, karena kapasitas jantung untuk menerima darah berkurang akibat peningkatan tekanan pada jantung yang mengalami kegagalan tersebut, akan menyebabkan penumpukan cairan di berbagai organ seperti paru-paru, hati, perut, ginjal dan bila sudah berat di kaki dan paha.

Baca juga: Aktif Bergerak Kunci Terhindar dari Gagal Jantung

Menurut Siti, terjadinya penumpukan cairan di kaki menandakan pasien sudah sangat terlambat meminta pertolongan akibat kondisi gagal jantungnya.

"Bila mudah lelah dan sesak napas bertambah artinya penumpukan cairan yang timbul di rongga paru sudah terjadi sedemikian banyaknya," tutur Siti dalam webinar edukasi tentang pencegahan dan kepatuhan terhadap pengobatan gagal jantung, dikutip Rabu (2/2).

Siti menjelaskan jantung memiliki dua fungsi vital yakni dalam pertukaran oksigen dengan karbondioksida yang melibatkan jantung sisi kanan dan paru-paru serta memompa darah ke seluruh tubuh untuk bisa memenuhi kebutuhan masing-masing organ ketika seseorang melakukan aktivitas atau metabolisme saat istirahat.

Oleh karena itu, saat jantung mengalami kegagalan fungsi maka pasien bisa mengeluhkan mudah lelah, sesak napas terutama saat istirahat dan beraktivitas.

Selain itu, pada waktu tidur, umumnya pasien membutuhkan bantal lebih dari satu. 

Sebagian pasien bahkan memilih tidur dengan posisi duduk, merasa tidak selera makan, minum, dan makan sedikit sudah kenyang karena ada penumpukan cairan di saluran cerna. Pada kondisi lanjut, sudah timbul bengkak bukan hanya di perut tetapi juga di kedua kaki.

Kemudian, ada juga beberapa tanda yang kadang tidak disadari seperti mudah pusing karena gangguan di sirkulasi otak akibat pompa jantung lemah atau tidak sampai darah ke otak dengan baik dan pasien sering terbangun tengah malam karena merasa sesak seperti tenggelam. 

Pada beberapa kondisi, muncul batuk kering yang tidak bisa diobati dengan obat batuk yang selama ini dikonsumsi.

Siti mengatakan, kondisi gagal jantung bisa berhubungan dengan beberapa kondisi lain yang juga berkaitan seperti gagal sirkulasi sehingga pasien lemas, ujung tangan dan kaki terasa dingin, gagal ginjal, stroke, aritmia atau gangguan irama jantung dan kasus paling banyak sebagai penyebab kematian pada gagal jantung yakni kematian mendadak.

Gagal jantung ditandai dengan rawat inap berulang di rumah sakit yang tinggi karena perburukan penyakitnya. 

Jika tidak ditangani dengan baik, angka kematian global akibat penyakit ini diperkirakan dapat meningkat hingga lebih dari
23.3 juta kematian setiap tahun pada 2030.

Risiko gagal jantung meningkat pada kondisi hipertensi, penyakit jantung koroner, diabetes, riwayat keluarga dengan kardiomiopati, paparan toksin, penyakit jantung katup, gangguan fungsi tiroid, kebiasaan merokok, dan sindrom metabolik.

Data registri gagal jantung Pokja menunjukkan kontribusi terbanyak sebagai penyebab gagal jantung di Indonesia adalah penyakit jantung koroner, hipertensi, dan diabetes.

Sementara itu, faktor risiko tambahan seperti obesitas, dislipidemia, gangguan fungsi ginjal, gaya hidup santai, dan obstructive sleep apnea.

Di Indonesia, berdasarkan data dari 2.130 pasien dari 11 pusat pelayanan jantung terutama di Pulau Sumatra dan Jawa diperkirakan prevalensi pasien gagal jantung mendekati 5%, atau di atas Singapura dan Malaysia yang berada pada angka 4,5%.

"Ini masih merupakan pekerjaan rumah yang cukup besar buat kita untuk bisa mengatasi atau menurunkan prevalensi angka gagal jantung tersebut," kata Siti.

Angka ini tidak berbeda dengan hasil penelitian berjudul Heart failure across Asia: Same healthcare burden but differences in organization of care yang dipublikasikan pada International Journal of Cardiology. 

Studi itu juga mengungkapkan jumlah penderita gagal jantung di Indonesia yakni sebesar 5% dari total jumlah penduduk.

Angka kematian karena gagal jantung di Indonesia juga tergolong tinggi, yakni sebanyak 17,2% pasien gagal jantung di Indonesia meninggal saat perawatan rumah sakit, 11,3% meninggal dalam 1 tahun perawatan, dan 17% mengalami rawat inap berulang akibat perburukan gejala dan tanda gagal jantung.

Terkait prevalensi gagal jantung ini, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PP PERKI), Isman Firdaus meyakini pentingnya peran semua pemangku kepentingan untuk bekerja sama secara berkesinambungan dalam upaya promotif, preventif, diagnosa, dan pengobatan untuk  penanggulangan penyakit gagal jantung yang lebih baik.

Selain itu, penting bagi orang-orang untuk mencegah gagal jantung dengan memulai hidup sehat dengan mengonsumsi makanan sehat, berolahraga secara teratur dan berkonsultasi dengan dokter tentang tatalaksana faktor risiko gagal jantung yang tepat.

Hal yang juga tidak kalah penting yakni memeriksakan kesehatan jantung sejak dini terutama jika ada keluhan nyeri dada, berdebar, mudah capek, kaki bengkak atau sesak napas.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah atau kardiolog akan melakukan pemeriksaan jantung non-invasif awal seperti ekokardiografi, holter, atau treadmill test. (Ant/OL-1)

Baca Juga

MI/Ramdani

Ahli: Masyarakat tidak Boleh Lengah, Subvarian XBB Bahaya bagi Komorbid

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Jumat 02 Desember 2022, 23:38 WIB
Menurut Guru Besar Mikrobiologi FKUI, subvarian XBB dan varian omikron lainnya bisa melarikan diri dari antibodi, baik pascainfeksi,...
MI/ Moh Irfan

BPJS Kesehatan Ingin Masyarakat Teredukasi Soal Layanan Kesehatan

👤Dinda Shabrina 🕔Jumat 02 Desember 2022, 22:59 WIB
MASYARAKAT sangat membutuhkan edukasi terkait layanan kesehatan yang diselanggarakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)...
Dok. i3L

Terus Lakukan Inovasi, Dundee dan i3l Kembangkan Kerjasama Double Degree

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 02 Desember 2022, 21:59 WIB
"Mahasiswa nantinya akan diberikan gelar sarjana dari Biomedicine i3L, serta dari University of...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya