Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mewanti-wanti Pemprov Jawa Barat untuk mengintensifkan mitigasi jelang puncak musim penghujan.
BMKG sendiri memprediksi puncak musim penghujan di seluruh wilayah Provinsi Jabar akan terjadi pada periode Januari-Februari 2022.
“Berdasarkan observasi curah hujan yang dilakukan BMKG, hingga awal Desember 2021, seluruh provinsi Jawa Barat telah memasuki musim hujan, sehingga harus diantisipasi terhadap bencana hidrometeorologi,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangannya Jumat (24/12).
Dwikorita menjelaskan fenomena La Nina yang berpotensi meningkatkan curah hujan bulanan dari 10 - 100% di sebagian wilayah di Jawa Barat.
“Perlu diwaspadai intensitas hujan tinggi yang berpotensi bencana hidrometeorologi seperti longsor di daerah dataran tinggi atau pegunungan, dan banjir di dataran rendah atau bantaran sungai,” sebut Kepala BMKG.
Kemudian, untuk curah hujan pada bulan Desember 2021 sampai Maret 2022 diprakirakan pada intensitas “menengah” hingga “sangat tinggi”, khususnya di wilayah bagian tengah dan selatan.
Data dari BMKG menunjukkan, berdasarkan prakiraan curah hujan yang tinggi pada periode musim hujan, dan Puncak Musim Hujan (yaitu Januari – Februari 2022), agar waspada potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada Desember 2021 di bagian barat, selatan, dan timur Jawa Barat. Dan pada bulan Januari-Maret 2022 hampir diseluruh Jawa Barat, kecuali pesisir utara.
BMKG mengimbau, kepada pemerintah daerah, masyarakat dan pihak-pihak yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air dan pengurangan risiko bencana yang berada di wilayah yang berpotensi mengalami curah hujan tinggi agar menyiapkan dan mengambil langkah - langkah antisipatif terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang, atau puting beliung.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengapresiasi atas peringatan dan informasi yang disampaikan oleh BMKG. Ridwan Kamil akan berkoordinasi dengan dinas terkait dan juga masyarakat agar waspada saat musim hujan tiba.
“Peringatan dan informasi cuaca baik harian ataupun bahkan bulanan perlu kami ketahui agar bisa memberikan upaya mitigasi yang baik bagi masyarakat Jawa Barat,” kata Ridwan Kamil.
Gubernur Jawa Barat RIdwan Kamil mengatakan jika Pemprov Jabar akan memasifkan literasi kebencanaan kepada masyarakat, di antaranya dengan membuat saran informasi berbasis digital guna menjangkau lebih banyak masyarakat. Mengingat, jumlah masyarakat Jabar mencapai lebih dari lima puluh juta.
Ridwan Kamil juga meminta kepada BMKG untuk memberikan data dan informasi terkait kenaikan suhu dan korelasinya dengan peningkatan cuaca ekstrem, guna mendukung literasi dalam mitigasi pemanasan global di Jawa Barat," pungkasnya. (OL-13)
Baca Juga: TNI Kerahkan Yonzipur 10 dan 5 Kostrad Bantu Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
DPR minta pemerintah prioritaskan pencegahan dan mitigasi bencana untuk kurangi kerugian ekonomi yang terus berulang di Indonesia.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
BMKG menyepakati bahwa kemampuan lingkungan dalam merespons air hujan yang jatuh menjadi faktor penting terjadi atau tidak terjadinya banjir.
Jepang telah menjadikan geosains sebagai basis pengambilan keputusan tertinggi.
Korban merupakan warga Penjaringan, Jakarta Utara, yang sedang mengemudikan kendaraan bernomor polisi B 2148 BOK.
Musim hujan sering kali dianggap sebagai penghalang bagi sebagian orang untuk berlibur. Namun, data terbaru dari platform perjalanan digital Agoda pada Februari 2026
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih akan berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Mandi air hangat bukan sekadar untuk kenyamanan, melainkan langkah krusial untuk membantu menghilangkan kotoran dari lumpur serta menjaga suhu tubuh agar tidak kedinginan.
Kelengkapan imunisasi sesuai usia merupakan benteng terkuat bagi anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved