Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MASTEL atau Masyarakat Telematika Indonesia mencatat bahwa SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) atau dikenal sebagai pemerintahan digital yang telah dicanangkan melalui Perpres No 95 Tahun /2018, belum menampakkan hasil yang memuaskan bagi pemangku kepentingan SPBE.
Pemangku kepentingan SPBE yaitu pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian atau lembaga, dan masyarakat luas.
Padahal SPBE tumpuan harapan atas terwujudnya pemerintahan yang efisien, transparan dan akuntabel.
“SPBE perlu leadership system,” kata Ketua Umum Mastel Sarwoto Atmosutarno dalam RDPU RUU Pemerintahan Digital dengan DPD di Jakarta pada Rabu (19/1) lalu.
Dalam keterangan pers, Senin (24/1), Sarwoto mengatakan regulasi SPBE atau pemerintahan digital bilamana mau dinaikkan statusnya menjadi undang-undang maka yang harus ditekankan adalah penegakan regulasi yang disiplin.
Menurut Sarwoto, SPBE harus dilaksanakan terlebih dahulu kepada kementerian/Lembaga sebagai pemanfaat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) atau teknologi digital tersebut, baru kepada masyarakat pengguna.
"SPBE perlu leadership system (komitmen pimpinan, sarana dan prasarana dan sumberdaya manusia). Undang-undang perlu membentuk dan menunjuk national chief information officer (NCIO) SPBE siapa," jelasnya.
Untuk ini perlu model integrasi pusdatin-pusdatin kementerian/Lembaga melebur kepada organisasi NCIO SPBE. Tampaknya model BRIN perlu ditiru untuk SPBE.
Kondisi saat ini silo-silo pusdatin di tingkat pusat dan daerah masih terjadi. Dari catatan yang ada, total belanja TIK Pemerintah (2014-2016) sebesar 12,7T namun tingkat utilitas hanya mencapai 30%.
Mastel memperkirakan pola ini belum berubah selama kurun waktu sampai dengan saat ini.
Di ranah infrastruktur TIK, menurut catatan Mastel, pemerintah hanya mendanai belanja modal sebesar 1,2% atau rp7,2T sementara badan usaha swasta mendanai sisanya sebesar Rp 428 triliunT\ (98,3%) sumber RPJPN (2020-2024).
"Semakin jelas infrastruktur SPBE tergantung swasta, pemerintah dalam hal ini inferior," ungkap Sarwoto.
SPBE mempunyai cakupan layanan yang beragam G2G antar pemerintah, G2B pelaku usaha, G2C untuk masyarakat, G2E untuk sumber daya kepegawaian. Sudah saatnya SPBE dikategorikan kedalam kelompok penyelenggara telematika khusus yang interaktif (Telsus Interaktif).
Di samping itu untuk mendukung pengembangan aplikasinya.“Mastel juga mengusulkan dibentuknya NINA (National IN-house Apps) pusat unggulan pengembangan dan produksi aplikasi umum dan aplikasi khusus yang diperlukan oleh SPBE,” tutur Sarwoto.
NINA ini akan mendorong kreativitas dan kemandirian anak bangsa untuk produksi aplikasi dan platform pemerintahan, selain pentingnya data centers dan konsep satu data.
SPBE sebagai Telsus interaktif dan strategis memerlukan infrastruktur khusus berupa bandwidth pemerintah dan tata kelola internet dengan kehandalan dan keamanan tinggi. Layanan SPBE harus segera disebarkan secara inklusif dari Pusat sampai dengan desa-desa.
Mastel juga berpendapat konsep kolaborasi,koordinasi tata Kelola dan manajemen SPBE sudah sangat bagus, namun Indikator Kinerja (Key Performance Indikator) dari konsep ini belum ada sehingga sulit diukur dan dimintai pertanggungjawaban.
"Indonesia saat ini menempati ranking 88 dari 193 negara menurut catatan E-Gov Development Index United Nation tahun 2020. Masih banyak ruang untuk perbaikan secara menyeluruh," papar Sarwoto. (RO/OL-09)
Kecerdasan buatan, kemajuan dalam teknologi pencitraan dan peningkatan teknologi komunikasi, telah dan akan terus mempengaruhi industri.
Ksema adalah layanan key management berbasis hardware security module (HSM) dengan sertifikasi standar internasional.
SALAH satu yang dipelajari di Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi yaitu Network Designer. Ini merupakan profesi yang dapat digeluti para lulusan sarjana tersebut.
Ini adalah inovasi digital berbasis web yang dirancang untuk mempermudah pengelolaan data-data akademik, mulai dari absensi, nilai, jadwal, hingga laporan pembelajaran.
Meski sudah mempunyai fitur keamanan, diperlukan solusi tambahan yang andal dalam mem-backup dan mereplikasi data perusahaan.
Pelajari pengertian IT, contoh penerapannya, dan peran penting IT dalam kehidupan modern. Temukan info lengkap di sini!
Klinik gigi Smileworks di Kelapa Gading mengutamakan pemeriksaan komprehensif, edukasi pasien, dan teknologi kedokteran gigi berstandar internasional.
Masa depan akademik mahasiswa bergantung pada sejauh mana mereka mampu beradaptasi dengan teknologi tanpa kehilangan jati diri sebagai pembelajar yang kritis dan fokus.
Teknologi digital kian memainkan peran strategis dalam memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ritel mikro di Indonesia.
Pemerintah Kabupaten Jepara memperkuat program UMKM Naik KelasĀ untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis rakyat.
PERKEMBANGAN teknologi digital telah mengubah cara kita menjalani kehidupan sehari-hari: bekerja, belajar, bersosialisasi, hingga berlibur kini sering dilakukan di depan layar.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI siap menggelar Konferensi Zakat Internasional ke-9 atau The 9th International Conference on Zakat (Iconz) 2025 yang berlangsung pada 9-11 Desember
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved