Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU besar Bidang Gizi Kesehatan Masyarakat sekaligus wakil ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan (PKGK) FKMUI, Prof. Dr. drg Sandra Fikawati, MPH menjelaskan bahwa selain ASI, susu sapi juga penting untuk mencegah stunting pada anak.
"Dalam upaya pencegahan dan pengendalian stunting, protein hewani mutlak dibutuhkan. Hal ini dikarenakan protein hewani memiliki kandungan asam amino esensial yang lengkap, yang berperan penting dalam proses tumbuh kembang anak," kata Sandra saat diskusi daring, Selasa (25/1).
Baca juga: LDII Siap Bermitra dengan Polri Tuntaskan Masalah Kebangsaan Terkait Radikalisme
Lebih lanjut, Sandra juga menjelaskan bahwa produk susu juga merupakan salah satu protein hewani yang paling efektif dalam menurunkan risiko stunting. Sebab susu dapat membantu pertumbuhan jaringan otot dan tulang serta mengandung hormon yang baik untuk tumbuh kembang anak.
"Produk susu merupakan salah satu protein hewani yang dinilai paling efektif dalam menurunkan risiko stunting, dibandingkan dengan protein hewani lainnya. Meskipun demikian perlu diingat bahwa asupan protein hewani dan jenis makanan lainnya yang bervariasi tetap penting untuk dipenuhi," jelas Sandra.
"Susu juga membantu tubuh membangun jaringan otot dan tulang ketika berada dalam fase pemulihan. Kemudian juga mengandung hormon, nah ini juga yang sangat penting kalau kita bicara mengenai stunting," tambahnya.
Oleh sebab itu, Sandra pun mengimbau agar masyarakat tetap memberikan susu kepada anak-anak meskipun sudah terlepas dari masa pemberian ASI. Tak hanya itu, Sandra juga mengatakan bahwa sebaiknya orang dewasa pun juga ikut mengonsumsi susu.
"Manfaat susu bagi manusia juga sudah disampaikan di beberapa kitab suci. Jadi tidak ada alasan kalau kita tidak mau memberikan susu kepada anak. Bahkan sampai dewasa pun susu itu menjadi sangat penting," ujarnya. (Ant/OL-6)
Sejak 2019, Faris terjun ke NTT untuk melakukan misi sosial dalam penanganan masalah kesehatan di daerah itu.
Pemanfaatan kacang hijau untuk mengatasi stunting dinilai sangat relevan karena aksesnya yang mudah, harga terjangkau, serta kandungan gizi yang tinggi.
Selain penurunan angka stunting, hasil evaluasi menunjukkan bahwa 64,28 persen balita peserta program mengalami perbaikan status gizi.
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
SELAMA ini kita terlalu sering memaknai pembangunan sebagai pembangunan fisik: jalan, jembatan, gedung, kawasan industri, dan infrastruktur digital, tapi melupakan manusia
Kemenkes ungkap 6% bayi di Indonesia lahir dengan berat badan rendah (BBLR) lewat Program Cek Kesehatan Gratis 2025. Simak risiko stuntingnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved