Rabu 19 Januari 2022, 10:00 WIB

Jadikan Swafoto KTP-E Sebagai NFT Ternyata Berbahaya

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Jadikan Swafoto KTP-E Sebagai NFT Ternyata Berbahaya

Opensea
NFT Foto Selfie Ghozali Everyday yang Viral di media sosial

 

HEAD of TokoMall Thelvia Vennieta mengatakan fenomena swafoto dengan identitas (KTP) untuk ditransaksikan menjadi Non-Fungible Token atau NFT sangat berbahaya dan secara etika juga tidak dapat dibenarkan untuk diperjualbelikan dalam bentuk apapun.

"Fenomena swafoto dengan KTP menjadi NFT merupakan hal yang tidak lazim, karena kita tahu bahwa KTP itu kan secara etika tidak bisa dibagikan dan diperjualbelikan. Sangat berbahaya jika data pribadi diperjualbelikan melalui media apapun, termasuk lewat NFT," kata Thelvia, dikutip Rabu (19/1).

Adapun NFT menjadi sebuah perbincangan hangat warganet Indonesia setelah berita seorang pemuda bernama Ghozali Ghozalu yang menjadi viral karena kebiasannya melakukan swafoto dan diunggah di marketplace NFT, OpenSea, dan menghasilkan uang dari sana.

Baca juga: Pengamat : Transaksi Jual Beli NFT Belum Diregulasi dari Bank Indonesia

Tidak lama kemudian muncul sejumlah 'karya' yang diperjualbelikan dalam bentuk swafoto dengan membawa KTP, yang sangat berbahaya bagi keamanan digital masyarakat.

Menanggapi dua fenomena tersebut, Thelvia mengatakan, "Ghozali effect menurut saya mampu menambah awareness dan popularitas NFT di masyarakat Indonesia. Namun, ada penyalahgunaan momentum pasca-NFT foto selfie ini laku di pasaran."

"Di sini semakin memperlihatkan bahwa masih adanya gap antara awareness dan pemahaman masyarakat akan NFT tersebut," tambahnya.

Lebih lanjut, Thelvia mengatakan edukasi kepada masyarakat yang dibutuhkan saat ini tidak hanya pada teknologi atau industrinya, tetapi juga kebiasaan (human behaviour) secara mendasar atas apa hal-hal yang layak dibagikan kepada umum dan tidak.

Thelvia menambahkan, perkembangan NFT di Indonesia ada di tahap awal (early stage), dalam artian dibutuhkan kontribusi dari semua pelaku industri.

"Seperti TokoMall sebagai penyedia NFT marketplace platform dan pemain lain, para kreator yang sudah terjun dan juga peranan penting komunitas sebagai thought leader untuk memberikan pemahaman terkait NFT itu sendiri," jelas Thelvia.

"Di TokoMall, kami berusaha memberikan konten edukatif dalam bentuk artikel blog, artikel media nasional ataupun lokal, media sosial, komunitas di Telegram ataupun Discord, dan juga aktif melakukan webinar secara berkala dengan para pelaku industri. Pemanfaatan semua channel diperlukan agar pemahaman tentang NFT ini semakin merata di berbagai kalangan masyarakat," imbuhnya. (Ant/OL-1)

Baca Juga

Dok. Bebek Kelyo

Restoran di Jakarta Ini Cocok Untuk DIkunjungi Bersama Keluarga, Apa Saja ? 

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 18 Mei 2022, 23:15 WIB
Kebersamaan bersama keluarga tetap dapat diciptakan, salah satunya lewat wisata kuliner ke sejumlah restoran yang ramah dengan...
MI/Ramdani

Manajemen Talenta Pilar Penting Peningkatan Kualitas SDM

👤 Azzahra Ayudia Putri, mahasiswa Ilmu Administrasi Negara Universitas Indonesia 🕔Rabu 18 Mei 2022, 22:50 WIB
PADA dasarnya aparatur sipil negara (ASN) merupakan tonggak penting dalam berjalannya proses...
Antara/Dhemas Reviyanto

Ada Pelonggaran, Masyarakat Diminta Tetap Waspada Terapkan Gaya Hidup Sehat

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 18 Mei 2022, 22:25 WIB
Masyarakat juga diminta tetaplah waspada dan siaga di setiap situasi dan kondisi selama beraktivitas, baik di dalam atau di luar...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya