Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Pasca Sarjana Universitas YARSI Mantan Direktur WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama, mengatakan setidaknya ada lima optimisme yang diharapkan dapat disongsong di tahun 2022 ini.
Pertama, sambung dia, ia berharap akan makin banyak penduduk bumi yang akan mendapat vaksinasi Covid-19 pada 2022 ini. Adapun, WHO mentargetkan di pertengahan 2022 seluruh negara sudah memvaksinasi setidaknya 70% penduduknya.
Baca juga: Ciptakan Komunikasi Efektif, Kemenkominfo Ajak Masyarakat Tangkis Hoaks Bersama
Lebih lanjut kata dia, vaksinasi dengan penerapan protokol kesehatan akan punya tiga dampak penting, yakni akan mengurangi kemungkinan tertular, mengurangi kemungkinan jatuh sakit berat dan kematian.
"Dengan terbatasnya penularan di masyarakat maka kita dapat berharap bahwa kemungkinan terjadinya mutasi baru dapat lebih kecil," ujarnya, Sabtu (1/1).
Kedua, ia berharap akan ada obat Covid-19 yang digunakan di dunia, baik yang suntikan maupun yang oral.
"Kita tahu sekarang setidaknya sudah ada Molnupiravir buatan Merck dan juga Paxlovid buatan Pfizer, sebagian juga akan ada di negara kita," tandasnya.
Ketiga, pihaknya berharap akan ada jenis vaksin baru yang lebih mudah digunakan, tanpa suntikan, misalnya dalam bentuk inhalasi atau oral dll.
"Penelitian sudah dimulai dan memang sampai akhir tahun 2021 belum ada produk yang sudah selesai, tetapi kita dapat berharap akan ada produk akhir di tahun 2022 ini. Selain itu, bukan tidak mungkin akan ada vaksin yang lebih baik efikasinya, baik kalau dilakukan modifikasi bila diperlukan atau mungkin saja teknologi platform yang baru," paparnya.
Keempat, ia pun berharap cara diagnosis yang lebih mudah juga diharapkan terus berkembang, sesuai perkembangan teknologi diagnostik yang ada. Setidaknya, sambung dia, diharapkan akan ada metode pengambilan sampel yang lebih nyaman kedepannya.
"Berbagai alat diagnosis yang dapat digunakan di rumah juga mulai digunakan di banyak negara, mudah-mudahan juga nanti dapat tersedia di negara kita," tandasnya.
Kelima, pihaknya berhadap agar di semua pihak dapat meningkatkan kolaborasi dan kerjasamanya dalam menjaga kesehatan dunia pada tahun 2022 ini. Menurutnya, dalam hal ini, Indonesia yang memegang Presidensi G20 jelas punya peran amat besar, untuk memimpin tata ulang arsitektur kesehatan global.
"Pandemi adalah masalah dunia, hanya dengan kesadaran, komitmen dan kerja bersama negara-negara di dunia maka kita dapat bergerak bersama ke akhir Pandemi Covid-19 yang bermula sejak 11 Maret 2020 yang lalu," pungkasnya. (RO/OL-6)
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Studi Nature Communications ungkap pandemi Covid-19 mempercepat penuaan otak rata-rata 5,5 bulan, meski tanpa infeksi. Siapa yang paling terdampak?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved