Rabu 12 Januari 2022, 22:50 WIB

BRIN Pindahkan Peralatan Riset Eijkman ke Lab Genomik Cibinong

Faustinus Nua | Humaniora
BRIN Pindahkan Peralatan Riset Eijkman ke Lab Genomik Cibinong

Antara
Kantor Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman lama di Jakarta telah beroperasi selama 33 tahun.

 

BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah selesai membangun gedung laboratorium baru di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Lab yang diberi nama National Integrated Center for Genomic, Tropical Biodiversity and Environment atau Laboratorium Genomik itu tengah berbenah dengan pemasangan furnitur dan pemindahan alat-alat riset dari beberapa laboratorium milik lembaga-lembaga riset pemerintah yang sudah diintegrasikan.

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengatakan peralatan riset yang dipindahkan termasuk milik Pusat Riset Biologi Molekuler (PRBM) Eijkman. Meski tidak semuanya, peralatan riset Eijkman itu akan melengkapi lab yang disebutnya berstandar global.

"Tidak semua, karena gedung Eijkman tetap kami pakai untuk kolaborasi dengan RSCM untuk riset berbasis layanan. Dan ada beberapa lab yang tidak relevan atau tidak bisa dipindahkan," ujarnya kepada Media Indonesia, Rabu (12/1).

Dijelaskannya, pemindahan peralatan Eijkman selain untuk melengkapi lab baru tersebut, juga atas dasar permintaan para peneliti. Gedung milik Eijkman dinilai kurang luas untuk bisa menampung peralatan canggihnya.

"Karena dari awal mereka minta perluasan, karena sudah sempit sekali dan tidak bisa dibangun," tambahnya.

"Seluruh peralatan riset di BRIN dikelola terpusat dalam bentuk klaster alat sesuai fungsi dan labnya. Tujuannya agar lebih efisien dan utilisasi tinggi karena biaya investasi, pemeliharaan dan operasional alat lab tinggi," jelas Handoko.

Koordinator Infrastruktur Koleksi Ilmiah BRIN, Ishak Siregar mengatakan bahwa peralatan dari Eijkman sudah masuk di lantai 4 dari gedung yang berdiri di lahan seluas 16.000 meter itu,

“Pembangunan gedung sudah rampung, furniture sudah masuk dan ditargetkan minggu ini sudah selesai sehingga minggu depan harusnya sudah dapat berfungsi,” terangnya.

Ishak menjelaskan, Lab Genomik merupakan salah satu fasilitas infrastruktur pendukung riset terintegrasi. Beberapa peralatannya dari laboratorium yang ada di Pusat Riset dalam Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Hayati, yakni Pusat Riset Biomaterial, Pusat Riset Bioteknologi, Pusat Riset Biologi, dan PRBM Eijkman dipindahkan ke laboratorium baru itu.

"Fasilitas Laboratorium Genomik yang terintegrasi ini juga menyediakan peralatan riset mutakhir untuk bioteknologi dan rekayasa molekuler bagi publik," kata Ishak.

Fasilitas tersebut diproyeksikan sebagai fasilitas riset nasional. Sehingga, bisa menghasilkan produk-produk berguna berbasis rekayasa biologi molekuler seperti material herediter, sekuens, DNA & RNA, host, gen sintetik, vaksin, protein farmasetik berbasis bahan lokal.

Selain itu fasilitas modern terstandar itu dapat digunakan sebagai laboratorium acuan di bidang bioteknologi dan bioenginering. Juga sebagai fasilitas pusat pertukaran ilmu pengetahuan di tingkat regional maupun internasional.

Lebih lanjut, terdapat perbaikan pada sistem pengelolaan lab dengan konsep open space dan terpusat. Artinya, siapapun dapat menggunakannya baik peneliti intern BRIN maupun dari luar, termasuk mahasiswa. “Jadi berbeda dengan skema sebelumnya bahwa laboratorium berupa peralatan laboratoriun hanya dapat digunakan bagi peneliti internal saja dan seolah-olah hanya milik peneliti atau satuan kerja tertentu,” terangnya.

“Ruangan berupa co-working space telah disediakan bagi para periset di gedung ini selama proses penelitian berlangsung namun peneliti tidak menetap atau memiliki ruang kerja sendiri,” tutur Ishak.

Berdasarkan jenisnya, untuk ruangan laboratorium terdiri dari Laboratorium Bioprospeksi dan Pemanfaatan Biodiversitas (Wing A) dan laboratorium Biodiversitas dan Lingungan Tropika (Wing B). Laboratorium yang terdapat di Wing A  terdiri dari Lab Teknik Bioproses dan Teknologi Fermentasi di lantai 1, Lab Bioprospeksi dan Bioassay di lantai 2, Lab Rekayasa Genetika, Protein dan Metabolik di lantai 4.

Sedangkan di Wing B terdiri dari Lab Preparasi dan Lab Pengolahan limbah di lantai 1, Lab Biodiversitas Tropika dan Lab Mitigasi Perubahan Iklim lantai 2,  Lab Advance Environmental Analysis dan Lab Basic Environmental Analysis di lantai 3, dan Lab Kesehatan Lingkungan dan Lab. Toksikologi di lantai 4. (H-2)

 

Baca Juga

Ist

Dua Universitas Digandeng Waskita Karya untuk Program Magang

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 21 Januari 2022, 14:34 WIB
PT Waskita Karya (Persero) Tbk menjalin kerja sama dengan dua universitas di Malang, Jawa Timur, dalam rangka pembukaan Program...
DOK KEMEN PPPA

UPTD PPA Diperlukan untuk Beri Perlindungan bagi Perempuan dan Anak

👤Mohamad Farhan Zhuhria 🕔Jumat 21 Januari 2022, 14:31 WIB
Menteri Bintang menuturkan untuk mendukung pelaksanaan dua fungsi baru KemenPPPA, keberadaan UPTD PPA dibutuhkan mulai dari tingkat...
AFP

Lawan DBD, Kemenkes Imbau Masyarakat Cegah Pengembangbiakan Nyamuk

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Jumat 21 Januari 2022, 14:23 WIB
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes, Didik Budijanto, mengimbau masyarakat melakukan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya