Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
Masih ingat Ghozali? sosok yang namanya populer dalam dunia NFT selama tahun 2021 ini kembali menjadi sorotan. Kini, dia mengumumkan prajual NFT kedua dengan nama ‘Ghozali Everyday’. NFT "Ghozali Everyday" edisi kedua ini sudah berhasil menarik para kolektor dan meraup dana prajual sebesar 528 ETH, setara US$1,8 juta yang jika dikonversikan senilai Rp 28,4 miliar.
Agak mirip dengan edisi pertama, NFT edisi kedua ini merupakan rangkaian selfie Ghozali dari tahun 2022 hingga kelulusannya di 2023. Melalui akun X-nya atau yang dulu dikenal Twitter, @Ghozali_Ghozalu, dia mengumumkan penjualan pada Minggu (24/3). Untuk membeli NFT ini, pembeli wajib menyetor minimal 0,05 ETH dan maksimal 2 ETH.
Ghozali menuturkan proyek ini merupakan sesuatu yang menyenangkan dan memiliki aktivitas bermanfaat.
Baca juga : Ini Cara Bappebti Lindungi Investor Kripto di Indonesia
“Ini akan menjadi proyek yang menyenangkan dan akan ada aktivitas bermanfaat. Saya juga ingin berterima kasih kepada orang-orang yang membeli koleksi NFT pertama saya Ghozali Everyday,” cuitnya.
Yang membedakan edisi kedua dengan edisi pertama adalah, dalam NFT edisi terbaru ini, Ghozali tidak hanya menunjukkan selfie, tetapi juga menyertakan berbagai aksesoris seperti helm, hijab, dan lainnya. Selain itu, NFT "Ghozali Everyday" akan bekerjasama dengan proyek kripto Pandora.
Sebagai informasi, pada tahun 2021, laki-laki asal Semarang ini mendapatkan sorotan dari media lokal maupun internasional setelah sukses menjual 1.000 foto selfie dirinya melalui pasar NFT, OpenSea. Awalnya, Ghozali menjual dengan harga US$3 untuk setiap selfie NFTnya. Dia tak berharap akan ada yang serius menanggapi foto selfie tersebut.
Pun demikian, penawaran NFT Ghozali mendapat dukungan dari anggota terkemuka Crypto Twitter yang membeli dan turut memasarkan. Setelah itu, nama Ghozali pun meledak. Salah satu NFT Ghozali dihargai 0,247 Ether, sementara yang lainnya dijual dengan harga 0,9 ETH, atau senilai US$3.000.
Namun, minat pasar kripto pada tahun 2022 turun, NFT Ghozali juga meredup. Kini, dia berhasil meraup keuntungan setelah menjual NFT lagi. (Z-10)
Di dunia kripto, tujuan utama dari wash trading adalah membuat harga aset tampak naik dan menciptakan ilusi likuiditas tinggi agar menarik minat investor.
NFT menarik perhatian karena diadopsi oleh institusi besar dan selebriti. Misalnya, Visa membeli CryptoPunk seharga hampir US$150,000 dalam Ethereum pada Agustus 2021.
Transaksi NFT pada jaringan Ethereum menggunakan jumlah energi yang besar, dengan penelitian menunjukkan bahwa Ethereum mengonsumsi 23 terawatt jam per tahun.
Bagi pemula, memahami istilah-istilah dalam NFT sangat penting untuk menghindari keputusan investasi yang salah dan penipuan.
Platform jual beli dan investasi aset kripto PINTU menjadi exchange pertama di Indonesia yang mengintegrasikan NFT untuk memberikan pengalaman terbaik bagi teman-teman komunitas PINTU.
Volatilitas pasar adalah ukuran statistik yang menilai seberapa banyak dan seberapa cepat harga sebuah aset, seperti forex atau kripto, berubah dalam periode waktu tertentu.
Harga bitcoin (BTC) jatuh ke level US$60.000 pada Februari 2026. Simak analisis penyebab, dampak likuidasi US$1,8 miliar, dan strategi investasi DCA.
Growth Manager OKX Wallet, Ferry, menyatakan bahwa konsistensi perilisan PoR merupakan bukti stabilitas sistem yang mereka bangun di tengah dinamika pasar kripto.
PASAR aset kripto global sedang berada dalam fase volatilitas tinggi setelah bitcoin mengalami koreksi tajam ke kisaran level US$74.000 sebelum akhirnya melakukan rebound ke level US$77.000.
Suntikan modal raksasa ini diproyeksikan untuk mempercepat ekspansi global, khususnya di sektor pembayaran stablecoin dan akuisisi strategis.
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) mencatat sekitar 72 persen pedagang aset keuangan digital (PAKD) di Indonesia masih mengalami kerugian hingga akhir 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved