Kamis 27 Januari 2022, 15:14 WIB

Pakar Sebut Varian Omikron Sebagai Keberkahan yang Tersembunyi

Atalya Puspa | Humaniora
Pakar Sebut Varian Omikron Sebagai Keberkahan yang Tersembunyi

ANTARA/GALIH PRADIPTA
Petugas memeriksa kesehatan calon penerima vaksin covid-19 dosis booster di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (25/1/2022).

 

KARAKTERISTIK varian omikron yang mudah menyebar namun memiliki gejala yang ringan disebut oleh para pakar dunia sebagai keberkahan yang tersembunyi. Ketua Perhimpunan Dokter Indonesia Timur Tengah Iqbal Mochtar mengaku, mulanya ia tidak mempercayai pernyataan tersebut. Iqbal menilai, masih terlalu dini untuk mengambil kesimpulan bahwa omikron bukanlah varian yang berbahaya.

"Tapi pada perkembangan selanjutnya, tiga bulan terakhir ini, ada informasi yang sifatnya konsisten yang menunjukkan bahwa varian omikron ini memiliki transmisi yang luas dan kefatalan rendah. Ini sifatnya konsisten," kata Iqbal dalam acara Jumpa Pakar Media Indonesia bertajuk Varian Vs Vaksin Tantangan dan Harapan di Tahun 2022, Kamis (27/1).

Baca juga: Segera Uji Pra Klinik, Vaksin Merah Putih Bakal Jadi Booster

Iqbal yang bertugas sebagai tenaga kesehatan di Qatar menceritakan, dirinya melihat sendiri tanda-tanda tersebut. Dalam satu hari, ia menerima sebanyak 25-30 pasien. Dari jumlah tersebut, lebih dari 25 orang terkonfirmasi positif.

Namun, keluhan yang disampaikan pasiennya kebanyakan ringan dan nonspesifik. Seperti flu ringan, sakit tenggorokan dan nyeri badan.

"Tidak seperti dulu saat varian delta menyebar, pasien yang datang dengan sesak napas, batuk dan saturasi menurun," tutur Iqbal.

Ia melanjutkan, di Qatar, saat varian delta menyebar, terdapat 7 ribu orang yang terkonfirmasi positif dan 42 orang diantaranya meninggal dunia.

Angka konfirmasi positif saat varian omikron ini diakui Iqbal meningkat hingga 4 kali lipat. Saat ini ada sebanyak 30 ribu kasus terkonfirmasi positif di Qatar. Bamun demikian, orang yang meninggal saat ini berjumlah 9 orang.

"Dengan demikian rata-rata fatality rate omikron ini 0,03%. Ini merupakan sebuah hal yang mungkin bisa memberikan harapan, meskipun mungkin terlalu dini untuk kita simpulkan," ucap dia.

Baca juga: Vaksin Booster Jadi Salah Satu Senjata Ampuh untuk Lawan Omikron

Dengan kondisi covid-19 yang ada saat ini, Iqbal menceritakan bahwa Qatar lambat-laun sudah mulai membuka kembali aktivitas di ruang publik. Bahkan, anak-anak yang belum divaksin sudah diperbolehkan mengunjungi pusat perbelanjaan.

"Mudah-mudahan ini merupakan sinyal bahwa memang kita akan masuk ke kehidupan yang paling tidak relatif bagus dari sebelumnya," tutur Iqbal.

"Tapi dengan catatan, ini bisa berlanjut apabila kita bisa konsisten melakukan penatalaksanaan. Jangan sampai dalam kondisi seperti ini kita lepas tangan dan tidak menjalankan protokol kesehatan maupun vaksinasi," pungkas dia.(H-3)

Baca Juga

ANTARA

Jokowi Sukses Buka Akses Pendidikan Bagi Masyarakat Kurang Mampu

👤Widhoroso 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 16:45 WIB
SEJUMLAH kebijakan di sektor pendidikan yang dijalankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berdampak positif bagi...
MI/ HO

PGRI Serukan Dialog Bahas RUU Sisdiknas

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 16:32 WIB
Tujuannya, agar menghasilkan UU yang  komprehensif membuat dunia pendidikan di Tanah Air lebih...
Satgas Penanganan Covid-19

Satgas Covid-19: Kenaikan Mobilitas Masyarakat Tertinggi selama Pandemi

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 16:25 WIB
KENAIKAN mobilitas masyarakat Indonesia saat ini menjadi yang tertinggi selama pandemi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya