Senin 24 Januari 2022, 18:50 WIB

Kemendikbud-Ristek Tegaskan Penyesuaian PTM Ikuti Dinamika PPKM Daerah

Faustinus Nua | Humaniora
Kemendikbud-Ristek Tegaskan Penyesuaian PTM Ikuti Dinamika PPKM Daerah

ANTARA/ASPRILLA DWI ADH
Sejumlah siswa mengikuti pembelajaran tatap muka di SMP 26 Depok, Depok, Jawa Barat, Senin (24/1/2022).

 

DIRJEN PAUD Dikdasmen, Kemendikbud-Ristek, Jumeri menegaskan bahwa pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) disesuaikan dengen level PPKM dan capaian vaksinasi di suatu wilayah. Semua itu sudah diatur dalam SKB 4 Menteri termasuk SOP dalam merespons kejadian atau kasus covid-19 di satuan pendidikan.

"Saya tegaskan PTM bisa 100% atau 50% atau 0% tergantung level PPKM serta sekolah dimungkinkan buka-tutup," ujar Jumeri kepada Media Indonesia, Senin (24/1).

Sejauh ini, kata Jumeri, implementasi SKB 4 Menteri sudah berjalan baik. Ketika ada kasus baru, sekolah tersebut segera ditutup dan akan kembali dibuka bila telah ditangani.

Baca juga: Kemenag : Biaya Karantina Umrah Maksimal Rp3 Juta

Baca juga: Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Perlu Leadership System

"Kasus covid-19 di sekolah sudah diambil langkah akurat sesuai SOP yang ditentukan dalam SKB 4 Menteri. Jadi so far sudah baik mekanismenya buka-tutup dan sudah jalan baik," jelasnya.

Kemendikbud-Ristek pun menghargai aspirasi dan saran organisasi profesi medis. Menurut Jumeri, antara Kemendikbud-Ristek dan organisasi profesi medis ada dalam satu frekuensi bahwa kesehatan peserta didik, guru, dan masyarakat adalah nomor satu.

Keputusan untuk menggelar PTM terbatas sudah disesuaikan dengan level covid-19, memperhatikan vaksinasi PTK dan lansia. Juga dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat, menetapkan langkah jika ada kejadian, serta memberi sangsi satuan pendidikan yang melanggar.

"Penyesuaian pelaksanaan PTM terbatas 100% atau 50% mengikuti dinamika PPKM di sebuah wilayah. Sebagai contoh DKI Jakarta saat ini level 2 dengan vaksinasi PTK sudah lebih dari 80% dan vaksinasi lansia lebih 50%, maka PTM 100%. Apabila level naik ke 3 maka PTM menjadi 50%. Jadi sudah jelas," tegasnya.

Sebelumnya, sejumlah organisasi medis meminta pemerintah untuk mengevaluasi pelaksanaan PTM. Di tengah meningkatnya kasus covid-19 varian Omikron, PTM dinilai bisa membahayakan kesehatan anak-anak Indonesia.

Baca Juga

Dok. MUI

Halal Bihalal MUI, Merajut Ukhuwwah Untuk Bangun Ekonomi Umat

👤Mediaindonesia,com 🕔Rabu 18 Mei 2022, 00:04 WIB
Ketua panitia Halal bi Halal MUI, Cholil Nafis, atau yang akrab disapa Kyai Cholil, mengatakan kegiatan itu diselenggarakan dalam...
Antara

29,5 Juta Masyarakat Rentan dan Umum Telah Divaksinasi Booster

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Selasa 17 Mei 2022, 23:57 WIB
Sebanyak 4.283.646 lanjut usia telah terproteksi vaksin booster. Lalu 6.399.434 petugas publik dan 578.254 tenaga...
Antara

63,49% Anak Terproteksi Vaksin Covid-19 Dosis Lengkap

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Selasa 17 Mei 2022, 23:54 WIB
Pemerintah menargetkan 26.705.490 remaja usia 12 hingga 17 tahun menerima vaksin...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya