Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA ini saban kali mendengar kata kolesterol, orang pasti langsung berpikir sebagai penyebab berbagai penyakit berbahaya. Padahal sejatinya kolesterol adalah senyawa kimia yang dibutuhkan oleh tubuh dan diproduksi oleh hati.
Kolesterol berperan dalam pembentukan hormon seks, vitamin D serta untuk fungsi otak dan saraf. Tetapi ketika kadar kolesterol berlebih, akan menimbulkan penyumbatan lemak pada pembuluh darah dan kemudian menjadi pemicu penyakit kronis seperti hipertensi dan jantung koroner.
Baca juga: Kemenkes bakal Promosikan Transformasi Kesehatan Indonesia ...
Kolesterol merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikontrol agar tetap berada pada kadar normal. Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk menjaga kadar kolesterol dalam darah, yaitu dengan menerapkan 3P, pola makan, pola aktifitas, dan perlu mengonsumsi suplemen herbal.
3P merupakan panduan perubahan gaya hidup yang dapat membantu dalam proses menurunkan dan menjaga kadar kolesterol dalam darah agar tetap stabil. Demikian dijelaskan oleh Dokter Herbal Medik, dr. Rianti Maharani M.Si.
“Kita bisa mengontrol kadar kolesterol dengan mengubah gaya hidup melalui penerapan 3P. P yang pertama adalah pola makan, pastikan kebutuhan nutrisi seimbang tercukupi jangan sampai kurang atau berlebihan. Cara paling gampang menggunakan metode Isi Piringku yang terdiri dari 2/3 karbohidrat, 1/3 protein, 2/3 sayuran, dan 1/3 buah. Lalu untuk P yang kedua adalah pola aktifitas, kita perlu mengubah pola aktivitas dari rebahan menjadi aktif.,” ujar dr. Rianti.
Suplemen herbal yang terbuat dari bahan alami dan sudah teruji secara klinis mampu menurunkan kadar kolesterol menjadi pilihan terbaik. Seperti Nutrafor CHOL, suplemen herbal yang diproduksi oleh PT Novell Pharmaceutical Laboratories ini terbuat dari bahan herbal alami seperti Red Yeast Rice (Ragi Beras Merah) merupakan makanan tradisional di banyak negara Asia dan telah digunakan untuk meningkatkan pencernaan serta sirkulasi darah.
Ada beberapa keunggulan dari Guggulipid yaitu berupa anti oksidan yang menghambat nekrosis myocard, anti agregasi platele dan meningkatkan Fibrinolisis juga terdapat beberapa penelitian mengenai aktivitas guggulipid sebagai antiartritis atau anti inflamasi. Guggulipid dahulu dipakai sebagai obat obesitas, aterosklerosis, dan berbagai kondisi peradangan, dengan cara kerjanya menghambat sintesis asam empedu dalam metabolisme kolesterol.
Kandungan Chormium Picolinat, yaitu logam mineral essensial berperan membantu memperbaiki dan meningkatkan fungsi kerja hormon insulin. Penelitian menyebutkan bahwa kekurangan kromium berhubungan dengan Diabetes Militus, karena Chormium ini meregulasi insulin. Proses penuaan menyebabkan defisiensi chormium sehingga sirkulasi insulin menurun, hal ini menyebabkan glukosa darah meningkat yang diikuti dengan naiknya kolesterol, menurunnya HDL, dan menurunkan konduksi saraf. Penelitian juga menyebutkan pada pasien Diabetes Militus (DM) tipe II jumlah chromium-nya jauh berkurang dibanding yang non-DM, sehingga suplementasi chromium ini bisa meningkatkan toleransi glukosa dan perbaikan profil lemak darah atau kolesterol.
Ketiga herbal dengan fungsinya yang sudah teruji mampu menurunkan kadar kolesterol tergabung menjadi satu dalam bentuk suplemen herbal Nutrafor CHOL. “Red Yeast Rice, Guggulipid dan Chromium Picolinat ketiga kandungan ini memang sudah terbukti melalui beberapa penelitian memiliki fungsi yang baik dalam hal menurunkan kolesterol. Sekarang ketiganya sudah tersedia dalam bentuk suplemen yang pastinya lebih praktis karena berbentuk kapsul yang bisa dikonsumsi dengan mudah dan efisien karena sudah diukur dengan dosis yang tepat. Suplemen ini sudah dapat diresepkan oleh dokter dalam rangkaian pengobatan untuk pasien dengan kadar kolesterol tinggi,” ujar dr. Rianti.
Nutrafor CHOL sudah diuji klinis sampai tahap tiga untuk memastikan keamanannya, termasuk pada fungsi hati dan ginjal. Uji klinis terakhir dilakukan oleh PT. Clinisindo Laboratories selama delapan minggu terhadap penderita kolesterol tinggi atau normal juga diikuti penyakit komplikasi lain. Hasilnya penggunaan Nutrafor CHOL tidak menimbulkan efek samping yang signifikan.
Product Manager Nutrafor CHOL, R. Bagus Arigunanto mengatakan bahwa Nutrafor CHOL sudah melalui tahap uji klinis secara berkala dan terbukti efisien dalam menurunkan kolesterol. Hasil penelitian yang terakhir dilakukan selama 8 minggu dan ditemukan bahwa Nutrafor CHOL dapat menurunkan LDL sebanyak 15,4% dan kadar kolesterol total sebanyak 14,2%. Hasil penelitian juga menunjukan Nutrafor CHOL aman dikonsumsi setiap hari untuk menurunkan dan menjaga kadar kolesterol karena tidak ditemukan efek samping yang berarti baik pada organ ginjal dan hati selama penggunaan sesuai dengan yang dianjurkan.
Fakta lain mengenai kolesterol adalah penyakit ini tidak mengenal usia dan bisa menyerang siapapun, tua atau muda. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan 2018, sebanyak 6,3% penduduk berusia 15-34 tahun dilaporkan punya kolesterol tinggi. Jumlah tersebut bisa saja meningkat mengingat pandemi COVID-19 selama hampir dua tahun ini ikut mendorong kebiasaan sedentari atau bahasa anak mudanya “rebahan” dan kebiasaan lainnya seperti menerapkan gaya hidup yang serba instan pun juga menjadi momok pendongkrak kadar kolesterol.
“Meskipun berusia muda tidak boleh lengah dan kendor. Harus terus perhatikan gaya hidup sehat dengan menerapkan 3P yaitu memperbaiki pola makan, rutinkan pola aktifitas seperti olahraga dan juga pastinya perlu mengonsumsi suplemen herbal yang aman serta teruji mampu memaksimalkan proses menurunkan dan menjaga kadar kolesterol dalam darah seperti Nutrafor CHOL,” ujar dr. Rianti. (RO/A-1)
Pola gangguan kesehatan ini bahkan konsisten muncul pada hari ketiga Ramadan selama dua tahun terakhir.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan capaian dan penghargaan inovasi daerah tidak boleh menjadi titik akhir dalam berinovasi.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
MENJELANG momentum liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru), pola makan sebagian masyarakat cenderung berubah.
Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 oleh Kementerian Kesehatan mencatat bahwa hanya 3,6% pasien di Indonesia yang berhasil mencapai target LDL-C yang ideal.
LDL, yang dikenal sebagai kolesterol jahat, merupakan faktor utama penyakit kardiovaskular.
Obesitas bukan sekadar masalah penampilan, melainkan gerbang menuju kondisi kesehatan serius, salah satunya adalah sindrom metabolik.
Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang paling populer di Indonesia. Selain mudah ditemukan, telur juga kaya nutrisi dan harganya terjangkau.
Penurunan kolesterol LDL dan trigliserida terjadi di semua tingkat dosis, dengan penurunan awal muncul dalam dua minggu pertama pengobatan dan bertahan setidaknya selama 60 hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved