Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PELESTARIAN Gorga dan Ulos sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dari Sumatera Utara terus dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan adanya pertukaran ilmu para praktisi wirausahawan muda serta para mahasiswa yang nantinya akan mengembangkan nilai-nilai budaya lebih jauh.
Kolaborasi itu berlangsung dalam kegiatan “Workshop Sosialisasi Karya Gorga dan Tenun Ulos” oleh peserta program UNESCO Jakarta di wilayah Kawasan Danau Toba, yang dilaksanakan di Ruang Galeri Seni Rupa Jurusan Seni Rupa Universitas Negeri Medan (Unimed).
Wirausahawan muda yang membagi kisahnya dalam kegiatan kali ini merupakan dampingan dari Creative Youth at Indonesian Heritage Sites Program, atau Program Kita Muda Kreatif dari UNESCO Jakarta yang di bawah dukungan penuh Citi Indonesia dan Citi Foundation, yang berasal dari Kawasan Danau Toba. Dukungan ini juga diperluas di bawah Program Dukungan Masyarakat Pegiat Warisan Budaya Tak Benda di Sumatera Utara (TACW-ICH) dari UNESCO kepada 150 pegiat Warisan Budaya Tak Benda.
Kepala Unit Boedaya UNESCO Jakarta Moe Chiba mengatakan, Warisan Budaya Tak Benda (WBTB), atau pengetahuan dan kemampuan tradisional, merupakan sumber yang fundamental bagi daya hidup komunitas. Tentunya pengetahuan ini dapat terdampak oleh bencana, salah satunya pandemi yang masih berlangsung.
"Di sisi lain, keadaan ini juga dapat memicu regenerasi komunitas. Dengan alasan ini, negara anggota UNESCO telah mengadopsi pedoman operasional baru untuk mendukung keberlangsungan WBTB ketika bencana berlangsung. Selain itu perlu adanya upayanya pengenalan secara luas tentang pentingnya pelestarian warisan budaya tak benda di masyarakat luas” ujar Moe Chiba.
Workshop kali ini diberikan melalui metode praktik bersama dengan para pengukir gorga yaitu Manto Manurung dan Jesral Tambun dari Kabupaten Toba, pengrajin ulos yaitu Sartika Sihombing dari Kabupaten Tapanuli Utara, serta desainer tekstil dan pemerhati ulos Manjungjung Hutabarat dari Kabupaten Tapanuli Utara.
Sebanyak 20 Mahasiswa yang hadir dari berbagai semester ini langsung belajar mengukir Gorga dengan media yang telah disediakan, dibantu dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah diberikan oleh narasumber.
Baca juga : Terapi Warna Bisa Pengaruhi Kesehatan Fisik dan Mental
Pendekatan praktik diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan mahasiswa untuk mempelajari lebih jauh mengenai warisan budaya tak benda yang ada di wilayah Kawasan Danau Toba. Sehingga mahasiswa dapat kenal dan dekat pada seni budaya lokal, agar tetap terjaga dan selalu terevitalisasi sesuai dengan perkembangan jaman.
Ketua Jurusan Seni Rupa Unimed Mesra mengatakan, workshop tersebut memberikan pengetahuan bagi para mahasiswa untuk mengenal budaya sendiri.
"Diharapkan pelatihan tidak hanya berhenti di sini, namun akan berkelanjutan, baik dengan adanya pelatihan secara tatap muka, video tutorial, ataupun online. Sebagai informasi, untuk para mahasiswa baru, di semester 5 telah dirancang mata kuliah tentang Ulos dan kemungkinan membutuhkan tenaga ahli dari lapangan untuk menjadi dosen tamu dan hal ini memungkinkan dari teman-teman Kita Muda Kreatif UNESCO Jakarta. Diharapkan akan ada MOU antara UNIMED dan UNESCO Jakarta untuk kerjasama jangka panjang.” Uuar Mesra.
“Saya berharap ke depannya ada pelatihan-pelatihan tatap muka secara langsung di lokasi yang tepat dan menghadirkan narasumber yang kompeten, seperti pelatihan saat ini. ” ujar Manto Manurung, pengukir gorga peserta program Kita Muda Kreatif dari Kabupaten Tapanuli Utara.
Workshop bersama pengrajin muda serta mahasiswa Seni Rupa Unimed merupakan salah satu bagian kegiatan peningkatan kapasitas yang diselenggarakan UNESCO Jakarta dan UNimed. Kegiatan itu melengkapi rangkaian kegiatan UNESCO lainnya untuk 119 penenun Ulos dan 31 penggorga di Kawasan Danau Toba.
Pendampingan yang dilakukan meliputi pelatihan teknis pewarnaan alam untuk benang Ulos, pelatihan teknis penggunaan bahan ramah lingkungan untuk produk kreatif Gorga serta pelatihan pemasaran melalui media digital yang telah dilaksanakan sepanjang bulan September-November 2021.
Dalam kaitanya dengan kegiatan di Unimed, kedepannya, diharapkan akan ada kerjasama antara Unesco Jakarta dan Unimed untuk program-program lainnya untuk melestarian Warisan Budaya Tak Benda lainnya, sekaligus mendatangkan para wirausahawan muda sebagai dosen tamu praktisi bagi para mahasiswa. Sehingga kerjasama ini akan memperkaya khazanah ilmu pengetahuan, serta mampu mewariskan nilai kebudayaan yang luhur pada anak cucu di generasi yang mendatang. (RO/OL-7)
Akses terhadap seni masih belum menyeluruh dan mayoritas masyarakat Indonesia masih memandang rendah terhadap bidang ini.
Dewi Motik Pramono meluncurkan buku inspiratif yang menceritakan perjalanan hidupnya
Selama kunjungan ke Burkina Faso pada 2017, Presiden Prancis Emmanuel Macron berjanji untuk mengembalikan ‘warisan’ Afrika ini dalam waktu lima tahun.
Upaya untuk menghidupkan kembali karya seni patung dilakukan pameran seni Art Jakarta Gardens 2024
KESENIAN tradisional seperti tari, musik, teater, dan tradisi lisan merupakan salah satu kekayaan budaya yang dimiliki setiap daerah di Indonesia.
#BergerakDenganBATIK Dance Challenge mengajak generasi muda untuk BATIK (Berani Angkat Tradisi Indonesia Kita) dengan mengikuti gerakan dance dari Brandon De Angelo di TikTok.
Bosan dengan Bali? Temukan 7 destinasi WFA terbaik di Indonesia tahun 2026. Panduan lengkap infrastruktur internet, biaya hidup, dan komunitas digital nomad.
Bang Tigor menyebut film terbarunya yang berjudul Wasiat Warisan fokus menampilkan keindahan Danau Toba dari wilayah Kabupaten Samosir, Sumatra Utara.
SAAT ini terjadi pergeseran tumpuan ekonomi dunia, dari sumber daya alam menuju pengetahuan, data, dan inovasi.
Aktor Derby Romero berbagi pengalamannya mencicipi kuliner khas Danau Toba yang baru pertama kali ia datangi saat menjalani syuting film Wasiat Warisan di Samosir.
PESAWAT amfibi atau seaplane ditargetkan sudah beroperasi secara komersial di Kawasan Danau Toba, Sumatra Utara, paling lambat tahun 2026.
Supererupsi Toba 74.000 tahun lalu hampir memusnahkan manusia. Namun bukti arkeologi menunjukkan Homo sapiens justru beradaptasi dan bertahan hidup.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved