Minggu 05 Desember 2021, 07:45 WIB

Risiko ODHA Terinfeksi Covid-19 Sama dengan Orang Lain

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Risiko ODHA Terinfeksi Covid-19 Sama dengan Orang Lain

Medcom
Ilustrasi virus korona

 

DOKTER  spesialis penyakit dalam konsultan penyakit tropik & infeksi dari Universitas Andalas, Hadianti Adlani mengungkapkan risiko orang dengan HIV-AIDS (ODHA) terkena covid-19 sama besarnya dengan orang pada umumnya.

"Risiko ODHA terkena covid-19 sama dengan yang tidak menderita HIV," ujar dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah - Bintaro Jaya itu melalui keterangan tertulis, Rabu (1/12).

Walau begitu, menurut Hadianti, dapat terjadi peningkatan risiko lebih tinggi atau lebih mudah terinfeksi jika ODHA belum mencapai tahap supresi virus melalui pengobatan antiretroviral, karena sistem imunnya belum pulih dengan baik.

Baca juga: Jelang Keberangkatan Haji dan Umrah, Yandri Susanti Ingatkan Pemerintah Bahaya Varian Omicron

Lebih lanjut mengenai risiko fatalitas penyakit pada orang dengan HIV akibat infeksi SARS-CoV-2, penelitian tidak menunjukkan demikian.

Hadianti menuturkan, menurut laporan penelitan hal ini mungkin disebabkan antiretroviral (ARV) yang dikonsumsi dapat berdampak sedikit banyak efektif pada infeksi covid-19.

"Ketakutan terjadinya kondisi fatal akibat badai sitokin ternyata tidak terjadi pada pasien HIV yang statusnya imunokmpromis malah gejala lebih ringan," tutur dia yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) itu.

Namun, para dokter tetap perlu berada dalam kewaspadaan tinggi terhadap pasien yang belum mendapat ARV. Hal itu karena kondisi imun yang memang sudah menurun pada penderita HIV mempermudah timbulnya berbagai infeksi oportunistik sehingga akan semakin memperberat kondisinya.

"Perjalanan penyakitnya akan lebih cepat mengalami perburukan kondisi klinis bahkan kematian jika tidak segera ditangani dengan baik," kata Hadianti.

Demi mencegah terkena covid-19, pada dasarnya ODHA diharapkan menerapkan prinsip pencegahan penularan infeksi yang sama seperti individu lainnya seperti 3M atau 5M sebagai upaya utama.

Di samping itu, pasien disarankan tetap melakukan berbagai upaya untuk terus menjaga kesehatan seperti konsumsi makanan sehat dan seimbang, kecukupan makro dan mikronutrien, konsumsi dan kepatuhan minum obat tepat waktu, tidak stres, memperbanyak ibadah, hingga melakukan vaksinasi sesuai dengan status imunnya.

"Jika kondisi imun sudah pulih dan kadar CD4 lebih dari 250 mm3, pasien dapat melakukan vaksinasi dengan lebih dahulu berkonsultasi dengandokter untuk mendapatkan rekomendasi vaksin yang sesuai dengan tahap imunitasnya atau adanya komorbid lainnya, upaya test and treat juga segera dilakukan jika ada kemungkinan terjadi penularan virus covid-19," papar Hadianti.

Pasien HIV, baik yang sudah pulih kondisi imunnya atau yang belum pulih, pun diharapkan tetap berhati-hati dengan kondisinya yang rentan terhadap penurunan status imunitasnya akibat berbagai infeksi termasuk infeksi covid-19. (Ant/OL-1)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Wapres: Tingkatkan Kesiapan Hadapi Penyebaran Omikron yang Terus Meningkat

👤Emir Chairullah 🕔Senin 24 Januari 2022, 13:23 WIB
Kesiapan tersebut diantaranya dapat dilakukan dengan memperkuat tracing pada masyarakat. Terlebih, dengan adanya peningkatan penyebaran...
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

DPR: Hadapi Gelombang Omikron, Masyarakat Diminta Saling Menjaga

👤 M. Iqbal Al Machmudi 🕔Senin 24 Januari 2022, 13:12 WIB
Diketahui 2 pasien covid-19 varian omikron di Indonesia dilaporkan meninggal pada Sabtu, 22 Januari...
MI/Kristiadi

PDPI Minta Pemerintah Tinjau Ulang PTM Antisipasi Penularan Omikron

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 24 Januari 2022, 13:02 WIB
Ketua Pokja Infeksi PP PDPI Erlina Burhan menyebut seharusnya PTM tidak dilakukan terhadap anak-anak usia 6-11 tahun sampai kasus varian...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya