Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
PELEBURAN badan riset ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dinilai mengancam fleksibilitas dunia riset Tanah Air karena hilangnya kemandirian riset badan riset dan perguruan tinggi yang selama ini selalu memberikan menyumbangkan penemuan termutakhir.
Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera menilai seharusnya lembaga riset dan akademis diberi kebebasan akademis dan ilmiah yang besar.
"Sulit maju dan berkembang jika digunakan pendekatan kekuasaan dan administratif. Pemerintah perlu mengelola dengan sangat seksama lembaga riset dan akademis seperti perguruan tinggi dan institut," kata Mardani kepada Media Indonesia, Senin (10/1).
Selain itu peneliti juga menuntut agar peleburan lembaga riset ke BRIN ini tidak meruntuhkan fleksibilitas dalam dunia riset. Justru akan memperkuat dan menjamin agar ilmuan bisa terus berinovasi.
"Forum Rektor Indonesia (FRI) menuntut adanya fleksibilitas dalam melakukan riset, setuju dengan FRI. Mesti diberikan kelenturan dan fokus dikualitas," ujar Mardani.
Baca juga: Kebiri Kimia di Laci Menteri
Diketahui peleburan lembaga penelitian non kementerian (LPNK) ke BRIN sudah diamanatkan oleh Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 33 Tahun 2021 tentang BRIN.
Dirinya juga menyayangkan terjadinya peleburan badan riset ini dan seharusnya cukup berkoordinasi antar lembaga. "Mestinya tidak dilebur. Tapi dikoordinasi dan diorkestrasi. Berikan kebebasan akademis dan ilmiah pada masing-masing lembaga," ujarnya.
Karena sudah ada regulasi yang mengatur terkait peleburan ini diharapkan BRIN, akademisi, dan stakeholder lain mampu bekerja sama dan saling mendukung untuk kemajuan penelitian Indonesia.
"Ini musibah dengan peleburan yang tidak smooth ini. Mesti segera dimitigasi dan diaudit satu per satu semua peneliti dan karyawan yang sudah bersama selama ini," pungkasnya. (OL-4)
Saat ini setiap tahunnya hanya sekitar 1 juta dari 9 juta lebih siswa SMA yang lulus berhasil masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN).
Fokus diskusi mencakup berbagai disiplin ilmu, mulai dari AI, Internet of Things (IoT), smart mobility, digitalisasi rantai pasok, hingga pengembangan keterampilan masa depan.
Prestasi ini menegaskan komitmen Pertamina dalam mendorong budaya inovasi yang berkelanjutan, memperkuat riset terapan, serta menghadirkan solusi teknologi.
Penderita Restless Legs Syndrome (RLS) memiliki risiko lebih tinggi terkena Parkinson dibandingkan orang yang tidak mengalami gangguan tersebut.
Riset ini bertujuan memberikan panduan bagi elit politik sekaligus edukasi bagi masyarakat mengenai kompetensi pemimpin yang benar-benar dibutuhkan di Indonesia.
Kepemimpinan transformasional kepala sekolah, budaya hijau sekolah, dan motivasi intrinsik siswa memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku ramah lingkungan.
SEBUAH penemuan luar biasa datang dari tim peneliti Rusia yang berhasil menghidupkan kembali tanaman berbunga asal Siberia, Silene stenophylla, dari biji yang telah terkubur 32 ribu tahun.
Ruang lingkup kerja sama antara lain mencakup pelaksanaan penelitian bersama dalam bidang lingkungan hidup dan transisi energi serta program pemagangan bagi mahasiswa Teknik Lingkungan ITY.
Reaksi emosional selama ini kerap dianggap persoalan selera pribadi, dipengaruhi oleh DNA masing-masing individu merespons karya seni.
Para ilmuwan dari Johns Hopkins University, Amerika Serikat, berhasil mendemonstrasikan bahwa kera besar memiliki kapasitas kognitif untuk "bermain pura-pura" (play pretend).
STUDI dari Spanyol melakukan sebuah penelitian untuk mencoba membantu diagnosis penyakit Alzheimer pada usia 50 tahun. Percobaan itu dilakukan dengan melakukan tes darah.
AHLI biologi dari Hebei University, Tiongkok, Ming Li bersama rekan-rekannya melakukan penelitian dan menemukan bahwa rambut bisa mendeteksi Parkinson
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved