Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis penyakit dalam konsultan penyakit tropik & infeksi dari Universitas Andalas, Hadianti Adlani mengungkapkan risiko orang dengan HIV-AIDS (ODHA) terkena covid-19 sama besarnya dengan orang pada umumnya.
"Risiko ODHA terkena covid-19 sama dengan yang tidak menderita HIV," ujar dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah - Bintaro Jaya itu melalui keterangan tertulis, Rabu (1/12).
Walau begitu, menurut Hadianti, dapat terjadi peningkatan risiko lebih tinggi atau lebih mudah terinfeksi jika ODHA belum mencapai tahap supresi virus melalui pengobatan antiretroviral, karena sistem imunnya belum pulih dengan baik.
Baca juga: Jelang Keberangkatan Haji dan Umrah, Yandri Susanti Ingatkan Pemerintah Bahaya Varian Omicron
Lebih lanjut mengenai risiko fatalitas penyakit pada orang dengan HIV akibat infeksi SARS-CoV-2, penelitian tidak menunjukkan demikian.
Hadianti menuturkan, menurut laporan penelitan hal ini mungkin disebabkan antiretroviral (ARV) yang dikonsumsi dapat berdampak sedikit banyak efektif pada infeksi covid-19.
"Ketakutan terjadinya kondisi fatal akibat badai sitokin ternyata tidak terjadi pada pasien HIV yang statusnya imunokmpromis malah gejala lebih ringan," tutur dia yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) itu.
Namun, para dokter tetap perlu berada dalam kewaspadaan tinggi terhadap pasien yang belum mendapat ARV. Hal itu karena kondisi imun yang memang sudah menurun pada penderita HIV mempermudah timbulnya berbagai infeksi oportunistik sehingga akan semakin memperberat kondisinya.
"Perjalanan penyakitnya akan lebih cepat mengalami perburukan kondisi klinis bahkan kematian jika tidak segera ditangani dengan baik," kata Hadianti.
Demi mencegah terkena covid-19, pada dasarnya ODHA diharapkan menerapkan prinsip pencegahan penularan infeksi yang sama seperti individu lainnya seperti 3M atau 5M sebagai upaya utama.
Di samping itu, pasien disarankan tetap melakukan berbagai upaya untuk terus menjaga kesehatan seperti konsumsi makanan sehat dan seimbang, kecukupan makro dan mikronutrien, konsumsi dan kepatuhan minum obat tepat waktu, tidak stres, memperbanyak ibadah, hingga melakukan vaksinasi sesuai dengan status imunnya.
"Jika kondisi imun sudah pulih dan kadar CD4 lebih dari 250 mm3, pasien dapat melakukan vaksinasi dengan lebih dahulu berkonsultasi dengandokter untuk mendapatkan rekomendasi vaksin yang sesuai dengan tahap imunitasnya atau adanya komorbid lainnya, upaya test and treat juga segera dilakukan jika ada kemungkinan terjadi penularan virus covid-19," papar Hadianti.
Pasien HIV, baik yang sudah pulih kondisi imunnya atau yang belum pulih, pun diharapkan tetap berhati-hati dengan kondisinya yang rentan terhadap penurunan status imunitasnya akibat berbagai infeksi termasuk infeksi covid-19. (Ant/OL-1)
KETUA DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan dan Lingkungan Hidup, Ribka Tjiptaning, menyoroti masih adanya stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
Peringati Hari AIDS Sedunia 2025 dengan pesan solidaritas, dukungan untuk ODHA, serta ajakan edukasi dan pencegahan. Kumpulan ucapan inspiratif tanpa stigma.
Orang yang hidup dengan HIV (ODHA) memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi menular seksual (IMS). Selain berdampak langsung pada kesehatan.
Sesi utama kegiatan dikemas dalam bentuk talkshow edukatif yang menghadirkan narasumber lintas bidang antara lain adalah dr. Suheir Muzakir, Sp.PD.
Jumlah kasus baru ODHIV di Kota Pematangsiantar terus mengalami peningkatan dan berfluktuasi setiap bulan.
Kemenkes mencatat pada Maret 2025 sebanyak 356.638 orang dengan HIV (ODHIV) dari total estimasi 564 ribu ODHIV yang harus ditemukan pada 2025 untuk segera diberi penanganan.
Dinas Kesehatan Jawa Timur tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan kuratif dan pelaporan kasus, melainkan perlu memperkuat langkah preventif.
"Hasil pendataan kami, temuan HIV/AIDS selama 10 bulan mulai Januari-Oktober di Kota Sukabumi ada 124 kasus. Terdapat lima orang meninggal dunia,"
Para pengidap HIV/AIDS harus mendapat jaminan kesehatan dari pemerintah.
KETUA DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan dan Lingkungan Hidup, Ribka Tjiptaning, menyoroti masih adanya stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
Universitas Esa Unggul melalui akademisi dan pakar Mikrobiologi, memberikan pandangan dan informasi ilmiah terkini terkait perkembangan penanganan HIV/AIDS di dunia dan Indonesia.
Stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV bisa menghambat pengobatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved