Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
SETIAP anak mempunyai hak yang sama untuk mengembangkan potensi terbaik di dalam dirinya sehingga dapat mengukir masa depan yang cerah. Namun, kondisi stunting dapat menghambat anak-anak Indonesia untuk mendapatkan peluang dan kesempatan terbaik.
Kepala Badan Kependudukan dan Kelurga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo mengatakan stunting terjadi ketika anak gagal tumbuh di 1.000 hari pertama kehidupan akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Efek stunting dapat mempengaruhi perkembangan fisik dan perkembangan otak anak.
"Hal ini menyebabkan menurunnya kapasitas intelektual yang akan berpengaruh pada produktivitas saat dewasa, serta meningkatkan risiko penyakit tidak menular, seperti diabetes melitus, hipertensi, jantung koroner, dan stroke. Dalam jangka panjang, kegagalan tumbuh kembang ini akan bersifat permanen jika tidak ditangani sedini mungkin," kata Hasto dalam keterangannya Selasa (21/12).
Menurutnya masalah stunting penting untuk diselesaikan, karena berpotensi mengganggu potensi sumber daya manusia dan berhubungan dengan tingkat kesehatan, bahkan kematian anak. Apalagi jika mengingat bahwa status Indonesia masih berada di urutan 4 dunia dan urutan ke-2 di Asia Tenggara terkait kasus balita Stunting.
Meskipun prevalensi stunting ini sudah menurun dari 37.2% di tahun 2013 (Riskesdas) menjadi 27,67% di tahun 2019 (SSGBI). Namun ini berarti masih 1 dari 4 anak balita Indonesia, atau lebih dari 8 juta anak, mengalami stunting.
Presiden Joko Widodo menargetkan angka stunting turun menjadi 14 persen di tahun 2024. Mendukung komitmen itu, di 2021, Pemerintah Indonesia menerbitkan Perpres No 72 tahun 2021 yang merupakan petunjuk pelaksanaan bagi Kementerian/Lembaga, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan dalam melaksanakan upaya percepatan penurunan stunting yang terintegrasi.
Oleh karena itu, presiden juga menunjuk dirinya menjadi Ketua Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting. Seperti konsep pentahelix untuk pembangunan, kolaborasi dengan melibatkan unsur pemerintah, masyarakat atau komunitas, akademisi, pengusaha dan media juga dibutuhkan untuk menjalankan program nasional ini.
"Kenapa stunting penting? Kenapa Presiden mengatakan SDM itu penting? Karena stunting sangat berkaitan erat dengan kualitas SDM Indonesia kelak, dan proporsi SDM di Indonesia saat ini memasuki usia produktif meningkat dan usia non produktif semakin sedikit," ujar Hasto
Baca juga : Wapres: 2022, Pemerintah Perluas Penanganan Kemiskinan Ekstrem di Pesisir
Saat ini setiap 100 orang bekerja menanggung 44 orang yang tidak bekerja, harusnya bisa kaya, bonus demografi menjadi berkah asal SDM unggul maka pendapatan kelurarga naik, seperti Korea Selatan dan Jepang, kalau kualitas SDM tidak unggul maka akan berat sekali, bonus demografi itu celah dan hanya terjadi sebentar saja.
Data Survei Status Gizi Balita Indonesia (2019) menunjukkan bahwa angka prevalensi stunting di Indonesia adalah 27,67%, di Jatim sendiri prevalensi stunting sebesar 26,9%, angka ini masih di atas angka standar yang ditoleransi WHO, yaitu di bawah 20 persen.
Adapun Kerugian stunting pada anak, yaitu pendek, kemampuan intelektual agak terganggu, dihari tua mudah terkena penyakit kardovaskuler disease, metabolic disorder, keropos tulang.
Hasto mengatakan Stunting di Probolinggo cenderung tinggi karena banyak remaja menikah muda.
"Kalau tidak menikah usia muda, Pendidikan bagus, pekerjaan bagus, sehingga di hari tua sudah secure dalam hal ekonomi maka kita akan mendapatkan bonus demografi. Karena bonus demografi menjadi berkah atau musibah itu ditentukan oleh SDM remaja kita yang produktif," papar dr Hasto
Menurutnya, setiap calon pengantin sangat penting untuk memperhatikan prekonsepsi, jangan hanya sibuk prewedding, terutama perempuan yang rentan terkena anemia, kalau perempuan anemia ini hamil, resikonya bisa melahirkan anak stunting.
Sementara itu, Deputi Bidang Keluarga Sejahtera-Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN, Nopian Andusti, mengatakan setiap calon pengantin atau calon PUS harus memperoleh pemeriksaan kesehatan dan pendampingan selama 3 bulan pranikah serta mendapatkan bimbingan perkawinan dengan materi pencegahan stunting.
"Harapannya faktor risiko yang dapat melahirkan bayi stunting pada calon pengantin atau calon PUS dapat teridentifikasi dan dihilangkan sebelum menikah dan hamil," lanjutnya. (OL-7)
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
PEMERINTAH menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memanfaatkan bonus demografi agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru berubah menjadi persoalan sosial dan ekonomi
Analis Kebijakan BNPT Haris Fatwa Dinal Maula, mengungkapkan bahwa ancaman terorisme dan radikalisme masih nyata di Indonesia sepanjang tahun 2025.
Meski jangkauan tim sudah cukup luas, Safrina mencatat masih ada beberapa wilayah yang belum tertangani sepenuhnya karena kendala akses.
Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan urgensi pencegahan stunting sejak masa krusial 1.000 hari pertama kehidupan, khususnya ketika bayi masih berada dalam kandungan. MBG 3B
PT Hengjaya Mineralindo resmi berkolaborasi dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara dalam mengimplementasikan program Taman Asuh Sayang Anak
Anak-anak diajak menyelami nilai-nilai penting seperti sikap saling menolong, rasa syukur, serta kepedulian terhadap lingkungan dan sesama manusia lewat dongeng.
Kebersamaan bisa dilakukan oleh ayah maupun ibu, tergantung siapa yang memiliki kesempatan.
Aturan pemberian makan anak atau feeding rules tidak hanya bicara soal apa yang dimakan, tetapi mencakup tiga pilar utama: jadwal, prosedur, dan lingkungan.
IDAI rilis panduan mudik aman bersama anak. Simak tips imunisasi, protokol kesehatan, perlengkapan wajib, hingga aturan car seat sesuai usia.
Ingin mudik aman tanpa drama? Simak panduan lengkap manajemen stres dan kenyamanan kabin khusus untuk perjalanan bersama anak-anak dan lansia di sini
Gemas sama anak orang boleh, tapi jangan main cium, pegang, apalagi asal suapin. Kita gak tau kuman apa yang nempel di tangan kita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved