Selasa 23 November 2021, 13:35 WIB

Guru Besar IPB University: Indonesia Miliki Tanaman Penghasil Emas

Atalya Puspa | Humaniora
Guru Besar IPB University: Indonesia Miliki Tanaman Penghasil Emas

ANTARA/CANDRA YANUARSYAH
Pekerja menyortir tanaman akar wangi sebelum proses penyulingan menjadi minyak di Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (19/11/2020)

 

INDONESIA ternyata memiliki tanaman yang dapat menghasilkan emas. Hal itu disampaikan oleh Guru Besar IPB University Hamim. Ia menyatakan, logam mulia tersebut dapat diekstrak dari tanaman yang mampu menyerap logam berat, termasuk logam mulia.

Hamim menjelaskan, tumbuhan memiliki mekanisme fisiologis yang memungkinkan untuk dapat menyerap logam berat dari lingkungannya. Tumbuhan ini dapat digunakan sebagai agen pembersih lingkungan yang dikenal sebagai fitoremediasi.

“Beberapa jenis tumbuhan dapat menyerap logam berat dalam jumlah besar di dalam jaringannya, disebut tumbuhan hiperakumulator. Selain bisa dimanfaatkan dalam fitoremediasi, tumbuhan ini juga bisa digunakan untuk menambang logam yang memiliki nilai ekonomi tinggi seperti nikel, perak, emas, platinum dan talium atau suatu kegiatan yang dikenal sebagai fitomining,” kata dia dikutip dari laman resmi IPB University, Selasa (23/11).

Baca juga: BRIN Dukung Kesiapan Industri Kendaraan Listrik Berbasis Baterai

Ia menyatakan, tumbuhan hiperakumulator biasanya banyak ditemukan di wilayah dengan kandungan logam tinggi misalnya tanah serpentine dan ultramafic. Indonesia sendiri termasuk negara dengan lahan ultramafic terbesar di dunia yang meliputi wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku hingga ke Papua.

“Namun potensi tumbuhan hiperakumulator di daerah ini belum tergali secara optimal, sehingga perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak sehingga potensinya bisa digali dan dimanfaatkan untuk tujuan fitoremediasi dan fitomining,” jelasnya.

Menurutnya, selain tumbuhan hiperakumulator yang hidup di wilayah ultramafic, beberapa jenis tumbuhan penghasil minyak nonpangan (nonedible oil) seperti jarak pagar (Jatropha curcas), jarak kastor (Ricinus communis), mindi (Melia azedarach) dan kemiri sunan (Reutealis trisperma) serta tanaman aromatic (penghasil minyak atsiri) seperti vetiver (Vetiveria zizanioides) atau akar wangi juga berpotensi besar untuk digunakan sebagai agen fitoremediasi maupun fitomining.

“Hasil percobaan membuktikan bahwa jenis-jenis tumbuhan tersebut mampu bertahan tumbuh pada media cair mengandung Pb dan Hg serta pada media tailing tambang emas. Di antara keempat spesies penghasil minyak nonpangan yang digunakan, Kemiri sunan (R. trisperma) termasuk yang paling tahan terhadap perlakuan dengan logam berat dan tailing tambang emas,” tuturnya.

Ia mengatakan bahwa beberapa tumbuhan di seputar tambang emas juga bisa menjadi alternatif sumber genetik bagi tumbuhan hiperakumulator logam emas. Hasil eksplorasi tumbuhan di seputar tailing dam pertambangan emas PT Antam UBPE Pongkor diketahui bahwa hampir semua jenis tumbuhan yang tumbuh di sana punya kemampuan mengakumulasi emas meskipun pada kadar yang masih rendah.

“Kelompok bayam-bayaman (Amaranthus) yang tumbuh di seputar tailing, memiliki kemampuan akumulasi emas yang paling tinggi, namun karena biomassanya rendah sehingga potensi fitominingnya tergolong rendah. Tumbuhan lembang (Typha angustifolia) juga cukup tinggi dalam mengakumulasi logam emas (Au). Typha bisa menghasilkan 5-7 gram emas per hektare. Ini tentunya memerlukan ekplorasi yang lebih jauh,” tandasnya.

Sementara itu, dalam percobaan yang dilakukannya, pemanfaatan cendawan endofit berseptat gelap (Dark Septate Endophyte) dan cendawan mikoriza terbukti dapat membantu tumbuhan dalam beradapatasi pada lingkungan tercemar logam berat. Cendawan ini dapat membantu program fitoremediasi.

“Penggunaan senyawa ammonium tiosianat (NH4SCN) sebagai ligan pelarut emas juga dapat meningkatkan penyerapan emas oleh tanaman dan meningkatkan biomassa tanaman. Ini potensi yang baik untuk program fitomining pada tailing tambang emas,” pungkasnya.(H-3)

Baca Juga

Ist

Menparekraf Kunjungi Desa Wisata Kampung Waerebo di Manggarai, NTT 

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 07 Desember 2021, 18:25 WIB
Dengan posisi di daerah pegunungan, destinasi wisata Kampung Waerebo sering  disebut 'Kampung di Atas Awan' dan memiliki...
MI/SUSANTO

Kembali Raih Sertifikat ISO 9001:2015, MUI Komit Jaga Kepercayaan Masyarakat

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Selasa 07 Desember 2021, 17:22 WIB
MUI untuk yang keempat kalinya mendapatkan sertifikat ISO dari badan sertifikasi dunia Wordwide Quality Assurance...
PUSPEN DAGRI

Mendagri akan undang Kepala Daerah Bahas Pembatalan PPKM Level 3

👤Putra Ananda 🕔Selasa 07 Desember 2021, 16:19 WIB
Menurut Tito, jumlah kasus covid-19 di Tanah air yang semakin melandai menjadi pertimbangan pemerintah untuk membatalkan penerapan PPKM...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya