Kamis 23 Desember 2021, 14:36 WIB

Epidemiolog Yakin tidak Ada Gelombang Ketiga Akibat Nataru

Dhika Kusuma Winata | Humaniora
Epidemiolog Yakin tidak Ada Gelombang Ketiga Akibat Nataru

MI/RAMDANI
Pekerja menyeberang jalan di kawasan Sudirman, Jakarta

 

EPIDEMIOLOG Universitas Indonesia Pandu Riono memprediksi Indonesia tidak akan mengalami gelombang ketiga covid-19 meski ada momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat. Menurutnya, cakupan vaksinasi yang terus bertambah dan kekebalan alamiah yang tercipta di masyarakat cukup andal membendung lonjakan kasus sampai sekarang.

"Yang hebat adalah Agustus sampai sekarang tidak ada lonjakan lagi sehingga orang bilang pandemi terkendali. Di Agustus saya berani bilang tidak ada gelombang ketiga walaupun ada mobilitas Nataru," kata Pandu dalam diskusi daring Masyarakat Transportasi Indonesia, Kamis (23/12).

Pandu meyakini hal itu lantaran kekebalan masyarakat sudah mulai tinggi. Ia mencontohkan berdasarkan data survei serologi DKI Jakarta sekitar 70% penduduk sudah memiliki imunitas. Jumlahnya kini diperkirakan lebih dari 90%.

"Rumah sakit kosong sekarang, permakaman statistiknya seperti sebelum pandemi. Jadi tidak ada lonjakan kenapa kok orang masih mikir lonjakan," ujarnya.

Baca juga: Kasus Covid-19 Varian Omikron Bertambah 3, Total Jadi 8 Kasus

Menurutnya, vaksinasi lengkap harus terus dikejar pemerintah untuk semakin menguatkan kekebalan masyarakat. Meski saat ini mulai masuk varian baru omicron, Pandu meyakini tidak akan ada lonjakan di rumah sakit maupun kematian karena omicron tidak seganas Delta. Kasus-kasus kematian akibat omicron yang terjadi di negara-negara lain, imbuhnya, karena pasien belum mendapat vaksinasi.

"Orang yang menjadi korban dalam pandemi sekarang ini adalah yang tidak mempunyai kekebalan akibat belum pernah terinfeksi atau belum mau divaksinasi. Kuncinya divaksinasi sekarang," katanya.

Pandu mengatakan sebelumnya ia juga mengusulkan kepada kepada pemerintah agar libur Nataru kali ini tidak dibatasi dengan PPKM level 3. Masyarakat bisa bermobilitas namun dengan syarat sudah divaksinasi lengkap, hasil tes negatif, penerapan protokol kesehatan dengan ketat.

"Boleh pergi, boleh liburan, jangan takut. Tetapi sudah divaksinasi dua kali, tetapi status covid-nya negatif, dan kemudian diedukasi kerumunannya dibatasi karena tahun lalu penularan terbesar di kluster keluarga, pertemuan sosial, ibadah, perayaan tahun baru. Kalau itu dilakukan tidak akan ada lonjakan," ucapnya.(OL-4)

Baca Juga

Antara/Mohamad Hamzah

Pengawasan Ketat Ternak Impor dan Karantina Hewan Cegah Meluasnya Penyakit Mulut dan Kuku

👤Fetry Wuryasti 🕔Kamis 26 Mei 2022, 22:44 WIB
“Titik-titik pemeriksaan, pengawasan dan karantina untuk sapi impor perlu menjadi fokus pemerintah supaya PMK tidak semakin...
DOK Kemenko PMK

Pemerintah Maksimalkan Perlindungan Bagi Anak dan Penyandang Disabilitas yang Terdampak Pandemi

👤Widhoroso 🕔Kamis 26 Mei 2022, 22:01 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan, masa depan anak-anak Indonesia, termasuk mereka yang kehilangan orang tua pada masa Pandemi...
Antara

14,3 Juta Lansia Rampung Divaksinasi

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Kamis 26 Mei 2022, 21:38 WIB
Jumlah itu setara 66,44 persen dari target 21.553.118...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya