Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
FENOMENA La Nina menyebabkan terjadinya peningkatan curah hujan bulanan di sejumlah wilayah. Akumulasi curah hujan bulanan bisa meningkat hingga 70%.
Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan mengatakan La Nina berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, angin kencang, puting beliung, dan sebagainya hingga Maret mendatang.
"Jadi lebih banyak kita bicara masalah La Nina, karena BMKG sudah memberikan warning kemungkinan La Nina ini akan terjadi sampai bulan Maret sehingga kita perlu melakukan upaya kewaspadaan kesiapsiagaan," kata Lilik, Minggu (9/1).
Apalagi, jelasntya, pola akhir tahun itu terdapat pola mobilitas yang tinggi dari Jakarta ke daerah lain sehingga upaya yang dilakukan pemerintah yang biasanya loss dicoba untuk dikendalikan. "Kami di BNPB juga telah menyampaikan informasi ke daerah untuk melakukan upaya antisipasi, misalnya terkait dengan banjir, banjir bandang, tanah longsor dan juga angin puting beliung," sebutnya
Upaya mitigasi telah disampaikan ke sejumlah wilayah yang rawan bencana hidrometeorologi agar mereka waspada saat terjadi bencana maka apa yang harus disiapkan di masing masing daerah. "Masyarakat juga dilibatkan dengan memberikan informasi yang valid, daerah mana saja yang rawan bencana," paparnya.
Untuk daerah tertentu, lanjut Lilik, dengan informasi peringatan dini, segera melakukan rencana kontinjensi yaitu rencana yang dibuat sebelum bencana terjadi, sehingga masyarakat bisa pergi ke tempat yang sudah ditentukan dan paham mitigasi "Kami sedang mencek mana yang sudah siap, mana yang belum siap. Kalau belum siap kenapa, kita akan dukung, karena fungsi BNPB memberikan dukungan di daerah, karena bencana adanya di daerah. Termasuk mengirimkan peralatan ke daerah, ini yang kita lakukan untuk antisipasi," lanjutnya .
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini akan potensi hujan deras di 4 provinsi yakni Provinsi Bali, Bengkulu, Lampung, dan Papua Barat
Sedangkan hujan berintensitas sedang hingga lebat berpotensi di Aceh, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Gorontalo, Jambi, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan barat, Kalimantan Selaran, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara
Selanjutnya di Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, Riau, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sukawesu Tenggara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara. Sedangkan potensi peningkatan angin kencang terjadi di Nusa Tenggara Barat. (OL-15)
Di Indonesia, bencana jenis ini menyumbang lebih dari 90% dari total kejadian bencana setiap tahunnya.
Studi terbaru mengungkap fenomena sinkronisasi krisis air global akibat siklus El Niño-La Niña. Bagaimana dampaknya terhadap ketersediaan pangan dunia?
BMKG mengungkap secara spesifik, La Nina lemah masih akan bertahan di Indonesia pada periode Januari-Februari-Maret.
Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan fenomena La Nina diprediksi akan terus terjadi hingga Maret 2026.
KEPALA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa Indonesia saat ini tengah memasuki periode menuju puncak musim hujan.
Laut Pasifik Utara mencatat rekor suhu tertinggi sepanjang sejarah. Para ilmuwan bingung mencari penyebab utama gelombang panas laut misterius ini.
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
BANJIR dan tanah longsor yang terjadi di Desa Tempur, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, telah memutus akses jalan masyatakat dan merusak rumah warga.
Bahkan banjir merendam sejumlah daerah tersebut, juga mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur seperti tanggul jebol, jalan l, jembatan hingga sejumlah perkantoran dan sekolah rusak
KEPALA Badan Penanggulangan Bencana Nasional Letjen TNI Suharyanto menegaskan, pemerintah tidak membeda-bedakan satu daerah dengan daerah yang lain.
Ratusan unit huntara tersebut tersebar di Kecamatan Baktiya sebanyak 215 unit, Baktiya Barat 5 unit, Dewantara 115 unit, Sawang 241 unit, dan Kecamatan Seunuddon 135 unit.
BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta mitra swasta terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved