Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
KESATUAN Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesthuri) optimistis penyelenggaraan ibadah umrah untuk jemaah muslim Indonesia bisa segera terlaksana secara umum.
Sekretaris Jenderal Kesthuri Artha Hanif mengatakan, sejak keberangkatan pertama tim Aju yang diizinkan pemerintah Indonesia, pelaksanaan ibadah umrah bisa berjalan dengan baik tanpa ada halangan yang berat.
"Kabar dari teman-teman yang disana, pelaksanaan berjalan dengan baik, mengikuti protokol kesehatan dari pihak Arab Saudi. Insyaallah sisa waktu 2-4 bulan sebelum menjelang musim haji, masyarakat yang ingin umrah bisa terlaksana," ujarnya saat dihubungi Media Indonesia, Kamis (6/1).
Lebih lanjut, Asosiasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) Kesthuri dan Gaphura merupakan tim Aju gelombang kedua yang akan berangkat 9 Januari 2021. Sebanyak 26 orang perwakilan akan berangkat ke tanah suci dengan tujuan mengetahui secara langsung pelaksanaan ibadah umrah.
"Kita perlu merasakan langsung bagaimana kondisi disana, jadi tidak ada lagi persoalan kata ini kata itu, hasil yang kita akan bawa yakni bisa menjelaskan secara rinci kepada para calon jemaah dari asosiasi kami," ujar Artha.
Baca juga : Aman dan Efektif, Pemerintah Ajak Masyarakat Lakukan Vaksinasi Booster
"Karena lebih dari 2 tahun tidak beribadah, pasti banyak timbul pertanyaan kondisi terbaru umrah di masa pandemi," imbuhnya.
Terkait persoalan sertifikasi vaksin melalui aplikasi Pedulilindungi milik Indonesia yang belum terintegrasi aplikasi Tawakalna merupakan tanggung jawab pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Kesehatan RI dan Kementerian Kominfo RI.
Kendati demikian, Artha mengatakan hingga kini persoalan tersebut bisa tetap berjalan dengan bantuan Muasasah atau penanggung jawab ibadah umrah dari Arab Saudi.
"Kita bekerjasama dengan muasasah disana, jadi lancar, terkait vaksin kita mengikuti protokol kesehatan disana seperti karantina terlebih dahulu selama 5 hari apapun vaksinnya, ketika sudah siap dan dinyatakan negatif, jemaah bisa langsung melaksanakan ibadah," pungkas Artha. (OL-7)
Pejabat Iran klaim Mossad dalangi serangan drone ke kilang minyak Ras Tanura Saudi untuk memicu perang regional. Simak rincian tuduhan Teheran di sini.
Selly pun menekankan agar pemerintah memberikan perhatian serius kepada jemaah umrah mandiri yang berpotensi tidak terdata secara menyeluruh oleh pemerintah.
Tengku Mohd Dzaraif mengatakan sebagian besar jamaah haji yang terlantar dijadwalkan pulang menggunakan penerbangan Malaysia Airlines.
Jemaah yang bisa masuk ke kawasan Timur Tengah dikhawatirkan tidak bisa keluar dari wilayah tersebut sampai waktu yang telah ditentukan.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, mengatakan bahwa calon jemaah umrah yang direncanakan berangkat hingga sebelum musim haji.
Kementerian Luar Negeri Kuwait mengutuk dengan sekeras-kerasnya serangan terhadap kedutaan besar AS di negara itu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved