Kamis 27 Januari 2022, 16:44 WIB

Adu Kemampuan Meracik Kopi dalam Kompetisi Barista

Ihfa Firdausya | Humaniora
Adu Kemampuan Meracik Kopi dalam Kompetisi Barista

MI/RAMDANI
Barista melakukan "brewing coffee" di salah satu tenant peserta Festival PeSoNa Kopi Argoforestry 2022.

 

SEBANYAK 16 peserta mengikuti kompetisi barista dalam acara Festival PeSoNa Kopi Agroforestry 2022 di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat, Kamis (27/1). Sebelumnya, para peserta telah mengikuti sejumlah pelatihan barista dalam rangkaian acara HUT ke-52 Media Indonesia ini, 25-27 Januari 2022.

Kompetisi dilakukan melalui sistem gugur. Setiap peserta bertanding di setiap babak dengan lawan secara acak. Pada babak pertama, sebanyak 8 peserta melaju ke perempat final, dan seterusnya hingga final.

Dalam setiap sesi pertandingan one on one (satu lawan satu) itu, peserta harus menyajikan kopi terbaiknya selama 5 menit. Dalam waktu tersebut (kecuali final 3 menit), peserta harus memanaskan air, mengolah biji kopi yang sudah matang (roast bean) untuk dihaluskan menggunakan grinder, menakar bubuk kopi, hingga menuangkan air dengan takaran yang pas.

Biji kopi yang harus diolah pun berbeda pada tiap sesinya, yakni kopi dari berbagai daerah di Indonesia, dengan proses pascapanen yang berbeda juga. Antara lain jenis full wash dan natural.

Setelah melalui persaingan sengit, juara pun diumumkan. Juara pertama jatuh pada Reiny Octavianty dari PSKL Kalimantan, juara kedua Muhammad Fitri asal Tangerang, dan juara ketiga Hariadi Saputra dari PSKL Maluku Papua.

Ditemui usai acara, Reiny mengaku tidak menyangka bisa memenangkan kompetisi ini. Padahal, awalnya ia hanya mau ikut pelatihan barista yang digelar selama dua hari sebelumnya.

"(Tapi setelah itu) Kayaknya aku boleh men-challenge diri sendiri, sesuai gak, apa yang sudah kami jalankan (dalam pelatihan), hasilnya bagaimana, jadi ikut," katanya.

"Gak nyangka bakal juara. Karena teman-teman yang ikut tuh ada yang dulunya kerja di Starbucks, ada owner coffee shop. Sempet minder juga awalnya," imbuhnya.

Baca juga: Menghirup Semerbak Kopi di Festival PeSoNa Agroforestry

Reiny sendiri memiliki kedai kopi bernama Kojal Coffe (Kopi Jago Jalanan) asal Kalimantan Barat. Ditanya mengenai strategi pembuatan kopi, Reiny mengatakan bahwa dirinya hanya berusaha membuat kopi yang enak.

"Kalau misalnya saya giniin, enak gak ya, kalau gini, enak gak. Sama paling (berdasarkan) pengalaman-pengalaman sebelumnya," katanya.

Salah satu juri kompetisi barista tersebut adalah William Edison, pendiri WE Coffee Roaster dan WE Academy. Menurutnya, secara keseluruhan kemampuan peserta sudah cukup baik.

"Dari hasil brewingnya cukup clean. Terutama yang sudah masuk semifinal dan final memang sangat mendekati sehingga juri juga agak kewalahan untuk memilih satu yang terbaik," katanya pada kesempatan yang sama.

Dalam kompetisi, lanjutnya, juri lebih menilai kepada kecakapan peserta dalam melakukan proses brewing. Menurutnys, proses brewing itu akan menentukan hasil akhirnya seperti apa.

"Proses brewing kan ada suhu air yang harus dijaga, dengan teknik pouring yang berbeda, dan waktu brewing yang berbeda. Itu menjadi sebuah kesatuan untuk menghasilkan secangkir kopi yang terbaik," jelas William.

Sekretaris KOOP Indonesia Rini Hasanah menyebut kegiatan ini dilaksanakan untuk menilai kemampuan peserta yang sudah mengikuti pelatihan. "Untuk menilai bagaimana para peserta menyerap selama dua hari pembelajaran dan juga kita kembalikan kepada cara seduh ke gaya sendiri-sendiri akhirnya," kata Rini.

Dia pun menilai para peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang sudah didapat itu. "Kita sudah bisa lihat siapa pemenangnya, dia punya talenta, bisa menyeduh dengan baik dan menyajikan cita rasa kopi yang enak kepada penikmat kopi. Makanya kita kasih judul From Farm to Cup, dari petani sampai ke segelas kopi," pungkasnya.

Juara kompetisi ini berhak mendapatkan uang tunai Rp2 juta, selanjutnya peringkat kedua Rp1,75 juta, dan ketiga Rp1,5 juta. Selain itu, hadiah juga diberikan kepada juara harapan 1 (Rp700 ribu), harapan 2 (Rp500 ribu), dan harapan 3 (Rp300 ribu). (OL-4)

Baca Juga

DOK. FP NTT

Gelar Halalbihalal, Forum Pemuda NTT Beri Santunan Kepada 500 Anak Yatim Piatu

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Kamis 26 Mei 2022, 20:58 WIB
Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi mengapresiasi inisiatif FP NTT yang terus menebarkan nilai persaudaraan. Persaudaraan dan toleransi...
Antara/Aprilio Akbar

Kemenparekraf Jadikan GPDRR 2022 Ajang Indonesia Promosikan Pariwisata

👤Atalya Puspa 🕔Kamis 26 Mei 2022, 20:29 WIB
"Sebagaimana pesan Presiden Joko Widodo bahwa di semua event internasional kita harus mempromosikan pariwisata dan hasil ekonomi...
Antara/Adeng Bustomi

Pemerintah Diminta Tingkatkan Kualitas Alkes dan Kesejahteraan Nakes di Layanan Kesehatan Primer

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Kamis 26 Mei 2022, 20:21 WIB
Layanan primer secara sistem seharusnya kuat karena semua peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) diharuskan ke layanan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya