Kamis 27 Januari 2022, 22:56 WIB

Perlu Kerja Sama untuk Atasi Stunting

Abdillah M Marzuqi | Humaniora
Perlu Kerja Sama untuk Atasi Stunting

Antara
Ilustrasi stunting

 

KEPALA Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menyampaikan penurunan angka stunting dapat tangani dengan tepat dimulai dari data. Data tersebut kemudian diolah dan dituangkan dalam penyusunan strategi. Hasto juga menekankan pentingnya kerja sama dengan pihak lain untuk menekan angka stunting.

“Salah satu langkah dini yang bisa diambil adalah bekerja sama dengan Kementerian Agama dan jajarannya, untuk harus mengidentifikasi calon pasangan yang menikah dan mengadakan pemeriksaan 3 bulan sebelum pernikahan untuk pengecekan lingkar lengan atas, tinggi badan, berat badan, indeks massa tubuh dan HB hemoglobin). Mulai dari 4 pemeriksaan tersebut yang akan menjadi program wajib,” ujar Hasto dalam webinar bertajuk Bersama Cegah Stunting, Wujudkan Generasi Sehat di Masa Depan, Rabu (26/1).

Acara itu digelar Danone Indonesia dalam rangka perayaan Hari Gizi Nasional 2022. Tema itu mengangkat diskusi tentang bagaimana pemerintah, masyarakat dan termasuk perusahaan untuk dapat mencapai target penurunan stunting di Indonesia. 

Tengkes atau stunting adalah kekurangan gizi pada anak di 1.000 hari pertama kehidupan yang bisa menyebabkan terhambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak. Indonesia menargetkan dapat menurunkan jumlah kasus stunting sebesar 14% pada 2024, sedangkan data 2019 menunjukkan jumlah kasus stunting sebesar 27,67%.

Direktur Gizi Masyarakat Kemenkes Dhian P. Dipo menyampaikan target penurunan stunting harus ditangani dengan kerja sama, kerja keras, dan kerja nyata agar tercapai. “Ada 2 hal intervensi dalam penurunan angka stunting, yaitu intervensi spesifik dan sensitif, dan Kementerian Kesehatan memiliki tanggung jawab di intervensi spesifik. Yaitu dengan penguatan kapasitas SDM mulai dari tenaga kesehatan, guru hingga perangkat desa agar bisa melakukan tindak lanjut dengan tepat saat menemui kasus di lapangan,” ujarnya.

Communications Director Danone Indonesia Arif Mujahidin menyatakan mendukung gerakan pemerintah untuk mencegah dan mengatasi stunting. Menurutnya, sektor swasta berperan dalam berkontribusi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang isu kesehatan dan nutrisi. “Sejalan dengan misi Danone yakni membawa kesehatan ke sebanyak mungkin orang, kami berkomitmen penuh untuk membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan stunting di Indonesia demi terciptanya generasi emas Indonesia 2045,” ujarnya. (OL-8)

Baca Juga

MI/ Andri Widiyanto

82,59% Remaja Sudah Divaksinasi Lengkap

👤MGN 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 23:42 WIB
Sebanyak 25.520.583 remaja telah menerima vaksin dosis pertama. Jumlah itu sama dengan 95,56 persen dari...
Ist

Rumah Sakit Premier Jatinegara Raih The Best Indonesia Hospital of The Year

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 23:12 WIB
Pada acara bertaraf internasional ini RS Premier Jatinegara berhasil meraih penghargaan dari Global Health Asia-Pacific Award 2022 kategori...
DOK MI.

Kapan Mulai Puasa Ayyamul Bidh 2022? Ini Penjelasan dan Tata Caranya

👤Mesakh Ananta Dachi 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 22:26 WIB
Puasa ayyamul bidh merupakan puasa sunah yang dijalankan setiap pertengahan bulan. Untuk Agustus jadwal puasa ayyamul bidh sebagai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya