Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
RAPAT Kerja Nasional Baznas di Yogyakarta 10-12 Januari 2022 menghasilkan Risalah Yogyakarta, Zakat untuk Penanggulangan Bencana. Pimpinan Baznas, Saidah Sakwan menyampaikan, Baznas provinsi di seluruh Indonesia telah membuat kesepakatan bersama, yaitu Risalah Yogyakarta.
"Kami akan hadir buat para penyintas musibah (bencana) dengan menggunakan dana zakat," papar dia, Selasa (11/1) sore. Lewat Risalah Yogyakarta ini, Baznas menginginkan, dana zakat bisa untuk menyelamatkan nyawa manusia (hifdzun nafs).
Melalui Rakernas ini, Baznas menyepakati, seluruh sumber daya yang dimiliki Baznas, baik dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) maupun dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) dapat digunakan membangun infrastruktur dan suprastruktur untuk menyelamatkan nyawa manusia.
Risalah Yogyakarta, Zakat untuk Penanggulangan Bencana diikrarkan oleh seluruh peserta rakernas Baznas dari seluruh provinsi di Indonesia. Ikrar Risalah Yogyakarta dipimpin oleh KH Ahmad Daroji yang merupakan Ketua Baznas Jawa Tengah.
Dalam risalah tersebut menyatakan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) merupakan lembaga pemerintah nonstruktural yang dimandatkan oleh Undang Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat Nasional, memiliki tugas pokok dan fungsi untuk pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejateraaan masyarakat.
Bencana seringkali memunculkan kemiskinan baru dan menimbulkan banyak korban. Oleh karena ini, sudah menjadi kewajiban bagi BAZNAS dan Organisasi Pengelola Zakat untuk berperan aktif dan menjadi koordinator nasional penanggulangan bencana berbasis dana ZIS /DSKL dalam rangka mengamalkan salah satu dari maqashid syari'ah yaitu menjaga nyawa (hifz al-nafs). Pada hari ini, Selasa 12 Januari 2022, seluruh peserta rapat kerja nasional BAZNAS menyepakati 10 poin untuk Penanggulangan Bencana.
Pertama, menjadikan setiap kejadian bencana sebagai peristiwa kemanusiaan yang menguatkan kohesi sosial dan solidaritas nasional untuk pengentasan kemiskinan dan meningkatkan
kesejahteraan mustahik.
Kedua, Baznas seluruh Indonesia melakukan kolaborasi untuk penanggulangan bencana pada fase pengurangan risiko, tanggap darurat dan pemulihan bencana sebagai bentuk pengamalan salah satu Maqashid Syari'ah yaitu Hifz al Nafs
Ketiga, Baznas seluruh Indonesia membentuk Baznas Tanggap Bencana dalam rangka memperkuat pelayanan kemanusiaan dan kebencanaan di Indonesia.
Keempat, Baznas seluruh Indonesia mengupayakan dana abadi dalam rangka penguatan pembiayaan program kebencanaan di Indonesia.
Kelima, Baznas seluruh Indonesia mengalokasikan dana cadangan (On Call) sebesar 1,5 % dari Rencana Kerja Anggaran Tahunan (RKAT) untuk penanggulangan bencana.
Keenam, Baznas seluruh Indonesia menyiapkan sumber daya manusia dan infrastruktur dalam rangka memperkuat program penanggulangan bencana.
Ketujuh, Baznas seluruh Indonesia mengoptimalkan pengumpulan dana ZIS/DSKL sebesar besarnya untuk mengurangi kemiskinan baru yang diakibatkan oleh kejadian bencana
Kedelapan, Baznas seluruh Indonesia mengoptimalkan penyaluran dana ZIS/DSKL sebesar besarnya untuk mengurangi kemiskinan baru yang diakibatkan oleh kejadian bencana
Kesembilan, Baznas seluruh Indonesia memperkuat koordinasi multipihak dan jejaring strategis antarkementrian/lembaga pemerintah, organisasi pengelola zakat, dan organisasi lainnya yang sejalan dengan visi-misi Baznas.
Kesepuluh, Baznas seluruh Indonesia membangun tata kelola dan sistem informasi pusat kendali operasi kebencanaan untuk efektifitas dan efisiensi program penanggulanan bencana. (OL-13)
Baca Juga: BAZNAS Targetkan Pengumpulan Zakat Nasional 2022 Mencapai ...
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
DPR minta pemerintah prioritaskan pencegahan dan mitigasi bencana untuk kurangi kerugian ekonomi yang terus berulang di Indonesia.
ADA dua artikel yang ditulis Phil O’Keefe, Ken Westgate, dan Ben Wisner dalam dua tahun berturut-turut: 1976 dan 1977.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti alih fungsi lahan dan menurunnya daya dukung lingkungan sebagai faktor utama yang memperparah dampak bencana alam.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut, tanah longsor tidak hanya semakin sering terjadi, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Pelaksanaan Tarhib Ramadan di ruang publik seperti Terowongan Kendal bertujuan untuk mendekatkan Baznas dengan masyarakat sekaligus memperluas literasi zakat.
Ketua BAZNAS Kota Tangsel Mohamad Subhan mengutarakan sinergi antar-lembaga zakat menjadi kunci dalam menggali potensi zakat secara optimal, khususnya di Provinsi Banten.
Dana ZIS yang terhimpun akan dikelola secara amanah dan profesional serta diarahkan pada program-program yang berdampak langsung bagi mustahik.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menetapkan besaran zakat fitrah tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi sebesar Rp50.000 per jiwa atau setara dengan 2,5 kilogram atau 3,5 liter beras premium.
Dana sosial keagamaan tidak hanya terbatas pada zakat, infak, sedekah, dan wakaf, tetapi juga mencakup sumber-sumber lainnya.
Penyerahan bantuan ini merupakan wujud kepedulian masyarakat Kota Semarang terhadap para penyintas bencana banjir di Sumatra dan Aceh yang dititipkan melalui Baznas RI.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved