Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKKAN kacang ke dalam makanan anak-anak sejak dini dapat membantu mencegah alergi terhadap kacang-kacangan yang bisa berakibat fatal dan memengaruhi sebagian besar anak-anak secara global. Para peneliti menemukan bahwa memperkenalkan produk kacang pada bayi dan anak serta secara bertahap meningkatkan paparan menyebabkan toleransi yang lebih besar terhadap alergen umum.
Studi peer-review, yang diterbitkan di The Lancet, Jumat (21/1), itu melibatkan 146 anak yang alergi kacang tanah berusia antara nol dan tiga tahun selama 2,5 tahun. Dari kelompok tersebut, 96 diberi bubuk protein kacang setiap hari dengan dosis yang meningkat secara progresif hingga setara dengan enam kacang. Anak-anak lain menerima plasebo tepung gandum.
Dua puluh anak yang menerima bubuk kacang menunjukkan remisi alergi. Ini berarti tidak ada reaksi alergi yang terjadi enam bulan setelah terapi berakhir. Satu anak dalam kelompok plasebo menunjukkan remisi. Enam bulan setelah perlakuan, anak-anak dalam remisi dapat menoleransi dosis yang setara dengan 16 kacang tanah.
Lantas 20 anak yang menerima bubuk kacang dianggap tidak peka yang berarti mereka memiliki ambang alergi yang lebih tinggi tetapi tidak dipertimbangkan dalam remisi. Anak-anak ini dapat menoleransi dosis yang setara dengan antara enam dan 12 kacang tanah enam bulan setelah pengobatan berakhir.
Anak-anak termuda dalam penelitian ini paling sering mengalami remisi. Hasil terbaik yakni mereka yang berusia di bawah 12 bulan. "Intervensi yang sangat dini dapat memberikan kesempatan terbaik untuk mencapai remisi," kata rekan penulis Stacie Jones.
Alergi kacang memengaruhi 2% anak-anak di negara-negara Barat, menurut penelitian, dan dapat berlangsung seumur hidup. Anak-anak yang terkena dampak harus menghindari makan kacang dan memiliki adrenalin yang dapat disuntikkan sendiri untuk melawan kejutan alergi yang dapat berakibat fatal jika mereka secara tidak sengaja terpapar.
Paparan bahkan bisa terjadi saat anak memeluk seseorang yang baru saja mengonsumsi kacang. "Tidak ada pilihan pengobatan yang mengakibatkan beban yang cukup besar kepada anak-anak beralergi dan pengasuh mereka untuk menghindari paparan yang tidak disengaja," kata rekan penulis Wesley Burks.
"Dalam kasus yang parah, ini dapat membatasi kebebasan anak-anak yang punya alergi kacang, terutama ketika harus menavigasi tempat penitipan anak atau sekolah dan ruang publik sebagai akses ke makanan yang aman dalam bahaya," tambahnya.
Baca juga: Penelitian Terbaru, Kucing Besar Tertular Covid-19 dari Penjaganya
Studi sebelumnya menemukan hasil serupa tetapi panjangnya studi terbaru membuatnya unik. Meskipun memberikan hasil yang penting, itu mungkin tidak mencerminkan perilaku tubuh anak-anak dalam kondisi dunia nyata.
Penelitian dilakukan di bawah pengawasan medis yang ketat. Suntikan adrenalin diberikan pada 21 anak selama percobaan. (AFP/OL-14)
Stroke yang dipicu oleh fibrilasi atrium cenderung lebih berat dibandingkan stroke pada umumnya.
Keempat penyakit tersebut adalah Avian Influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Super Flu, dan infeksi virus Nipah.
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
Berbeda dengan sekadar tren kesehatan umum, lifestyle medicine merupakan pendekatan medis formal yang menggunakan intervensi gaya hidup berbasis bukti.
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
LIMA mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) berhasil meraih prestasi gemilang di panggung dunia.
Penelitian ini menawarkan rekomendasi yang dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan keamanan regional.
Para ilmuan menemukan bahwa bagian otak yang awalnya dianggap hanya memproses penglihatan ternyata dapat memicu gema sensasi sentuhan.
Resiliensi petani merupakan syarat penting jika pengelolaan usaha kelapa di provinsi tersebut ingin berkelanjutan.
Hasil penelitian menemukan persoalan kental manis bukan hanya perihal ekonomi, tetapi juga regulasi yang terlalu longgar.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menilai Kitab Fikih Zakat karya Dr. Nawawi Yahya Abdul Razak Majene sangat relevan bagi pengelolaan zakat di era modern.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved